Kalau Dapet Developer Nakal, Kamu Gimana?

Rabu, 18/10/2017 12:11

By : Vriana Indriasari | Consumer

Tips & trick

936

Pernah gak ngalamin dapet developer yang nakal? Menurut pakar hukum perlindungan konsumen, David Tobing, kamu bisa memperkarakannya ke meja hijau.


Akan  tetapi, menurutnya, yang sering terjadi konsumen justru tidak melaporkan keteledoran pengembang tentang hal tersebut ke aparat berwajib. Selain itu, perlindungan terhadap hak konsumen yang mengalami kasus tersebut juga tidak terlalu diperhatikan.

"Misalnya, kalau dia (pengembang) lewat waktunya, dia kena denda, tapi dendanya dibatasi. Sementara, kalau konsumen yang telah membayar, dendanya tidak dibatasi," kata David seperti dikutip Kompas.com, Jumat (22/9/2017).

Jadi, David menyarankan kepada para calon konsumen agar mempelajari terlebih dahulu hak dan kewajiban sebelum membeli properti. Hal ini untuk menghindari kecurangan yang mungkin dilakukan pengembang.

"Kalau tidak tepati janji, dalam UU Perlindungan Konsumen bisa kena pidana. Ancamannya lima tahun penjara dan (denda) Rp2 miliar," kata David.

Dalam sebuah perjanjian jual-beli hunian, pengembang dan konsumen harus saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing. Namun, menurut David, seringkali pengembang justru mengabaikan perjanjian yang telah disepakati bersama, semisal pembangunan hunian tepat waktu.

Pasal 16 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, mengatur dua hal yang dilarang dilakukan oleh pengembang.  Pertama, tidak menepati pesanan dan/atau kesepakatan waktu penyelesaian sesuai dengan yang dijanjikan. Kedua, tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau wanprestasi.

Nah, jadi kamu udah tau ya harus gimana. Amit-amit jangan sampe deh dapet developer yang nakal.