Gokil, di America Serikat Karyawannya Harus Kerja 100 Jam Biar Bisa Beli Rumah

Rabu, 25/10/2017 14:27

By : Vriana Indriasari | Consumer

Serba Serbi

Kenaikan gaji yang ga signifikan sama harga hunian bikin kita semakin susah untuk bisa punya hunian sendiri.

Banyak hal yang dilakukan oleh orang untuk bisa mendapatkan uang muka (down payment) dan juga membayar cicilan rumah (kredit pemilikan rumah atau kredit pemilikan apartemen). Mereka harus bekerja lembur, melakukan pekerjaan sampingan, dan lainnya.

Sebuah laman penghitung harga HowMuch.net mengkalkulasikan berapa jam kerja yang dilakukan oleh orang Amerika Serikat kebanyakan untuk membayar cicilan rumah.

HowMuch.net memanfaatkan data dari Biro Sensus AS dan laman properti Zillow. Laman ini melakukan penghitungan pada 98 kota besar di AS.

Laman ini menggunakan standar kerja 40 jam untuk mengkalkulasikan rata-rata jam kerja yang dilakukan orang dan membandingkan antara pendapatan dengan jam kerja karyawan. Sedangkan untuk harga rumah digunakan skema pinjaman 30 tahun.

Jumlah jam kerja sebanyak 40 jam ini didapatkan dari 5 hari kerja dari Senin hingga Sabtu dan setiap karyawan bekerja 8 jam sehari. Jadi 5 hari dikalikan 8 jam sehari, hasilnya 40 jam kerja dalam satu pekan.

Hasilnya memang mencengangkan. Ada tiga kota di AS yang karyawan harus bekerja lebih dari 100 jam agar bisa membeli hunian.

Pekerja di Los Angeles harus bekerja 112 jam, di Miami 109 jam, serta di San Francisco 107 jam. Sementara di beberapa kota lainya, pekerja juga harus banting tulang hingga dua kali lipat jam kerja normal seperti di Boston yang mencapai 95 jam dan Oakland 83 jam.

Angka ini memang mencengangkan. Bahkan bila dibandingkan dengan warga New York yang hanya perlu bekerja 50 jam seminggu.

HowMuch.net menyatakan kalau sebenanrnya gaji para pekerja di sejumlah kota memang tinggi. Namun, harga hunian malah jauh lebih tinggi.

Meski begitu, ada sejumlah kota yang bisa membuat para pekerja tidak perlu kerja rodi untuk membeli hunian. Di antaranya Toledo yang hanya perlu 17 jam dan Memphis cuma 18 jam.

“Tempat terbaik sepertinya kota industri lawas seperti Toledo dan Memphis. Benar sekali, Anda tidak perlu capek-capek bekerja usai makan siang setelah hari Rabu untuk mendapatkan banyak uang supaya bisa mencicil. Hmm, standar hidup yang luar biasa,” ujar Raul Amoros dari HowMuch.net seperti dikutip oleh Market Watch.

Kerja 112 jam buat punya uang muka dan mencicil rumah? Ini sama saja kamu kerja seharian penuh selama 5 hari. Kamu bekerja lebih dari 22 jam sehari! Kapan tidurnya?

Gimana dengan Indonesia ya? Tapi kayanya di Indonesia ga separah di sana sih. Makanya, mumpung harga hunian masih terjangkau, kamu jangan nunda lagi beli rumah ya. 

Comment (s)

Arif Syaripudin

Selasa, 07/11/2017 16:50

Property for Millennials adalah sebuah program yang diciptakan bagi 125 juta generasi millenial di Indonesia agar dapat memiliki properti pertamanya dalam atau kurang dari 5 tahun. Faktanya, negara maju seperti London, Tokyo, Hong Kong, Singapura, dan Sydney memiliki harga properti yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar dari generasi millennial tidak dapat memiliki properti. Berikut kendala terbesarnya:

1. Tidak Punya Dana Cukup untuk Down Payment
Besarnya Down Payment (DP) yang menjadi syarat utama dari bank merupakan penghalang terbesar bagi millennials untuk memiliki properti.
2. Tidak Bankable
Kendala kedua disebabkan oleh ditolaknya proses KPR atau KPA dari bank. Alasannya, cashflow pada rekening yang tidak memenuhi standar dan historytunggakan kartu kredit.
3. Financial planning yang Buruk

Sebuah data terbaru dari Business Insider mengungkapkan bahwa sebagian besar pengeluaran generasi millenial dihabiskan untuk gaya hidup, seperti fashion, makan di restoran, dan traveling.

Tertarik mengikuti program Property for Millennials? Program Program for Millennials (PFM) bukanlah sebuah clickbait yang pada akhirnya hanya fokus pada pemasaran properti. Program ini merupakan bagian dari kegiatan CSR yang dicanangkan oleh Triniti Property Group.
Pada tahap pertama, Triniti Property Group akan membimbing 1.000 millenial. Para member akan mendapatkan updatedan insight mengenai financial planningdan entrepreneurship dalam bentuk newsletter, e-Learning, dan workshop. 

Daftarkan diri Anda di www.propertyformillennials.com.
Program PFM didukung penuh oleh Triniti Property Group melalui projek terbarunya Collins Boulevard.
Program cicilan 100 bulan tanpa proses bank merupakan salah satu dari program unggulan Property for Millennials yang memberikan keuntungan sebagai berikut:

- Tidak perlu melalui proses bank, 100 persen pasti approved
- Properti dapat ditempati dalam 4 tahun, sementara cicilan masih berlangsung (100 bulan)
- Terhindar dari resiko kenaikan bunga bank, harga properti fixed dikunci selama 8 tahun.
Program cicilan 100 bulan tidak hanya ditunjukan bagi generasi millenial saja, keluarga muda dan investor juga dapat memanfaatkan program ini.

Collins Boulevard
Collins Boulevard merupakan sebuah superblok dengan fasilitas mal, hotel bintang 4, dan Panin Bank Tower. Lokasinya hanya 800 meter dari gerbang TollGading Serpong. Collins Boulevard terinspirasi dari Jalan Prestigious bernama Collins Street di Kota Melbourne yang dikenal sebagai kota paling nyaman di dunia selama 6 tahun berturut-turut. Selain itu, Kota Melbourne juga dikenal sebagai kota seni yang memiliki banyak galeri seni.

6 Keunggulan Collins Boulevard
1. Konsep 'Live in Gallery'
Collins merupakan apartemen pertama di Gading Serpong yang memadukan hunian dengan art gallery. Anda akan selalu melihat warna dari karya-karya seni terbaru artis ternama Indonesia dan internasional setiap kali melangkahkan kaki ke rumah.
2. Penghuni dapat menikmati pedestrian hijau selebar 8 meter dengan panjang 220 meter ala Melbourne serta steril dari pedagang kaki lima. Hal yang sangat langka ditemui di Kota Jakarta.
3. Berada persis di depan pemberhentian TransJakarta. Dengan begitu, Anda dapat pergi keliling Jakarta hanya dengan Rp 3.500.
4. Apartemen dengan harga yang murah biasanya tidak memiliki lahan parkir. Berbeda dengan Collins Boulevard yang menyediakan 2.000 lahan parkir.
5. Hanya 800 meter dari gerbang tol dari dan menuju Jakarta. Letaknya 1,3 kilometer dari Binus University dan 5 menit menuju Summarecon Mall Serpong.
6. Future Development MRT Serpong – Jakarta yang telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
Segera Dibangun Panin Bank Tower

Collins Boulevard merupakan pilihan yang tepat bagi para investor yang ingin menyewakan apartemennya. Ribuanbanker yang berkeja di Panin Bank Tower akan menjadi captive market yang sangat matang.
Mayoritas merupakan karyawan A dan B+ yang berpotensi menjadi penyewa tetap apartemen di Collins Boulevard. Panin Bank Tower merupakan bagian dari kawasan superblok Collins Boulevard yang terintegrasi dengan apartemen, hotel bintang 4, dan mal.

Triniti Property Group merupakan salah satu dari top 15 pengembang terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak 2009, saat ini Triniti Property Group telah sukses mengembangkan ribuan unit residensial dan komersial.
Dalam tiga tahun terakhir, Triniti Property Group fokus mengembangkan proyek di wilayah Serpong. Beberapa dia ntaranya adalah dua Tower Brooklyn Suites, soho, office, dan Springwood Residence yang telah habis terjual 100 persen. Dilanjutkan dengan proyek Yukata Suites - Japanese Resort Condominium dan The Smith – Home of Startup Companies yang saat ini telah terjual sebanyak 90 persen.
Saat ini Triniti Property Group merupakan pengembang highrise building dengan penjualan terbaik di Serpong.

Dapatkan penawaran terbaik, Whatsapp ke nomor
087771943050
Arif Syaripudin ( Marketing Inhouse Triniti Property Group )