#123ResolusiPilihan Target KPR FLPP 2019 Rp 7.1 Triliun Loh, Jangan DItunda Lagi Deh!

Jumat, 11/01/2019 17:10

By : Indra Sidharta | Consumer

KPR

213

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) pada 2019 ini sebesar Rp7,1 triliun.
 
Jumlah ini naik dari target 2018 yang hanya sebesar Rp5,8 triliun dengan melibatkan 43 bank penyalur. Jelang akhir Desember 2018, penyaluran KPR FLPP baru sekitar 85 persen atau sekitar Rp4,93 triliun. Pada 2019 ini, jumlah bank yang dilibatkan hanya 25 bank. Namun, jumlah KPR FLPP justru naik Rp1,3 triliun.
 
“(Capaian itu) tidak tergantung dari banyaknya bank, tapi komitmen. Sedikit bank tapi kerjanya lebih banyak, itu lebih baik,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid seperti dikutip oleh Kompas.com.
 
Salah satu hambatan yang membuat belum maksimalnya pencapaian penyaluran KPR FLPP ini adalah Bank BTN sempat keluar dari bank peserta. Usai kembali bergabung, pencapaian target membaik.
 
Pada 2018, BTN menyalurkan KPR FLPP sebesar Rp1,8 triliun untuk 18.658 unit hunian atau 31 persen dari target tahun tersebut. Sementara pada 2019 ini, BTN menargetkan penyaluran Rp2,707 triliun atau hampir 30 persen dari total target. BTN juga menargetkan memberikan penyaluran kredit untuk 19.591 unit hunian atau 28 persen dari target hunian yang tercatat 68.000 unit hunian.
 
Buat kamu yang ingin punya rumah pada 2019 ini, segera cari tahu informasi soal perumahan yang dibiayai lewat skema KPR FLPP. Program ini dibuat oleh pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 
KPR FLPP mempunyai suku bungan rendah, cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu kredit. KPR ini terdiri dari KPR Sejahtera Tapak untuk pembelian rumah tapak dan juga KPR Sejahtera Susun untuk pembelian rumah susun. Harga hunian bersubsidi ini dibatasi oleh pemerintah.
 
Persyaratan untuk memperoleh KPR FLPP ini adalah berusia 21 tahun atau telah menikah, belum pernah memiliki hunian, belum pernah mendapatkan subsidi perumahan, masuk kategori MBR, mempunyai penghasilan pokok maksimal Rp3,5 juta per bulan untuk KPR Sejahtera Tapak dan gaji maksimal Rp5,5 juta untuk KPR Sejahtera Susun.
 
Nah, segera cari hunian yang terkoneksi transportasi massal dan masuk skema KPR FLPP. Sudah saatnya kamu punya rumah tapak atau rumah susun sendiri.
 
 
 
 
 
 
Read more at https://artikel.rumah123.com/target-kpr-flpp-2019-rp7-1-triliun-lho-jangan-nunda-beli-rumah-dong-48881#dcSmPqXa2UESGMuA.99