Mau Beli Rumah Tapi Takut Ngutang? Baca Ini Dululah…

Kamis, 02/11/2017 13:15

By : Vriana Indriasari | Consumer

KPR

418

1

Kalau kamu menabung agar bisa beli rumah secara tunai, yang ada mungkin gak pernah kesampaian. Kenapa? Karena jumlah tabunganmu akan berkejaran dengan harga rumah yang selalu naik.

Solusi yang mungkin, uang tabunganmu itu kamu gunakan saja untuk membayar uang muka (DP) rumah. Sisanya kamu bayar dengan cara mencicil ke pihak bank melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

Utang memang bisa saja menjadi beban psikologis dalam hidupmu. Tapi, utang apa dulu? Kalau utang cicilan rumah, bisa saja malah menjadi keuntungan buat hidupmu di masa depan. Pasalnya, rumah yang kamu beli itu harganya akan meningkat meskipun cicilannya belum lunas. Begitu cicilannya lunas 10, 15, atau 20 tahun yang akan datang, harganya bisa berlipat dari harga belinya.

Jadi, berutang tak selalu bikin hidupmu susah, bukan? Kalau kamu paham prinsip-prinsip berutang, maka utang malah bisa membantumu jadi punya aset. Berikut ini tips berutang yang aman dan sehat dikutip dari HaloMoney.co.id:

Pertama, Jangan Berutang Lebih dari 30 Persen Penghasilan

Ukur kemampuan keuanganmu saat berutang agar tak terjebak masalah utang. Prinsipnya, kamu jangan berutang yang jumlahnya melebihi 30 persen dari gajimu.

Kalau penghasilanmu sebulan Rp10 juta, misalnya, maka besar total utangmu adalah Rp3 juta. Jumlah total utang ini sudah termasuk utang cicilan KPR, utang kartu kredit, dan utang yang lain-lainnya.

Sebagian perencana keuangan malah masih menoleransi total utang sampai sebesar 40 persen dari gaji lho. Syaratnya ya untuk jenis utang yang produktif, bukan utang konsumtif. Nah, cicilan KPR dinilai sebagai utang produktif karena asumsinya harga tanah akan terus naik.

Bila kamu menjaga rasio utangmu pada prinsip ini (utang maksimal 30%), maka kamu akan baik-baik saja. Sebaliknya, kamu akan menuai masalah bila berutang melampaui persentase tersebut.

Kedua, Hindari Utang Konsumtif

Hal yang konsumtif maksudnya adalah hal yang habis digunakan dan tidak memiliki nilai investasi (produktivitas). Misalnya, kamu berutang untuk membeli laptop mahal yang nilainya akan terus menurun dari tahun ke tahun.

Utang laptop tersebut bisa disebut utang produktif bila memang digunakan untuk mendukung peningkatan finansialmu. Semisal kamu gunakan sebagai modal kerja, sehingga menambah pemasukan keuanganmu.

Ketiga, Jangan Membayar Utang dengan Mengutang Lagi

Karena menyalahi prinsip berutang maksimal 30% dari penghasilan, sering terjadi orang dikejar-kejar debt collector atau si pemberi utang. Kalau sudah seperti ini, ya hidupmu memang jadi susah karena berutang. Akan lebih parah, kalau untuk membayar tagihan utang tersebut lantas kamu mengutang yang baru. Istilahnya, gali lubang tutup lubang.

Dalam kamus keuangan, gali lubang tutup lubang dikenal sebagai refinancing. Langkah ini sah-sah saja dan justru bisa menjadi solusi tepat, selama hitunganmu cermat. Semisal membayar utang lama dengan utang baru yang suku bunganya lebih rendah.

Sebaliknya, langkah gali lubang tutup lubang bisa menjadi boomerang kalau hitung-hitunganmu tak cermat. Yang ada mah utangmu semakin bertumpuk dan hidupmu jadi susah.

Keempat, Segera Lunasi Utang Saat Mendapat Rezeki Ekstra

Kalau ada dana ekstra, sebut saja dana Tunjangan Hari Raya (THR), bonus tahunan, atau bonus kinerja, prioritaskan untuk membayar utang. Jangan gunakan seluruh dana ekstra tersebut untuk keperluan konsumtif, sebut saja belanja segala rupa.

Dana lebih tersebut bisa juga lho kamu gunakan untuk mengurangi pokok utang KPR. Langkah ini dapat membantumu memangkas beban cicilan KPR yang selanjutnya.

Selama kamu berutang dengan mematuhi prinsip-prinsip berutang, maka tak perlu takut berutang. Apalagi utang KPR yang bikin kamu jadi punya aset.

Comment (s)

Arif Syaripudin

Selasa, 07/11/2017 16:58

Property for Millennials adalah sebuah program yang diciptakan bagi 125 juta generasi millenial di Indonesia agar dapat memiliki properti pertamanya dalam atau kurang dari 5 tahun. Faktanya, negara maju seperti London, Tokyo, Hong Kong, Singapura, dan Sydney memiliki harga properti yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar dari generasi millennial tidak dapat memiliki properti. Berikut kendala terbesarnya:

1. Tidak Punya Dana Cukup untuk Down Payment
Besarnya Down Payment (DP) yang menjadi syarat utama dari bank merupakan penghalang terbesar bagi millennials untuk memiliki properti.
2. Tidak Bankable
Kendala kedua disebabkan oleh ditolaknya proses KPR atau KPA dari bank. Alasannya, cashflow pada rekening yang tidak memenuhi standar dan historytunggakan kartu kredit.
3. Financial planning yang Buruk

Sebuah data terbaru dari Business Insider mengungkapkan bahwa sebagian besar pengeluaran generasi millenial dihabiskan untuk gaya hidup, seperti fashion, makan di restoran, dan traveling.

Tertarik mengikuti program Property for Millennials? Program Program for Millennials (PFM) bukanlah sebuah clickbait yang pada akhirnya hanya fokus pada pemasaran properti. Program ini merupakan bagian dari kegiatan CSR yang dicanangkan oleh Triniti Property Group.
Pada tahap pertama, Triniti Property Group akan membimbing 1.000 millenial. Para member akan mendapatkan updatedan insight mengenai financial planningdan entrepreneurship dalam bentuk newsletter, e-Learning, dan workshop. 

Daftarkan diri Anda di www.propertyformillennials.com.
Program PFM didukung penuh oleh Triniti Property Group melalui projek terbarunya Collins Boulevard.
Program cicilan 100 bulan tanpa proses bank merupakan salah satu dari program unggulan Property for Millennials yang memberikan keuntungan sebagai berikut:

- Tidak perlu melalui proses bank, 100 persen pasti approved
- Properti dapat ditempati dalam 4 tahun, sementara cicilan masih berlangsung (100 bulan)
- Terhindar dari resiko kenaikan bunga bank, harga properti fixed dikunci selama 8 tahun.
Program cicilan 100 bulan tidak hanya ditunjukan bagi generasi millenial saja, keluarga muda dan investor juga dapat memanfaatkan program ini.

Collins Boulevard
Collins Boulevard merupakan sebuah superblok dengan fasilitas mal, hotel bintang 4, dan Panin Bank Tower. Lokasinya hanya 800 meter dari gerbang TollGading Serpong. Collins Boulevard terinspirasi dari Jalan Prestigious bernama Collins Street di Kota Melbourne yang dikenal sebagai kota paling nyaman di dunia selama 6 tahun berturut-turut. Selain itu, Kota Melbourne juga dikenal sebagai kota seni yang memiliki banyak galeri seni.

6 Keunggulan Collins Boulevard
1. Konsep 'Live in Gallery'
Collins merupakan apartemen pertama di Gading Serpong yang memadukan hunian dengan art gallery. Anda akan selalu melihat warna dari karya-karya seni terbaru artis ternama Indonesia dan internasional setiap kali melangkahkan kaki ke rumah.
2. Penghuni dapat menikmati pedestrian hijau selebar 8 meter dengan panjang 220 meter ala Melbourne serta steril dari pedagang kaki lima. Hal yang sangat langka ditemui di Kota Jakarta.
3. Berada persis di depan pemberhentian TransJakarta. Dengan begitu, Anda dapat pergi keliling Jakarta hanya dengan Rp 3.500.
4. Apartemen dengan harga yang murah biasanya tidak memiliki lahan parkir. Berbeda dengan Collins Boulevard yang menyediakan 2.000 lahan parkir.
5. Hanya 800 meter dari gerbang tol dari dan menuju Jakarta. Letaknya 1,3 kilometer dari Binus University dan 5 menit menuju Summarecon Mall Serpong.
6. Future Development MRT Serpong – Jakarta yang telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
Segera Dibangun Panin Bank Tower

Collins Boulevard merupakan pilihan yang tepat bagi para investor yang ingin menyewakan apartemennya. Ribuanbanker yang berkeja di Panin Bank Tower akan menjadi captive market yang sangat matang.
Mayoritas merupakan karyawan A dan B+ yang berpotensi menjadi penyewa tetap apartemen di Collins Boulevard. Panin Bank Tower merupakan bagian dari kawasan superblok Collins Boulevard yang terintegrasi dengan apartemen, hotel bintang 4, dan mal.

Triniti Property Group merupakan salah satu dari top 15 pengembang terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak 2009, saat ini Triniti Property Group telah sukses mengembangkan ribuan unit residensial dan komersial.
Dalam tiga tahun terakhir, Triniti Property Group fokus mengembangkan proyek di wilayah Serpong. Beberapa dia ntaranya adalah dua Tower Brooklyn Suites, soho, office, dan Springwood Residence yang telah habis terjual 100 persen. Dilanjutkan dengan proyek Yukata Suites - Japanese Resort Condominium dan The Smith – Home of Startup Companies yang saat ini telah terjual sebanyak 90 persen.
Saat ini Triniti Property Group merupakan pengembang highrise building dengan penjualan terbaik di Serpong.

Dapatkan penawaran terbaik, Whatsapp ke nomor
087771943050
Arif Syaripudin ( Marketing Inhouse Triniti Property Group )