3 Alasan Program Sejuta Rumah Perlu Anda Manfaatkan

Senin, 20/06/2016 20:40

By : cyndi cyntia | Consumer

Tips & trick

394


Program sejuta rumah yang sedang digalakkan pemerintah dinilai efektif mengatasi persoalan tempat tinggal.
Jika dulu pengembang hanya mampu memenuhi setengah dari kebutuhan, saat ini mulai mengalami peningkatan signifikan. Misalnya, dari 800 ribu unit rumah yang dibutuhkan, pengembang properti mampu menyediakan lebih dari 400 ribu unit per tahun.  

Pembangunan rumah untuk rakyat ini sudah dibuat merata dari sabang sampai marauke. Harganya pun bervariasi hingga yang termahal sekitar Rp165 juta. Kini masyarakat hanya perlu memilih beragam alternatif yang tersedia untuk memiliki rumah idaman. Mulai dari sistem kredit, tunai, rumah bersubsidi, non-subsidi dan sebagainya.

Namun sayangnya, program satu ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Masih ada beberapa kalangan yang meragu, menunda dan takut mengambil langkah memperoleh rumah layak huni. Buktinya, Anda bisa melihat masih banyaknya rumah yang dibangun di lokasi berbahaya. Misal terlalu dekat dengan rel kereta api, pinggiran sungai dan sebagainya. 

Padahal dana yang dikeluarkan untuk mempersiapkan hunian layak mencapai lebih dari Rp 20 Triliun. Dana tersebut diambil dari APBN, BPJS Ketenagakerjaan, Perumnas, Bapertarum dan Dana APBN untuk Kredit. Sejumlah lembaga terkait seperti Realestat Indonesia (REI), Bank BTN dan pemerintah pun sudah saling bersinergi mewujudkan program sejuta rumah. 
Satu momen dimana sangat disayangkan bila Anda tak mengoptimalkan manfaatnya. Nah, buat Anda yang masih meragu, menunda atau takut mengambil langkah coba simak 3 alasan berikut ini. Keaktifan Anda memperoleh hunian layak mampu memberikan dukungan positif dan mencapai cita-cita pembangunan nasional yang merata.

1. Jaminan Tersedianya Rumah Layak Huni
Rumah tak layak huni ialah bangunan yang terletak di lokasi berbahaya. Seperti dekat dengan tegangan tinggi, rel kereta dan sebagainya. Juga penggunaan bahan bangunan yanag ala kadarnya tanpa mengindahkan material kokoh, sehat dan aman. 
Nah, program sejuta rumah menjamin ketersediaan rumah yang layak huni. Baik secara kualitas maupun kuantitas dengan berpedoman pada standar pemerintah. Rumah yang tersedia mulai jenis hunian vertikal hingga rumah tapak. Jadi jangan takut kehabisan, kekurangan dan lain-lain.

2. Kemudahan Proses Mendapatkan Rumah
Alasan yang sering dikeluhkan masyarakat ialah proses mendapatkan rumah yang sulit dan rumit. Kini alasan ini sudah tak berlaku karena banyak kemudahan yang ditawarkan program sejuta rumah. Untuk yang berpenghasilan rendah bisa memanfaatkan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang banyak jenisnya. 
Tak perlu khawatir soal cicilan karena jangka waktu pinaman telah tersedia hingga 20 tahun. Sementara bunga pinjaman diberlakukan mulai dari 5 persen. Dengan demikian Anda bisa mencicil hunian idaman mulai dari Rp700 ribu per bulan.

3. Bisa Dibeli Semua Kalangan Masyarakat

Secara umum ada dua jenis perumahan yang dibangun saat ini yakni rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan hunian non-MBR. Jadi rumah murah itu ditujukan untuk semua kalangan. Bedanya, rumah non-MBR memiliki selisih harga sedikit lebih mahal. Bagi MBR kemudahan mendapatkan rumah memang lebih kompleks. Mulai dari penyediaan dana, suku bunga, uang muka dan prosedur lainnya. Sementara untuk PNS/TNI-Polri bantuan yang diberikan dari uang muka. Semua kemudahan yang diberikan di program sejuta rumah disesuaikan dengan kelas ekonomi masyarakat itu sendiri.
Jadi, apakah Anda masih ragu untuk memperoleh hunian layak saat ini? Ayo dukung program sejuta rumah mulai dari sekarang. Sebarkan kepada mereka yang membutuhkan informasi ini!