Rumah123.com #123MaknaMerdeka

Jumat, 11/08/2017 15:44

By : Admin Rumah123 | Consumer

KUIS

Hai Property People,

Setuju ga kalo Rumah123.com bilang… Punya Rumah sendiri itu enak loh..

 

Kamu bisa ngelakuin kegiatan apa aja, tanpa perlu takut diomelin.. (eits ngelakuin kegiatannya yang positif dan ga ngeganggu tetangga yaa :p)

 

Nah, untuk ngerayain Kemerdekaan Negara tercinta kita yang ke-72 tahun, Rumah123.com mau bagi-bagi hadiah nih..

 

 

Caranya gampang kok, kamu cuma perlu:

1.    Registrasi di Forum Rumah123.com

2.    Tulis cerita #123MaknaMerdeka punya properti sendiri versi kamu atau teman kamu di thread ini

3.    Setelah cerita, share thread ini ke sosial media kamu

4.    Jangan lupa mention akun sosial media Rumah123.com dan pake hashtag #123MaknaMerdeka

 

 

Gampang kan?? Biar lebih seru, Rumah123.com kasih tau deh hadiahnyaa..

-       1 Unit Canon IXUS

-       1 Unit Xiaomi Yi

-       1 Unit Asus Zenpad

-       Voucher MAP @1Juta untuk 4 Pemenang

 

Seru kaaan?? Nah, Rumah123.com tunggu yah cerita #123MaknaMerdeka versi kamu sampai 31 Agustus 2017.

 

MERDEKAAA!!!

 

Keputusan pemenang dari Rumah123.com bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. 

Comment (s)

SIFA FAUZIAH

Senin, 14/08/2017 11:00

Makna merdeka versi aku adalah berawal ketika hati ini selalu bersedih dan menangis melihat ibu satu-satunya harus ikut anaknya pindah sana pindah sini dari kontrakan satu ke kontrakan lain. melihatnya yang semakin menua, tubuhnya yang semakin rentan. dalam hati selalu berdoa semoga bisa segera membeli rumah sebelum kontrak rumah berakhir, agar ia tenang dan bahagia dihari tuanya tidak harus berpindah tempat tinggal dan tekad untuk membeli rumah sendiri semakin besar. dengan bismillah dan meminta doa pada ibu semoga sebelum kontrak rumah habis aku bisa membeli rumah untuknya. dan doa itu terkabul, Allah merestui itu semua, untuk aku bahagiakannya karna tanpa disangka-sangka aku bisa membeli rumah sendiri dan dibeli secara cash dari hasil uang tabungan bersama suami diaman usia pernikahan yang baru berjalan 8 bulan. yang rencana hanya untuk dp rumah KPR ternyata kami mendapatkan rezeky yang lebih dan tak terkira. itulah merdeka versi ku dimana kita bisa membahagiakan orangtua (Ibu) dan membuatnya tersenyum dan menangis bahagia dengan memberikan rumah dan tempat tinggal untuknya. @rumah123.com #123MaknaMerdeka

Bundo Anjung

Kamis, 31/08/2017 16:34

test

Abdul Kadir

Senin, 14/08/2017 18:13

Makna Merdeka bagi saya menurut saya adalah terbebas dari belenggu penjajahan, kita bebas berkarya, dan hidup dengan penuh rasa damai. Apalagi bisa punya rumah sendiri, kita merasa terbebas dari biaya rumah kontrakan dan bisa  hidup dengan damai. Begitupun yang saat ini kakak saya alami, selama hampir 20 tahun, mimpi beliau memiliki rumah sendiri sudah terwujud di tahun 2017. Setiap perjuangan hidup memang tidak pernah ada hasil yang mengkhianati. Harapan saya juga semoga tahun depan diberikan rezeki yang lebih dan bisa membeli rumah dengan merdeka di Rumah123.com. @rumah123.com #123MaknaMerdeka

indah purwitasari

Selasa, 15/08/2017 13:37

Makna Merdeka?emm menurut aku merdeka itu kalau kita bisa leluasa melakukan apapun yang kita inginkan (tapi yang positif loh ya...). Komitmen aku dari dulu, setelah menikah pantang tinggal dirumah orang tua / mertua. Lebih baik orang tua yang ikut kita daripada kita yang ikut orang tua. Nah, setelah menikah aku sempet nih kontrak rumah selama 2 tahun, belum merdeka karena terbebani keinginan punya rumah sendiri. Alhamdulillahnya....setelah itu aku bisa punya rumah sendiri, dengan bantuan Rumah123.com yang memudahkan aku dalam mencari properti yang sesuai dengan kriteria dan budget aku. MERDEKA !!!! Dengan punya rumah sendiri aku bisa membuktikan kepada orang tua dan keluarga kalau kami sudah mandiri secara finansial. Jadi, nggak ada lagi deh yang ngelarang beli ini itu. Dan..punya rumah sendiri itu enak bangettt,,mau dibangun kayak apa, di design sesuka kita,gak ada yang ngelarang. @rumah123.com #123MaknaMerdeka

Hendriyanto Zaki Nur Rahmat

Selasa, 15/08/2017 15:44

Bagi sebagian orang, memiliki rumah sendiri bukan perkara yang gampang. Masalah ini bisa menjadi salah satu keputusan terbesar yang pernah diambil oleh seseorang atau keluarga. Banyak yang harus dipertimbangkan di sini, mulai dari besarnya dana yang dibutuhkan untuk uang muka dan cicilannya, mencari lokasi yang tepat secara geografis maupun sosial, sampai dengan negosiasi untuk medapatkan harga yang pas.

Namun, dibalik besarnya komitmen yang harus dijalani, memiliki rumah sendiri dapat memberikan kita kebebasan. Terutama bebas dari rasa khawatir akan masa depan. mIsal, bila mengontrak biasanya ada jangka waktu yang belah ditentukan oleh pemilik rumah. Belum lagi jika sewaktu-waktu diminta meninggalkan rumah tersebut. Semua masih belum jelas. Hari ini masih di sini, tapi ke depannya belum tahu mau tinggal di mana lagi.

Kebebasan yang lain adalah keleluasaan untuk mendekorasi rumah yang ditinggali. Setiap sudut rumah dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan kita. Jika wujud rumah tersebut menjadi sesuai dengan apa yang diimpikan, tentu kita akan merasa nyaman sehingga betah untuk berlama-lama berada di dalamnya.

Kelebihan selanjutnya adalah kita tidak mengeluarkan uang dengan sia-sia. Bila mengontrak, kita akan kehilangan nilai dari uang yang dibayarkan karena harga properti yang terus melambung akan beriringan dengan harga sewa rumah juga naik. Sedang bila membeli rumah, baik cash maupun dengan cicilan KPR, nilai uang yang dikeluarkan akan setara dengan keuntungan yang didapat.

@rumah123.com #123MaknaMerdeka

arni susanti

Rabu, 16/08/2017 08:06

Assalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh. Ini adalah kisah sahabatku. Dulu, sebelum menikah. Sahabatku tinggal bersama kakak laki-lakinya di rumah peninggalan kedua orangtua mereka. Mereka berdua adalah yatim piatu. Waktu berjalan dan keduanya sudah berumah tangga. Sang kakak memiliki 2 orang anak dan adiknya memiliki 1 orang anak. Saat anaknya tumbuh besar, mereka mulai bingung untuk membagi ruangan, karena rumah yg mereka tinggali tidaklah luas untuk 2 kepala keluarga. Mereka lalu sepakat untuk menjual rumah tersebut.

Hasil penjualan rumah itu mereka bagi sesuai syariat islam. Dimana sang kakak sebagai anak laki-laki mendapatkan bagian lebih bnyak dari sahabatku sebagai anak perempuan. Sang kakak berhasil membeli rumah cash dengan uang tersebut. Namun sahabatku tidak bisa membeli rumah dengan cash karena uangnya tidak cukup, jadi rencananya uang tersebut akan dipakai untuk mengontrak rumah.
Saat ingin mengontrak rumah, muncul lah perasaan bimbang. Saat itu dia benar² bingung. Dia bingung dalam memilih 2 pilihan yaitu mengontrak rumah dan membeli rumah melalui KPR. Dia pun mulai berpikir kritis. Andaikan dia mengontrak, pasti harga sewa kontrakan juga tidak murah. Dan bisa saja dia berpindah² kontrakan karena harga sewa kontrakan yg akan terus bertambah jika listrik dan air naik. Dan tentu saja status kepemilikan tidak ada. Sedangkan jika dia membeli rumah melalui KPR. Dia sama dengan mengontrak, membayar angsuran setiap bulan. Tetapi, dia tidak akan khawatir harus berpindah² karena angsurannya tidak akan ada perubahan. Dan statusnya jg berbeda yakni Rumah milik sendiri.
Akhirnya sahabatku memutuskan untuk membeli rumah melalui KPR. Meskipun angsurannya dengan jangka waktu yang lama yakni 15tahun. Namun dia senang, karena dia akan miliki sebuah rumah di masa depan. :)
Dari cerita sahabatku, aku menemukan makna kemerdekaan, menurut aku kemerdekaan adalah berani mengambil keputusan dan berani melangkah lebih maju untuk masa depan yg lebih baik. Properti adalah pilihan terbaik untuk masa depan kita. :)
#123rumah #123maknamerdeka #agustus #2017 #kuis #promo #sosialmedia 

yuliana

Kamis, 17/08/2017 12:23

aku dan suami sudah 9 tahun menikah...awal menikah kami sepakat untuk tinggal terpisah dari orang tua...karena belum punya dana cukup untuk membeli rumah akhirnya kami mengontrak rumah (sambil menabung untuk membeli rumah)...selama 8 tahun kami hidup mengontrak rumah dan selama itu pula aku merasa lelah karena harus berpindah-pindah kontrakan...mau tidak mau aku harus bersabar...dan akhirnya kesabaran ku berbuah manis...setahun yang lalu kami membeli rumah dari hasil menabung selama 8 tahun.. walaupun sederhana tapi aku senang sekali dengan rumah kami ini...

Aku merasa aku sudah merdeka dalam hal properti karena sudah punya rumah sendiri... aku bebas mendekorasi sudut-sudut rumah sesuai keinginan aku dan suami....aku merasa bebas tidak perlu memikirkan lagi harus pindah kemana lagi dan mencari kontrakan baru menjelang masa kontrakan habis (ketika masih mengontrak)..aku dan suami beserta anak merasa nyaman dan damai dirumah sendiri..
dan satu lagi aku dan suami bebas tidak memikirkan cicilan KPR karena kami membeli rumah secara tunai
#123MaknaMerdeka

achmad ridwansyah

Kamis, 17/08/2017 17:06

 punya properti sendiri itu sangat luar biasa,selain investasi juga bisa di tempati untuk tinggal,karena kita bisa mengkreasikan/menuangkan apa yang ada di pikiran dan hati kita tentang bentuk serta dekorasi apa yang cocok dan sesuai dengan keinginan kita tapi itu masih harapan saja karena pada kenyataannya saya belum memiliki properti sendiri muehehehe....Seandainya saya sudah merdeka secara properti apa yang akan saya kreasikan adalah kenyamanan yang menjadi hal utama,harus bisa menjadikan Rumahku adalah SURGA ku "Home Sweet Home" ukuran,bentuk dan luas serta bagusnya  suatu properti itu relatif, yang terpenting kita bisa menikmati kebahagian bersama orang-orang tercinta di dalam properti tersebut. #123MaknaMerdeka Punya Properti sendiri

Vidiya Hanafiah

Jumat, 18/08/2017 05:51

#123MaknaMerdeka punya rumah sendiri menurut saya itu selain karena bebas ngedekorasi rumah sesuai selera saya, yang paling asik itu saya bebas ngapain saja di rumah. Kalau sifat malesnya lagi keluar, saya bisa cuma santai-santai seharian di rumah. Gak perlu cuci piring, nyapu-ngepel, beres-beres rumah. Meski rumah berantakan karena lagi males ngapa-ngapain, saya gak perlu malu sama orang lain, dan gak bakal ada yang ngomelin kenapa rumah belum diberesin. Hihihi... BEBAS! MERDEKA!

Fajrul Azmi Syahputra

Jumat, 18/08/2017 09:52

#123MaknaMerdeka punya properti sendiri versi saya ....


Punya rumah sendiri, menurut saya adalah salah satu hal yang menyenangkan, karena kita merdeka bisa melakuin hal apa saja tanpa mengganggu tetangga, atau saudara sendiri. Pokoknya punya rumah pribadi adalah salah satu tujuan hidup. Selain itu, #123MaknaMerdeka nya adalah kita bebas mendesain atau dekorasi rumah sesuai selera kita, bisa seharian dirumah, membersihkannya jadi punya rasa tersendiri, bebas kapan aja waktu untuk membersihkan atau mendecor ulang rumahnya dan kita bebas melakuin apa aja, selagi itu tidak bersifat negatif dan mengganggu kenyamanan tetangga. 

Ada cerita dimana saya bertamu, tapi malah sakit perut dan numpang ke WC nya, rasanya kurang nyaman gitu.. karena bisa aja baunya atau suaranya terdengar yakan? Tapi klo udah dirumah pribadi... wihh bebas merdeka kita... hehehe :D
Karena Merdeka itu bebas dari hal yang bikin kesel dan Bete... Punya rumah sendiri, kita MERDEKA, bebas melakuin apa aja dan tidak bikin kesel....

Apalagi klo punya lebih dari satu property, saya akan menginvestasikannya dengan membuat rumah sewa layaknya kost2an. Kita dapat untung bahkan keuntungan yang jangka panjang... Happy deh pokoknya :) 

Devi Godri

Jumat, 18/08/2017 11:32

hs

Aranya Sekar

Jumat, 18/08/2017 11:40

hai Rumah123, berikut adalah #123MaknaMerdeka punya properti sendiri versi aku
ayahku adalah anak terakhir dari 8 bersaudara. ke 7 saudaranya tinggal dan menetap di luar kota. selama berkeluarga ayah menetap di rumah "keprabon" (rumah eyang, yg merupakan rumah warisan untuk dibagi).
sampai saat ada kakak ayahku yg pensiun dan memutuskan untuk kembali ke kampung halaman dan tinggal bersama kami di rumah keprabon tsb.
namanya juga 2 keluarga dalam satu rumah itu agak sulit, benar kata pribahasa jawa yg mengatakan "sedulur cedak mambu batang, sedulur adoh mambu wangi". terjadi banyak kesalah pahaman dan membuat jadi tidak akur, jadinya tidak baik.
ayah memutuskan untuk membeli rumah dan ditinggali bersama keluarga sendiri.
rumah type 36 dua lantai, dengan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, ruang tamu dan taman. cukup kaget rasanya menempati rumah yg lebih kecil daripada sebelumnya. tapi rasa nyaman dan senangnya jauh lebih besar.
kami sekeluarga makin akrab dan dekat di rumah mungil kami ini. seperti apapun rumah itu, kalau milik sendiri akan terasa jauh lebih nyaman, lebih tentram.

Devi Godri

Jumat, 18/08/2017 11:41

#123MaknaMerdeka punya properti


Keluarga kami baru saja memiliki properti sendiri. Sejak menikah di tahun 2011 lalu, kami tinggal di rumah kontrakan selama 5 tahun. Waktu yang cukup lama sebenarnya untuk tinggal di rumah kontrakan. Saya dan suami bekerja keras, menabung dan hemat dalam menggunakan uang, semuanya demi untuk bisa membeli rumah tinggal sendiri. Sekarang kami sudah memiliki rumah sendiri, dan rasanya lega banget. Merdeka yang saya rasakan karena saya tidak perlu tiap tahun menyetor uang kontrakan, merdeka yang saya rasakan karena saya bisa melakukan apa saja terhadap rumah saya sendiri. Tapi yang paling utama adalah merdeka yang saya rasakan adalah saya dan suami berhasil mencapai sebuah achievement dalam hidup kami. Selama tinggal di rumah kontrakan, kami berdua merasa masih ada sesuatu yang mengganjal di hati dan pikiran kami. Kami merasa 'terbelenggu' oleh tekanan batin bahwa kami masih ada sesuatu yang signifikan yang belum kami capai, yaitu mampu membeli rumah sendiri. Istilahnya, kami 'dijajah' oleh pemikiran kami sendiri karena masih ada beban yang belum terangkat. Sekarang, setelah 5 tahun hidup di bawah 'penjajahan' batin dan tekanan, kami akhirnya merdeka! Kami puas dan lega dengan achievement kami ini karena menurut kami ini adalah suatu pencapaian besar dalam hidup kami. Sebuah beban besar telah terangkat dari pundak kami. Sekarang kami hanya akan menikmati kemerdekaan kami, yaitu rumah kami sendiri. Home sweet home! 


Keypama Ginting

Jumat, 18/08/2017 20:02

Aaaaaaa,,,ingin rasanya berteriak dengan sangat kencang. Tepat 30 juli 2015 lalu aku merasakan hidupku sebagai lelaki tidak berarti, segala yang kuimpikan sangat jauh dari genggaman. Rumah dengan pekarangan luas ditambah kolam renang jika anak ku ingin bermain air, atau berendam di bath tube yang sangat kuinginkan selagi lelah sepulang bekerja. Tapi saat itu semua hanya omong kosong, aku merasa sudah terlambat.  Perkataan pedas dari orang tua seolah menambah pedas derita ku 2x lipat. Aku seperti dijajah oleh rasa impianku sendiri.


Sedikit cerita, aku tinggal di rumah kontrakan dengan ukuran 45 m2 dengan sewa 15 juta per tahun. Ya,sewa yang relatif mahal, ini adalah ke 3x nya kami pindah kontrakan. Capek..., pernah bahkan aku diteriaki oleh pemilik kontrakan didepan tetangga, aduh..malu sekali. Oia, aku tinggal bersama dengan istri dan kedua anakku yang cantik dan ditambah kedua orangtuaku. Sebenarnya orang tua ku berkeras untuk mengontrak sendiri , hanya aku tidak memberikannya karena kondisi kesehatan mereka yang aku khawatirkan.kondisi keuangan kami saat itu bertambah buruk, bisnis ku habis tertipu sebesar 100 juta rupiah. Bisnis yang diharapkan bisa memberi segalanya, seketika hancur berantakan. Seolah awan gelap tidak ada habisnya, tapi aku menolak untuk mundur. Aku angkat dalam doa dan bersujud kepada Tuhan untuk memberikan ku semangat baru.

Aku harus bisa membahagiakan keluargaku apapun yang terjadi,singkat cerita 2 tahun berlalu. Awal tahun 2017 tepat 20 Februari 2017 apa yang ku yakini dan perjuangkan selama ini terwujud. Rumah 2 lantai lengkap dengan kolam renang dan halaman yang luas serta kamar mandi lengkap dengan bath tube nya bisa aku dapatkan. 1,5 miliar harus ku keluarkan dari dompet untuk menjadikan sertifikatnya atas namaku. Aku bayar semua secara tunai. Kemerdakaan hati yang tidak ternilai oleh apapun dan yang pasti merdeka secara properti. Selamat tinggal rumah kontrakan, Tapi yang pasti aku bisa merasakan kebahagiaan ini bersama keluarga ku. Karena mereka meletakkan harapannya padaku. dan menemani kedua orangtuku dimasa tuanya juga sudah bisa aku wujudkan.
#123MaknaMerdeka

Tegar Argandi

Sabtu, 19/08/2017 19:12

#123MaknaMerdeka


Bagi seorang PNS di instansi yang kantornya ada di semua provinsi, membeli properti rumah adalah suatu dilema. Setiap tahun melihat sejawat bukan hanya pindah kantor, tapi juga pindah kota bahkan pulau. Ada yang baru beli, eh, tahun depannya ditinggalkan itu rumah, bahkan dijual lagi karena mutasi.

Merdeka bagi PNS seperti saya, adalah memiliki properti yang produktif. Yang bisa menghasilkan, minimal tidak sulit dan tidak terlalu murah untuk disewakan.

Properti, tentunya tak selalu rumah yang dihuni sendiri. Merdeka bagi kami, adalah memiliki properti yang terus berkembang, dimanapun pemiliknya berada. Alhamdulillah, saat ini sudah punya properti yang ditanami ratusan pohon. Melihat pohonnya sudah tinggi-tinggi, disitu saya merasa, 

Merdeka..!!!

Abdullah Bin Umar Hasan

Sabtu, 19/08/2017 19:21

Berdasarkan KBBI, salah satu pengertian Merdeka adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya);
Ya, Bebas! Merdeka memiliki berjuta makna tergantung dari perspektif mana kita melihatnya. Dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945 terdapat tujuan Negara Republik Indonesia yang salah satunya berbunyi "untuk memajukan kesejahteraan umum". Berdasarkan hal tersebut, maka saya berpandangan salah satu cara agar kesejahteraan umum bisa maju adalah dengan terpenuhinya tiga pilar kebutuhan primer umat manusia yaitu sandang, pangan, dan papan.
Papan merupakan salah satu dari tiga kebutuhan umat manusia yang sangat utama, yaitu hunian atau tempat tinggal. Jika satu dari tiga kebutuhan primer umat manusia khususnya di Indonesia tidak terpenuhi, maka kesejahteraan umum yang maju tidak akan tercapai. Dengan tidak tercapainya kesejahteraan umum, maka tujuan Negara Republik Indonesia belum terlaksana sepenuhnya. Dengan belum terlaksana sepenuhnya tujuan Negara Republik Indonesia. maka saya mempunyai pendapat bahwa kemerdakaan yang hakiki belum dirasakan secara maksimal oleh bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, agar kemerdekaan yang hakiki dapar dirasakan secara maksimal oleh bangsa Indonesia perlu rasanya ada sikap atau sifat dari setiap individu masyarakat dalam menyikapi makna kemerdekaan khususnya menyangkut tentang papan atau tempat tinggal, singkatnya properti pribadi. Jika makna kemerdekaan tentang kepemilikan properti pribadi bisa mengalir disetiap aliran darah, hembusan nafas, dan detak jantung warga bangsa Indonesia, maka niscaya kesejahteraan umum yang merupakan tujuan negara Republik Indonesia selangkah lebih maju untuk dicapai. Well, bagaimana setiap warga bangsa Indonesia dapat memaknai arti kemerdekaan kepemilikan properti pribadi? Saya akan jelaskan dalam bentuk "Indra" manusia.
* Indra Penciuman (Hidung)
#123MaknaMerdeka punya properti pribadi adalah kita bisa mencium aroma cat basah yang membasahi dinding rumah sendiri, aroma masakan yang mengepul dari dapur rumah kita sendiri, singkat kata aroma surga dunia.
* Indra Peraba (Kulit)
#123MaknaMerdeka punya properti sendiri dari sudut pandang indra peraba (kulit) adalah membuat bulu kuduk yang menempel pada kulit kita berdiri dan membuat kulit kita merinding karena hentakan debar jantung bahagia atas nama yang tertera di sertifikat properti pribadi yang kita miliki atas nama diri kita pribadi.
* Indra Pendengaran (Telinga)
#123MaknaMerdeka memiliki properti pribadi baik itu rumah, tanah, dll adalah telinga akan selalu siap mendengar kata investasi. Karena, properti merupakan investasi yang sangat menguntungkan. Harga properti tidak akan yang turun, kan? hee
* Indra Penglihatan (Mata)
#123MaknaMerdeka kepemilikan properti pribadi adalah betapa mata kita dimanjakan oleh keindahan yang....ah sudahlah...sulit untuk diutarakan. Pemandangan yang sangat menakjubkan adalah tatkala mata kita digunakan untuk melihat bentuk fisik dari properti yang kita miliki.
* Indra Perasa/Pengucap (Lidah)
#123MaknaMerdeka punya properti sendiri dilihat dari sudut pandang indra perasa/pengucap (lidah) adalah fasihnya kata-kata atau kalimat kebanggaan dan kebahagiaan yang terlontar dari lidah kita tatkala kita mempunyai properti sendiri.

Nicholas Flamel membuat cairan abadi
Voldemort dibinasakan oleh ketamakan
Mari berinvestasi dengan memiliki properti pribadi
Maka kemerdakaan yang hakiki akan kamu rasakan

#123MaknaMerdeka #HUTRI72 @rumah123.com

Aprina Retnaningrum

Senin, 21/08/2017 13:23

Memerlukan waktu 6 tahun sejak pernikahan kami untuk bisa memiliki properti sendiri. 3 tahun pertama tinggal bersama orang tua. 3 tahun berikutnya mengontrak rumah orang. Cukup lama memang. Karena keterbatasan finansial, semua harus diperhitungkan dengan matang. Banyak kebutuhan lain selain papan yang juga harus dipenuhi. Jangan sampai nanti terjadi masalah di tengah jalan. 

Setelah bekerja keras, berhemat ,dan menabung selama 6 tahun akhirnya kami nekat mengajukan KPR untuk membeli rumah. Kami berpikir, kalau menunggu sampai merasa cukup mungkin malah tidak akan terbeli karena nilai properti sangat cepat kenaikannya. Apalagi, bila mengontrak, kita tidak akan mendapatkan hasil apapun dari uang telah dikeluarkan. Rumah yang ditempati tetap saja tidak akan menjadi milik kita. Berbeda dengan mengeluarkan uang untuk membeli, walau memang lebih banyak namun pada akhirnya rumah tersebut akan menjadi milik kita sepenuhnya.

Memang terasa sekali bedanya sebelum dan setelah memiliki rumah sendiri. Tak ada lagi kekhawatiran akan masa depan, terutama masalah akan tinggal di mana. Kepastian yang ada membuat kami lebih optimis dalam menajalani hidup ini. Semangat dalam berkarya juga semakin menyala karena semua hasilnya akan kembali pada kita, tak hanya sekedar masuk tabungan orang lain saja. Walau rumah hanya sederhana saja, yang penting kami nyaman tinggal di dalamnya. Apalagi rumah ini bisa didekorasi dan dikembangkan sesuai dengan keinginan. Sedikit demi sedikit ditambah ini, ditambah itu hingga akhirnya nanti terwujud sebuah rumah impian. Bagi kami ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Semua jerih payah selama 6 tahun akhirnya terbayar lunas. Sungguh lega rasanya.

#123MaknaMerdeka

Lharasatie Kinanti Asaga

Rabu, 23/08/2017 02:02

Suatu bangsa memiliki tanah air sendiri dan suatu individu/keluarga memiliki rumah tinggal sendiri. Menuruku keduanya memilki ‘template’ yang sama hanya saja memiliki ukuran yang berbeda. Maka tidak salah apabila makna merdeka memiliki tanah air sendiri bagi suatu bangsa dengan makna merdeka suatu individu/keluarga memiliki rumah tinggal sendiri pun sama.

Sebelum to the point membahas maknanya, aku ingin memulainya dengan sebuah cerita agar memaknai nya lebih dapat ‘feel’. Cerita ini diasrikan dari perjalanan hidup ibu ku sendiri yang terukir dalam sejarah keluarga. Diawali dari perjuanagan ibu ku yang harus dipacu lebih kencang saat keadaan mengharuskannya untuk membesarkan ketujuh anaknya seorang diri. Senjata baginya untuk tetap bertahan hidup menghidupi tidak hanya dirinya namun juga kesemua anaknya adalah kue’.  Beliau membuka usaha kecil-kecilan dengan menerima pesanan dan mejual kue buatannya sendiri. Suatu titik terang pun muncul ketika ibu saya melalui perjuangan tunggalnya mampu untuk membeli tanah dan membangun rumah tinggalnya walaupun dengan cara sedikit demi sedikit, hal ini terjadi ketika kelima anaknya belum lahir ke dunia. Seiring dengan waktu yang tidak stagnan, keadaan keluarga ibu ku pun telah mengalami banyak perubahan. Kelima anaknya telah lahir kedunia, bahkan aku tengah mengenyam bangku SMP. Rumah ibu ku pun tak kalah mengalami perubahan, kini telah berpagar dan berlantai, namun tak hanya secara fisik, sangat disayangkan, status kepemilkannya pun harus rela ikut berubah. Walapaun bukan lagi seorang single parent, ibuku masih dengan perjuangan tunggalnya, terlebih jumlah jiwa yang menjadi tanggung jawabnya lebih banyak, dan harga kebutuhan pokok yang kian meningkat. Karena keadaan yang semakin ‘demanding’ itulah rumah ibu ku yang dulu ia bangun sedikit demi sedikit harus dijual. Ibuku yang dulu status nya seorang pemilik kini hanya sebagai mantan. Walaupun sudah menjadi Mantan, namun tetap tinggal bersama dan dengan keadaan si mantan telah dimiliki  orang lain. Jika ditanya rasa nya, sakit bukannya hanya dirasa hati, namun juga menusuk ke tulang. Begitulah kiranya keadaan relasi antara ibuku dan mantan rumahnya kini.

Dari kisah keluargaku itu, menurutku it’s fair to say bahwa baik bagi suatu keluarga maupun bangsa, memiliki rumah tinggal adalah tentang perjuangan. Dari kisah diatas pula menyiratkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan sebelum ‘kemerdekaan’ itu terjadi namun juga setelahnya, perjuangan untuk menjaga apa yang telah dimiliki. Layaknya suatu bangsa yang menginginkan tanah air nya bebas dari penjajah dimana para pejuang bangsa berjuang hingga titik darah penghabisan untuk merdeka, hal ini pun berlaku bagi individu/keluarga untuk melakukan hal yang sama demi memiliki rumah tinggal sendiri. Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, keduanya memilki ‘template’ yang sama, maka dapat dilakukan dengan cara yang sama pula yaitu berjuang. It takes a price to pay, both material and immaterial. Tentunya dari perjuangan demi rumah tinggal tersebut, ada sesuatu yang mendorong kita untuk melakukan hal itu. Ya..! Dijajah itu tidak enak! Begitupun bagi individu/keluarga yang tidak memilki properti sendiri dalam artian kontrak/sewa properti orang lain, apalagi homeless, tentu tidak enak rasa nya. Nah inilah dia, ‘rasa’. Iya ‘rasa’. Bagiku, sesungguhnya si ‘rasa’ inilah yang menjadi pendorong dan juga menjadi makna nya. Lalu, rasa yang seperti apa sih? Dalam hal ini rasa yang dimaksud adalah  rasa tidak nyaman, tidak tenang, tidak damai, yang kemudian diubah melalui perjuangan untuk bisa merdeka yang membuahkan hasil yaitu rasa damai, rasa tentram, rasa aman yang bersemayam pada setiap jiwa-jiwa yang merdeka tersebut.

Tulisan ini mungkin terlalu bertele-tele, maka jika saya coba sarikan, menurutku makna merdeka dari memilki properti sendiri adalah the feeling of security of today and the future days.

P.s. : Mungkin aku tidak pantas menulis tentang hal ini mengingat di hari ini aku pun belum memiliki property sendiri. Tetapi setidaknya aku pernah merasakan dan aku masih memiliki harapan.

#123MaknaMerdeka

#rumah123.com


Merdeka itu tentang tanggung jawab

Saat merdeka itu hak kita, maka memerdekakan diri kita telah menjadi tanggung jawab

Sejak kita adalah bagian dari bangsa, maka memerdekakan bangsa menjadi tanggung jawab

Merdekaaa…!!

Dewi Susilowati

Rabu, 23/08/2017 12:04

#123maknamerdeka
.
Pertama, i wanna say Thank Tuhan karena Negaraku sudah merdeka.
Jadi para WNI bisa berekspresi dengan melakukan banyak hal dan memiliki banyak hal termasuk property.
Kebayang kan, gimana kalau misalkan Negara kita belum merdeka ??
Jangankan memiliki property pribadi.
Hidup saja sulit, semua serba terbatas.
.
#123maknamerdeka
Negara merdeka dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat serta pembangunan.
Memahami makna merdeka dari sisi property.
Membuat para generasi muda menginginkan memiliki Property pribadi.
Meskipun harga property selalu naik dengan cepat dan terkadang untuk membeli dengan cara Cash itu tidak mudah.
Beruntung dengan adanya banyak solusi perbankan.
Misalkan KPR , KPA, hingga Rumah subsidi dari Pemerintah.
Untuk KPR & KPA, sekarang ini developer serta perbankan semakin memudahkan cara pembayaran.
Dengan hal itu, semakin membuat banyak orang untuk MERDEKA dalam memiliki Property.
.
Kenapa harus MERDEKA dalam memiliki property pribadi ?
Karena manusia itu bertumbuh dan secara manusiawi menginginkan tempat yang aman serta nyaman.
Dengan memiliki tempat tinggal pribadi.
Maka, bisa melakukan banyak hal lebih bebas (tetap mematuhi norma serta Etika).
Misalkan, bisa menghias rumah sesuai keinginan.
Membuat taman sebagai area hijau di rumah.
Dapur yang bebas di modifikasi sesuai keperluan memasak.
Me manage ruangan-ruangan sesuai keperluan dan fungsi yang diinginkan.
Yang lebih penting adalah,
Dengan memiliki property pribadi sehingga kita bisa menciptakan mindset bahwa itu adalah tempat terbaik untuk kembali.
Sejauh apa pun kamu pergi, maka rumah adalah tempat terbaik untuk kembali.
Dan untuk anak, kita bisa membuat banyak memory bahagia di rumah pribadi.
Karena rumah adalah tempat anak merasa aman dan nyaman.
Mungkin jika masih mengontrak, anak akan mengalami masa berat sering pindah dan beradaptasi lagi.
Mengontrak/menyewa akan terbebadi dengan biaya sewa, sedangkan property tersebut tidak sepenuhnya kita miliki.
Padahal biaya sewa bisa saja sama besarnya dengan biaya cicilan jika KPR.
.
#123maknamerdeka
Semoga di usia Indonesia yang ke-72 ini,
Pembangunan semakin rata.
Kondisi ekonomi semakin stabil.
Sehingga investor, developer serta perbankan akan memudahkan untuk kita memiliki Property pribadi.
.
#123maknamerdeka
Jangan lupa, Merdeka finansial juga yaa.
Sisihkan uang untuk pembelian property.
Minimal untuk DP.
Semangat untuk memiliki property pribadi yaa.
.
Dan untuk Rumah123com sangat berpartsipasi untuk banyak Warga masyarakat tentunya dalam memberi banyak informasi properti.
Rumah123com sudah sangat ikut memajukan Negara ini.
Dengan memberi info dan memudahkan pencarian Property, jadi membantu banyak masyarakat dalam mencari hunian.
Sukses selalu....
.
#123rumah #123maknamerdeka

Afandi Teguh Afriyanto

Rabu, 23/08/2017 14:41

Nama Saya Afri dan Ini Salah Satu kisah Sahabat saya yang Bernama Erik. Kami telah bersahabat sejak 6 tahun lalu Bekerja di Toko di Mal di Kota Malang . Dia adalah Sosok kepala Rumah tangga yang ingin Membahagiakan Anak dan istrinya . Ketika Awal pernikahan nya Dia Hidup bersama di PMI alias Pondok Mertua Indah hehe , tidak sesuai dengan Nama nya yang indah . Kehidupan nya di Alami begitu serasa sulit karena Ketika Dia ingin Melakukan Sesuatu Mertuanya selalu ikut Campur. Contog kecil Ketika dia ingin membeli Satu Set Sofa untuk di Ruang Tamu dan bercerita ke Istri nya , Namun ketika Mertua nya mendengar , mertua tersebut tidak Setuju apa yang Mas Erik akan lakukan dan Diurungkan lah niat membeli Sofa tersebut .. Berceritalah kepada Saya tentang pengalaman nya seperti selalu Diatur dan Dilarang oleh mertuanya. Dia pun mulai berpikir kritis. Andaikan dia mengontrak, pasti harga sewa kontrakan juga tidak murah. Dan bisa saja dia berpindah² kontrakan karena harga sewa kontrakan yg akan terus bertambah jika listrik dan air naik. Dan tentu saja status kepemilikan tidak ada. Sedangkan jika dia membeli rumah melalui KPR. Dia sama dengan mengontrak, membayar angsuran setiap bulan. Tetapi, dia tidak akan khawatir harus berpindah² karena angsurannya tidak akan ada perubahan. Dan statusnya jg berbeda yakni Rumah milik sendiri. Akhirnya sahabatku memutuskan untuk membeli rumah melalui KPR. Meskipun angsurannya dengan jangka waktu yang lama yakni 10 tahun. Namun dia senang, karena dia akan miliki sebuah rumah di masa depan. Dan kini Dia Sudah Menginjak Di Tahun Ke 8 pembayaran Rumahnya, berat dan penuh perjuangan Memang untuk Merdeka , kurang 2 Tahun lagi dia adalah Pemilik Rumah tersebut. Penuh Suka dan Duka nya Membayar Angusaran Setiap bulan. Tetapi dia Lakukan Dengan Semangat agar kelak di Masa Depan Dia ,istri dan Anak nya bisa menikmati kehidupan yang lebih layak dan Menyenangkan karena Dia hidup bersama Keluarga yang dicintainya tanpa perlu ada yang ikut Campur di dalam kehidupan Keluarga nya . Dari cerita sahabatku, aku menemukan makna kemerdekaan, Ketika menginginkan Sesuatu Untuk Kita Perjuangkan Maka Kita Harus Semangat untuk Berjuang untuk Memperoleh Hasil tersebut dan berani mengambil keputusan dan berani melangkah lebih maju untuk masa depan yg lebih baik. Rumah adalah pilihan terbaik untuk masa depan kita. Merdeka !!! #123rumah #123maknamerdeka

Danny Gibran

Rabu, 23/08/2017 20:25

Melihat thread ini, saya ingin ikut bercerita tentang apa yang pernah saya alami.


Terlahir sebagai anak (tak sengaja) tunggal tentunya menyenangkan bila orang melihatnya namun dibalik itu semua ada beban besar yang harus ditanggung seorang diri saat dewasa kelak. Hal itu yang terngiang dipikiran saya sejak kecil. Memulai sesuatu dengan usaha sendiri, menikmati hasil jerih payah dari usaha sendiri, membahagiakan orang sekitar dengan usaha sendiri. Sejak SMA mencoba untuk tidak meminta uang jajan ke orang tua karena ingin mencoba apa yang dulu mereka lakukan juga ke orang tua mereka. Bukan berarti tidak bahagia dengan apa yang didapat saat itu namun lebih ingin merasakan apa yang dulu mereka rasakan hingga bisa seperti sekarang ini.

2010 hal yang tidak kita inginkan terjadi. Jatuh di titik terendah dalam hidup yang tidak terbayangkan sebelumnya. Saya masuk dunia kerja. saya berjanji akan kembali membahagiakan orang tua. Kepindahan mereka ke tempat tinggal yang tidak seharusnya menjadi pikiran. Mereka seharusnya berada di "rumah". Kehidupan yang mereka punya menjadi tidak semerdeka dulu. Bagaimanapun juga yang namanya kontrakan tidak akan bisa menggantikan posisi "home sweet home".

Memulai menabung lagi, hidup dengan tanggungan di Jakarta, dan orang tua yang harus dibiayai. Orang tua mencoba pindah ke luar ibukota untuk meringankan beban. Sampai pada akhir 2016 saya akhirnya bisa membangun istana tempat tinggal kami lagi. Orang tua kembali ke rumahnya yang seharusnya, saya bahagia. Kami kembali MERDEKA di ibukota. Kembali bebas melakukan hal apa saja bersama keluarga tercinta. :)

Mungkin biarlah cerita ini menjadi masa lalu kami. Sekarang kita sayangi apa yang kita punya. Berikut beberapa foto rumah yang sangat sangat kami cintai.

#123MaknaMerdeka #rumah123 #MERDEKA

Admin Rumah123

Rabu, 13/09/2017 10:15

Selamat kamu terpilih menjadi salah satu pemenang kuis #123MaknaMerdeka. Kirimkan biodata lengkap (Nama+ Alamat Pengiriman+ Tlf+ email) melalui sosial media Rumah123.com paling lambat 14 hari kerja.

Riyo Pradytia

Kamis, 24/08/2017 21:13

Bagi saya punya rumah sendiri itu MERDEKA!! 

Karena saya punya pengalaman tinggal dikosan, kontrakan sampai punya rumah sendiri. Dan menurut saya inilah arti MERDEKA punya rumah sendiri. 

MERDEKA mendesain rumah sendiri, mendesain ruangan sesuai tema yang saya mau, dan mengisi rumah dengan berbagai furniture sesuai keinginan saya. Yang jika saya kontrak atau kosan saya tidak bisa mendesain ruangan sesuai yang saya inginkan. Misalnya saya akan pasang ac dikontrakan, pasti saya tidak boleh membuat lubang di dinding tembok ruangan. 

MERDEKA memasang pajangan sesuai keinginan saya, karena jika kontrak tidak boleh banyak paku tertancap di dinding. 

MERDEKA mengadakan acara bersama teman-teman, jika di kosan tidak bebas karena bisa kena tegur samping kamar karena berisik. Bebas bbq an sampai pagi karena kalau saya ngekos ada jam malamnya. 

MERDEKA mengajak keluarga untuk tinggal bersama saya, jika dikosan akan dikenakan uang tambahan karena ada keluarga yang menginap. 

MERDEKA memarkir mobil jika ada keluarga yg berkunjung, karena jika saya kos atau mengontrak sangat susah memarkir mobil. 

MERDEKA menambah barang-barang elektronik sesuai kebutuhan saya, karena kalau kos pasti akan kena tambah biaya listrik. 

Dan yang lebih penting jika dulu waktu kos dan ngontrak saya akan memperkaya pemilik, sekarang saya bebas memperkaya diri sendiri. MERDEKA!!

#123MaknaMerdeka 
#NekatBeliRumah

ciwa caca

Jumat, 25/08/2017 01:59

Kemerdekaan yang “ Terbelenggu “

Image result for senang beli rumah

Tahun 2017, 72 tahun sudah Indonesia merdeka sejak tahun 1945. Begitu banyak hal yang telah dibangun bangsa ini sehingga menjadi bangsa yang besar seperti sekarang. Walaupun belum  menjadi negara maju tapi perkembangan signifikan sudah bisa terlihat, kita doakan saja semoga target menjadi negara maju di tahun 2025 bisa terwujud. Saat ini secara keseluruhan kita bisa melihat pembangunan mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, pariwisata, pendidikan, infrastruktur dan lainnya menjadi bukti perkembangan Indonesia dari masa ke masa.  

Image result for kemerdekaan indonesia 72

Namun saat ini saya ingin melihat kemerdekaan dari sudut padang segelintir penduduk Indonesia, yang sampai detik ini seolah masih menjadi bayang – bayang nyata yang menjadikan kemerdekaan bukanlah hal yang bisa mereka rasakan. Saya berbicara mengenai Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR ) yang jika kita lihat masih banyak yang tidur beralaskan tanah dan beratapkan langit. Mereka tidak punya tempat yang layak untuk berteduh.

Ditengah kita merayakan kemerdekaan, justru yang mereka rasakan adalah sebaliknya. Mereka seperti masih hidup di jaman penjajahan, setiap saat mereka harus siap siaga dikala hujan turun guna mengantisipasi banjir. Ditambah penyakit yang selalu hidup berdampingan dekat mereka. Jika masih ada saudara kita yang merasakan hal seperti itu, lalu apa artinya kemerdekaan Indonesia. Bukankah kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan merata di seluruh lapisan masyarakat.

Image result for rumah kumuh

Secara khusus saya ingin membahas soal Program 15 juta rumah murah dengan pembangunan 1 juta rumah setiap tahun nya, yang dilaksanakan oleh Presiden Jokowi. Yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat kecil. Sedikit bicara fakta, tahun 2016 program 1 juta rumah hanya bisa terealisasi diangka 850 ribu unit. Sedangkan sampai pertengahan tahun 2017 ini baru sekitar 700 ribu unit. Tapi bukan itu persoalan utama, saya melihat kalaupun rumah bisa terealisasi apakah cara kepemilikannya memungkinkan bagi mereka yang berpenghasilan rendah.

Kita sudah pernah mendengar perihal rumah Dp 1 %. Pemerintah bekerja sama dengan beberapa bank guna penyaluran kredit, tapi apakah implementasi dilapangan bisa dilaksanakan dengan mudah? Apakah persyaratan kredit subsidi ini berpihak kepada rakyat kecil? Saya tidak ingin bicara data dan fakta secara menyeluruh, hal di atas saya sampaikan hanya sebagai gambaran bahwa kemerdekaan properti rakyat Indonesia masih jauh dari sempurna, tentu hal ini terkait pertumbuhan pendduduk yang tinggi yang tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan lahan dan permukiman untuk seluruh rakyat Indonesia.   

Tapi secara khusus saya berdoa agar penyaluran rumah subsidi tepat kepada sasaran dan bukan malah menambah aset investor guna meraih keuntungan. Saya percaya pemimpin kita bisa menjaga amanat rakyat dan memajukan bangsa kita yang sebagian masih “ terjajah “ dan “ terbelenggu “ di tengah hiruk pikuk kemerderkaan.

Jika bicara pribadi, saya bersyukur sudah memiliki rumah sendiri yang cukup untuk kami tinggali sekeluarga. Dan bukan kebetulan rumah ini kami beli lewat www.rumah123.com pada tahun 2015 lalu setelah melihat harga yang ramah dikantong dan pilihan yang beragam serta agen penjual yang ramah di web tersebut, saya tidak berfikir 2 kali untuk membelinya secara tunai keras. Bagi saya memiliki rumah sendiri seperti bukti pencapaian saya pribadi dan memotivasi saya untuk bisa lebih membuat orang mau berjuang agar impiannya bisa terwujud.

Image result for bersyukur punya rumah

Semua karena Tuhan, kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Saya percaya segala sesuatu bisa terwujud. Yang paling utama bukan seberapa besar rumah kita tapi seberapa besar kasih sayang di dalam rumah tersebut. Karena rumah bisa kita beli tapi kasih sayang tidak ada yang menjualnya.

#123MaknaMerdeka


Image result for rumah123

Jhonni Siregar

Jumat, 25/08/2017 02:49

Mempunyai rumah sendiri memang menyenangkan dan bisa dibilang merdeka, kenapa merdeka karena tidak lagi dihantui pikiran untuk membeli rumah, atau harus memikirkan cicilan kredit bank karna membangun atau beli rumah. Yang di pikirkan hanya tinggal membayar pengeluaran bulanan untuk listrik, air dan lainnya. Untuk membeli rumah tergantung pada diri pribadi mau rumah yang bagaimana, mau membangun sendiri atau membeli rumah yang sudah jadi, nyarinya juga gampang karna ada rumah123.com yang menyediakan banyak iklan rumah di berbagai lokasi di seluruh indonesia dengan kemudahan kredit rumah yang murah bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pribadi.

#123MaknaMerdeka

Margareta maria Beppi arista

Jumat, 25/08/2017 08:44

Di zaman modern seperti ini kata Merdeka memiliki banyak arti dengan konsep yang luas bagi semua org. merdeka tidak hanya diartikan sebagai merdeka dari para penjajah ataupun merdeka dalam mengeluarkan pendapat saja, tapi di zaman sekarang ini merdeka dalam hal perekonomian merupakan salah 1 hal yang sangat di dambakan oleh sebagian org. Merdeka dalam hal perekonomian ini juga bagi org yg kurang mampu salah satunya adalah merdeka dari kesusahan hidup yg sedang di alami, salah satunya adalah merdeka dengan adanya properti seperti rumah bagi mereka yg tidak memiliki rumah.
Arti dari kata RUMAH itu sendiri saja sangat lah bernilai di mata mereka yg masih belum memiliki rumah untuk bernaung dan terus menerus pindah dari satu tempat ke tempat lain. Bagi mereka yg belum pernah merasakan sendiri apa arti dari kata RUMAH itu sendiri sangat merindukan dan mendambakan hal tersebut. Bukan untuk suatu tempat yang mewah tapi hanya sebuah tempat dimana disana mereka dapat berteduh dikala panas dan hujan dan sebuah tempat dimana mereka dapat menyebutnya "That's My Home Sweet Home". Satu kata yg dapat mendeskripsikan banyak rasa yg sangat dirindukan dan sangat didambakan bagi sebagian org.
Begitu pula dengan keluarga saya. Saya sangat merindukan dan mendambakan satu tempat yg dapat saya sebut Rumah bukan hanya saya, tetapi keluarga saya sangat mendambakannya. Keluarga kami harus terus berpindah pindah tempat tinggal sejak saya masih bayi sampai sekarang. Hingga suatu kali kami pernah tinggal dikandang babi milik org lain dan saya pada saat itu belajar berjalan di kandang babi tersebut karna kami tidak lagi memiliki uang bahkan untuk makan pun semuanya tidam cukup apalagi untuk menyewa rumah. Pernah satu kali kami di beri menumpang di rumah org dan tiba tiba kami diusir karna rumah tersebut telah dijual dan kami hanya diberi waktu 1 minggu untuk pergi dari rumah tersebut hingga kami tidak tahu harus pindah kemana. Tapi hidup ini harus terus berjalan dan semuanya tergantung pada sudut pandang apa yg kita ambil untuk melihat hidup ini. Bila kita melihatnya sulit maka hidup ini akan semakin sulit dan terasa sangat berat, maka setidaknya kami belajar bersyukur dan mulai belajar untuk melangkah dan berjuang untuk meraih makna dari kata MERDEKA itu sendiri bagi kekuarga kami walau tidaklah mudah untuk melakukannya. Hingga saat ini pun orang tua saya masih mengontrak sana sini. Dan hingga saat ini pula kami pun masih berjuang untuk mendapatkan arti kemerdekaan itu sendiri. Tidak hanya merdeka keuangan tetapi merdeka untuk mendapatkan rumah sendiri. Biarpun itu kecil yang penting kami bisa berteduh saat panas dan hujan dan merasakan kemerdekaan yg telah 22 tahun kami nantikan dan perjuangkan selama ini. Salam dari sang pejuang kehidupan yg akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan... ☺


#123MaknaMerdeka

Junior Echot

Jumat, 25/08/2017 10:43

sudah menginjak 25 tahun ini tapi saya belum juga punya rumah impian saya sendiri, sudah mengupayakan untuk menabung masih juga kurang, terkadang uangnya habis untuk keperluan lain. bisa dibilang semuanya serba pas-pasan. lalu terbesit lah dipikiran saya untuk mencoba meminjam untuk membeli rumah, tapi selalu timbul perdebatan bagaimana bila tidak bisa dikembalikan, terus bunganya bagaimana. untuk itu dihari kemerdekaan ini komitmen saya untuk merdeka dari tempat tinggal yaitu punya rumah sendiri yang saya impikan. apalagi saya ingin berkeluarga jadi semua harus sudah siap apalagi tempat tinggal sendiri.


memang sulit tapi jika tidak mau keluar untuk kerja lebih keras lagi maka saya akan tinggal ditempat yang sama ngontrak seterusnya. dan dimana harga properti akan terus naik seiring waktu. oleh karena itu terimakasih buat @rumah123 karena dengan banyaknya thread yang memotivasi untuk segera membeli rumah ini saya jadi tambah semangat dan terinspirasi untuk cepat memiliki rumah. disalah satu thread dari @rumah123 ini ada tertulis nekat beli rumah di usia muda, dan itu sangat menampar saya karena ada orang lain di usia yang sangat muda berani mengambil keputusan yang sangat sulit dan penuh komitmen tinggi untuk punya rumah sendiri di usia yang masih muda. usia yang dibawah saya bahkan. beberapa thread juga menampilkan iklan rumah murah yang strategis dekat dengan tempat tinggal saya saat ini.tapi kembali lagi uang yang saya miliki belum mencukupi untuk mewujudkan impian tersebut.

untuk itu #maknamerdeka buat saya kalo sudah punya rumah impian saya sendiri seperti yang dikatakan di thread diatas bisa melakukan apapun tanpa harus memikirkan jatuh tempo bayar rumah, bisa merenovasi rumah sendiri dengan keinginan sendiri tanpa memikirkan pemiilik rumah. banyak hal yang bisa disyukuri dengan memiliki rumah sendiri. sekarang impian tersebut sudah jalan dan masih menghitung hari untuk mewujudkannya. seperti pada jaman perjuangan 45 dimana para pejuang dengan semangat gigih dan disipilin untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah yang merampas hak dimana kita tinggal di indonesia ini. saya pun berjuang sebagai warga indonesia dengan tujuan sendiri untuk memiliki kemerdekaan atas tempat tinggal punya rumah impian sendiri, walau sulit banyak rintangan yang menghadang tapi dengan tekad kuat serta motivasi dari @rumah123 ini saya yakin pasti bisa mewujudkannya. dimana ada pepatah yang mengatakan "Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak berjuang untuk mengubah nasibnya sendiri" jadi lain kata semuanya ada pada diri dan keyakinan kita akan adanya perubahan atas hidup kita sendiri.

yang terakhir apapun itu bukan soal menjadi pemenang tapi mindset atau pola pikir kita dari kuis ini yang benar-benar mengubah hidup kita dengan perjuangan yang sesungguhnya dari #maknamerdeka dalam hal ini mempunyai rumah impian sendiri. dimana ada kemauan disitu ada jalan. dan @rumah123 punya banyak link untuk mewujudkannya. jadi semoga ini juga menjadi doa dan jika Tuhan berkehendak dalam waktu dekat mungkin saya akan mencari lagi thread dari @rumah123 ini yang mengiklankan rumah yang strategis tadi yang dekat rumah saya saat ini. buat yang sedang berjuang sama seperti saya ingatlah kalian tidak sendiri, banyak juga yang sedang berjuang untuk merdeka dari tempat tinggal menuju rumah impian sendiri. semoga kemenangan atas tempat tinggal menjadi milik kita semua bangsa indonesia tanpa ada rasa diskriminatif atau tidak sanggup membayar ada kemenangan atas kerja keras kita semua.ada hasil yang manis di ujung sana jika kita serius dan komitmen tinggi akan tujuan kita punya rumah sendiri. jangan menyerah Tuhan tidak akan meninggalkan kita seorang diri yang tengah berjuang keras merebut kemerdekaan atas tempat tinggal. 

itulah #maknamerdeka menurut saya. GodBless us

Read more at https://forum.rumah123.com/article-4763-rumah123com-123maknamerdeka#yZOryBBLmKmoxYIv.99

Athar Nurdiansyah

Jumat, 25/08/2017 11:12

Tahun 2013, saya menikah. setelah menikah kami sepakat untuk tidak tinggal di rumah mertua. karena ingin hidup mandiri. kami putuskan untuk mengontrak, waktu itu saya dan istri mempunyai gaji pas-pasan. selang 1 tahun, kami sangat sedih. karena di usir sama yang punya kontrakan. padahal tiap bulan, kami tidak pernah nunggak bayar kontrakan. saya dan istri tidak tahu alasan nya apa. kala itu, pengen banget punya rumah walaupun type 21. akhirnya kami putuskan untuk ambil rumah walaupun DP nya pinjam sama kantor. dan alhamdulilah sekarang saya dan istri punya rumah walaupun cuma type 21. walaupun harus nyicil selama 15 tahun. itu makna kemerdekaan ku punya properti sendiri @Rumah123 #123MaknaMerdeka

Cyrillus Mahendra

Jumat, 25/08/2017 11:47

Merdeka memiliki banyak arti tergantung bagaimana manusia memandangnya dalam konteks pribadi yang ada dalam kehidupan mereka. Bagi saya sendiri, merdeka adalah kebebasan. Yap, kebebasan yang sesungguhnya adalah kebebasan yang bebas lepas namun tetap memikirkan kebebasan orang lain. Contoh nyata dari pernyataan saya diatas adalah kehidupan didalam keluarga. Kehidupan dalam keluarga akan semakin harmonis jika didalam keluarga kita dapat melakukan apapun dan memujudkan apa yang keluarga kita inginkan. Namun pernyataannya adalah: Apakah keluarga kita sudah merdeka? Bagaimana dengan keluarga orang lain?

Seringkali orang mengatakan bahwa dimanapun kita berada asalkan disitu keluarga kita juga berada disanalah rumah kita. Apakah pernyataan tersebut benar? Ya, bagi saya pernyataan tersebut adalah benar tapi tidak sepenuhnya benar. Jika seperti itu, bagaimana dengan mereka yang hidup dibawah jembatan? Bagaimana dengan yang tidur di emperan toko dan dipinggir jalan? Apakah mereka dan kelurga mereka sudah merdeka? Dari apa yang sering saya lihat dijalanan selama ini mereka adalah orang-orang yang belum merdeka karena mereka masih dijajah oleh “bangsa” kemiskinan.

Saya berasal dari Yogyakarta dan saya mempunyai seorang teman sewaktu saya masih duduk di bangku SD. Teman saya tersebut adalah orang yang baik walapun beberapa kali saya dulu sering bertengkar dengannya, yah namanya juga anak kecil. Tapi ada sesuatu yang membuat saya tidak sampai hati kepada teman saya. Dia hidup dalam keluarga yang berkekurangan dimana dia dan keluarganya harus hidup berpindah-pindah rumah. Dari hidup bersama keluarganya di rumah yang layak sampai hidup di rumah yang kumuh. Sampai akhirnya saya tidak berjumpa lagi dengannya karena dirinya memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu ayahnya bekerja diluar kota. Pengalaman lain yang juga membuat saya bertanya-tanya akan makna merdeka adalah ketika saya melakukan kegiatan bakti sosial bersama rekan-rekan saya. Saat itu, saya dan rekan-rekan saya mengunjungi seorang nenek yang sudah lanjut hidup sendirian di sebuah gubuk reyot yang sangat tidak layak huni. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya hidup di gubuk dimana kamar tidur, dapur, dan ruang tamu menjadi satu. Sungguh tidak nyaman bukan? Dari kedua pengalaman tersebut saya bertanya: Dimanakah kemerdekaan itu berada? Apakah kemerdekaan berada dirumah kontrakan atau di sebuah gubuk?

Pengalaman yang ada dan peristiwa yang saya temui sehari-hari seperti cerita diatas menjadi refleksi bagi saya untuk menemukan “merdeka” yang sesungguhnya dalam hidup. Saya lalu memahami bahwa “merdeka” dapat ditemukan didalam keluarga kita masing-masing, ditempat tinggal yang kita sebut rumah. Saya juga bersyukur karena saya dan keluarga saya mempunyai rumah yang nyaman dan indah untuk ditinggali serta memiliki kebebasan bersama sehingga saya dapat hidup dalam keharmonisan bersama keluarga. Saya juga berharap kita semua dapat memberikan kehangatan nurani kita bagi mereka yang hingga saat ini masih dijajah oleh “bangsa” kemiskinan karena telah menjadi tugas kita untuk memerdekakan mereka yang masih harus tidur dijalanan, tidur diemperan toko dan dibawah jembatan agar mereka dapat merasakan rasanya kemerdekaan yang sesungguhnya bersama keluarga mereka dibawah atap yang pantas dan nyaman.

Memang benar dimanapun kita berada asalkan disitu keluarga kita juga berada adalah rumah bagi kita namun alangkah hidup ini akan semakin lebih indah dan bahagia jika kita dan keluarga kita dapat hidup dirumah yang nyaman. Dengan hidup dirumah yang nyaman kita pasti dapat meraih kebebasan yang menghadirkan keharmonisan dalam keluarga kita karena rumahku adalah istanaku dan rumahmu adalah istanamu.#123MaknaMerdeka

Muhammad Ardiansyah

Jumat, 25/08/2017 15:50

#123MaknaMerdeka akan tercapai jika sejak dini sudah bisa mengalokasi dana darurat untuk kesehatan keluarga / asuransi jiwa, dana pembelian properti rumah dan pembelian saya ajukan di www.rumah123.com yang terencana karena tepat memilih, model properti juga sesuai dengan jumlah anggota keluarga saya, dan jarak dari perkerjaan tidak terlalu memakan waktu perjalanan dan tempat yang sangat strategis, disisi lain saya menyiapkan investasi dana pensiun demi generasi anak-anak, setidaknya merasa #123MaknaMerdeka telah diraih apabila tanggungjawab pada keluarga telah dilakukan dan untuk generasi berikutnya saya mengajarkan prinsip yang sama, dan semua terlaksana adapun kebutuhan sekunder bisa terpenuhi sekarang & tidak lupa sebagai pemegang NPWP saya bertanggungjawab untuk taat pajak.
For life, for experience, for the future finance.

muhammad iqbal

Jumat, 25/08/2017 16:12

 Malam itu merupakan satu malam diantara malam-malam lainnya yang membuat kami capek dalam menjalani kehidupan di kota perantauan sebagai mahasiswa. Setiap hari kami harus pulang larut malam untuk menyelesaikan tanggung jawab kami sebagai mahasiswa di Kampus. Pada malam itu kami mendapatkan pengalaman yang cukup membuat kami sedih dan merenung. Sudah setahun kami mengontrak rumah di sebuah perumahan. Seperti yang sudah dibilang diawal kami keluar rumah pada pagi hari dan masuk rumah pada larut malam sekita pukul 24.00 atau 01.00. Pada malam itu kami henda masuk rumah pada pukul 01.00 pagi, sketika kami henda masuk rumah terdapat Pak RT, Pak RW dan satpam peerumahan yang menghampiri kami. Pada malam itu bapak-bapak yang datang itu datang dan memaki kami. Alasan beliau bertindak seperti itu karena kami selalu pulang tengah malam. Kami disangkan sebagai mahasiswa yang keluar masuk diskotik, dan tak luput kami dicela hingga mengeluarkan kata “mahasiswa apaan pulang tengah malam terus, ingat pergaulan bebas itu bahaya. Kesini itu kamu kuliah bukan pergi untuk kediskotik, foya-foya dan maksiat”. Karena mendengar hal itu kami bertiga yang baru pulang dari kampus hanya bisa terdiam, karena kami tidak ingin melawan. Meskipun kami sudah bilang alasan kami bahwa kami ada tugas, beliau tetap saja tidak percaya hingga akhirnya beliau yang datang itu berkata “ mending mulai besok kalian keluar saja, cari tempat tinggal lain jangan ngontrak disini lagi. Kami tidak menerima pemuda foya-foya”. Kami langsung terdiam dan masuk rumah dengan wajah kusut. Dari kejadian tersebut aku sadar makna dari sebuah kemerdekaan adalah mendapatkan sebuah kebebasan, keadalian, dan perlakuan yang memanusiakan manusia. Hal tersebut bisa lewat memiliki rumah sendiri. Aku berfikir dengan memiliki rumah sendiri aku bisa lebih dihargai dan setidaknya akupun bisa bebas beraktifitas. Harapanku dengan MEMILIKI RUMAH SENDIRI aku sebagai MAHASISWA dapat merasakan makna dari sebuah KEMERDEKAAN.

muhammad iqbal

Jumat, 25/08/2017 16:16

Malam itu merupakan satu malam diantara malam-malam lainnya yang membuat kami capek dalam menjalani kehidupan di kota perantauan sebagai mahasiswa. Setiap hari kami harus pulang larut malam untuk menyelesaikan tanggung jawab kami sebagai mahasiswa di Kampus. Pada malam itu kami mendapatkan pengalaman yang cukup membuat kami sedih dan merenung. Sudah setahun kami mengontrak rumah di sebuah perumahan. Seperti yang sudah dibilang diawal kami keluar rumah pada pagi hari dan masuk rumah pada larut malam sekita pukul 24.00 atau 01.00. Pada malam itu kami henda masuk rumah pada pukul 01.00 pagi, sketika kami henda masuk rumah terdapat Pak RT, Pak RW dan satpam peerumahan yang menghampiri kami. Pada malam itu bapak-bapak yang datang itu datang dan memaki kami. Alasan beliau bertindak seperti itu karena kami selalu pulang tengah malam. Kami disangkan sebagai mahasiswa yang keluar masuk diskotik, dan tak luput kami dicela hingga mengeluarkan kata “mahasiswa apaan pulang tengah malam terus, ingat pergaulan bebas itu bahaya. Kesini itu kamu kuliah bukan pergi untuk kediskotik, foya-foya dan maksiat”. Karena mendengar hal itu kami bertiga yang baru pulang dari kampus hanya bisa terdiam, karena kami tidak ingin melawan. Meskipun kami sudah bilang alasan kami bahwa kami ada tugas, beliau tetap saja tidak percaya hingga akhirnya beliau yang datang itu berkata “ mending mulai besok kalian keluar saja, cari tempat tinggal lain jangan ngontrak disini lagi. Kami tidak menerima pemuda foya-foya”. Kami langsung terdiam dan masuk rumah dengan wajah kusut. Dari kejadian tersebut aku sadar makna dari sebuah kemerdekaan adalah mendapatkan sebuah kebebasan, keadalian, dan perlakuan yang memanusiakan manusia. Hal tersebut bisa lewat memiliki rumah sendiri. Aku berfikir dengan memiliki rumah sendiri aku bisa lebih dihargai dan setidaknya akupun bisa bebas beraktifitas. Jika reezeki menghampiiku dan aku punya rumah sendiri aku akan ajak teman sesama mahasiswa agar dapat tenang dalam melaksanakan aktivitas sebaga mahasiswaHarapanku dengan MEMILIKI RUMAH SENDIRI aku sebagai MAHASISWA dapat merasakan makna dari sebuah KEMERDEKAAN. @Rumah123.com #123MaknaMerdeka

Muhammad Afsal Alfadi

Jumat, 25/08/2017 17:23

Merdeka itu Satu, "Sejahtera"
#123MaknaMerdeka

Fairuz Baroom

Jumat, 25/08/2017 17:25

Makna Merdeka bagi saya baru saya rasakan beberapa bulan ini.

Saya adalah ibu rumah tangga yang belum dikaruniai anak,saya dan suami sering sekali berselisih paham.
Suami adalah orang yang sangat ringan tangan,sering sekali mencari masalah yang bahkan tidak ada sebabnya.
Pada akhirnya kini kami akan berpisah. kenapa saya bilang ini merdeka untuk saya?
Saya sama sekali tidak berhak mendapat perlakuan atau penganiayan apapun dari dia lagi,tentu saja itu adalah Kemerdekaan seorang wanita yang hakiki saat ini yang saya rasakan.
Kini meskipun sendiri saya hanya berfokus ingin membahagiakan orang tua saya dengan cara apapun,karena sekarang merekalah hal yang terpenting dan paling utama untu saya.
@rumah123.com #123MaknaMerdeka

Wury Margiwiarsih

Jumat, 25/08/2017 17:41

#123MaknaMerdeka

Setelah menikah pada tahun 2005, kami menumpang di rumah orang tua saya. Di rumah yang tidak begitu besar itu kami tinggal berlima, ayah, ibu, adik, saya dan suami.  Sejak awal sebenarnya suami saya sungkan tinggal bersama orang tua saya, namun apa boleh buat, kami belum punya rumah sendiri.
Setahun kemudian anak kami yang pertama lahir, kami dan orang tua menyambutnya gembira. 

Hari-hari berlalu, tak terasa anak kami sudah berumur setahun, kami masih tinggal bersama orang tua kami.  Anak saya kini sudah bisa berjalan dan mulai beraktivitas layaknya batita, main dan berlari kesana-kemari.   Karena rumah yang lumayan sempit, anak kami kurang leluasa bermain, bahkan sering terbentur dan menabrak sesuatu saat main lari-larian.

Suatu hari suami saya bercerita, bahwa di internet ada iklan sebidang tanah yang dijual, tak jauh dari rumah orang tua saya.  Keesokan harinya kami meninjau lokasi, setelah cek seluruh surat, tanpa pikir panjang kami membayar DP, dan hari berikutnya kami ke notaris untuk membuat AJB.

Suami saya benar-benar ingin punya rumah sendiri, oleh sebab itu ia menjual kamera dan peralatannya hobynya untuk menambah biaya membangun rumah. Untungnya selama ini dia juga rajin menabung.  Setahun berlalu setelah pembangunan dimulai, rumah kami pun bisa dibilang siap huni, walaupun masih perlu finishing di beberapa bagian.

Saat anak saya berumur 2,5 tahun, kami membulatkan tekat untuk menghuni rumah baru. Awalnya ibu saya melarang, dengan alasan tidak mau berpisah dengan cucu. Namun setelah kami berdiskusi dan menyampaikan kebulatan tekad kami, akhirnya kami bisa pindah ke rumah kami sendiri.

Itulah cerita keluarga kami yang telah merdeka dan memiliki rumah sendiri.

Wury Margiwiarsih

Jumat, 25/08/2017 17:43

#123MaknaMerdeka

Setelah menikah pada tahun 2005, kami menumpang di rumah orang tua saya. Di rumah yang tidak begitu besar itu kami tinggal berlima, ayah, ibu, adik, saya dan suami.  Sejak awal sebenarnya suami saya sungkan tinggal bersama orang tua saya, namun apa boleh buat, kami belum punya rumah sendiri.
Setahun kemudian anak kami yang pertama lahir, kami dan orang tua menyambutnya gembira. 

Hari-hari berlalu, tak terasa anak kami sudah berumur setahun, kami masih tinggal bersama orang tua kami.  Anak saya kini sudah bisa berjalan dan mulai beraktivitas layaknya batita, main dan berlari kesana-kemari.  Karena rumah yang lumayan sempit, anak kami kurang leluasa bermain, bahkan sering terbentur dan menabrak sesuatu saat main lari-larian.

Suatu hari suami saya bercerita, bahwa di internet ada iklan sebidang tanah yang dijual, tak jauh dari rumah orang tua saya. Keesokan harinya kami meninjau lokasi, setelah cek seluruh surat, tanpa pikir panjang kami membayar DP, dan hari berikutnya kami ke notaris untuk membuat AJB.

Suami saya benar-benar ingin punya rumah sendiri, oleh sebab itu ia menjual kamera dan peralatannya hobynya untuk menambah biaya membangun rumah. Untungnya selama ini dia juga rajin menabung.  Setahun berlalu setelah pembangunan dimulai, rumah kami pun bisa dibilang siap huni, walaupun masih perlu finishing di beberapa bagian.

Saat anak saya berumur 2,5 tahun, kami membulatkan tekat untuk menghuni rumah baru. Awalnya ibu saya melarang, dengan alasan tidak mau berpisah dengan cucu. Namun setelah kami berdiskusi dan menyampaikan kebulatan tekad kami, akhirnya kami bisa pindah ke rumah kami sendiri.

Itulah cerita keluarga kami yang telah merdeka dan memiliki rumah sendiri.

Rahmanda Fadri

Jumat, 25/08/2017 18:08

#123MaknaMerdeka @Rumah123.com

"Merdeka adalah Perjuangan"

Makna merdeka bagi saya pribadi adalah “Perjuangan”. Kenapa perjuangan?, karena bagi saya walaupun kita sudah merdeka, namun pepatah mengatakan,”mempertahankan lebih berat dari pada meraih”. Oleh karena itu walaupun kemerdekaan sudah kita raih namun kita harus mempertahankan apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan-pahlawan kita terdahulu.

Makna merdeka yang saya maknai sebagai perjuangan, karena sesuai dengan pengalaman teman saya bagaimana perjuangan keluarganya menjaga rumahnya, dikarenakan adanya kasus ‘Tumpang-Tindih Sertifikat Tanah’. Mereka harus berjuang di pengadilan supaya sertifikat tanah mereka terbukti sah dalam hukum pertanahan nasional. Sangat sedih jikalau mereka kalah, dan harus pindah dari rumah mereka sendiri dimana telah memberikan banyak kenangan, kehangatan, kenyamanan, dan banyaknya keindahan hidup berumah tangga.

Oleh karena itu makna kemerdekaan saya anggap sebagai perjuangan, karena walaupun kita sudah punya rumah sendiri, namun hal berat menunggu kita. Dimana ada surat-surat tanah yang harus kita urus sedetai mungkin supaya tidak ada kecacatan data fisik tanah yang jikalau kita lengah, akan menjadi bomerang yang akan menghancurkan masa depan indah kita.  

sandi irawan

Sabtu, 26/08/2017 01:21

Merdeka itu, bebas dari tunggakan uang kontrakan.

dengan gaji serba pas-pasan tentunya kita berfikir keras bagaimana caranya agar uang yang kita dapatkan bisa mencukupi kehidupan sehari-hari selama 1 bulan kedepan. jika kita bandingkan antara bayar uang kontrkan dengan bayar cicilan KPR rumah, hasilnya tidak beda jauh namun banyak keuntungan dan sangat bermanfaat untuk masa depan kita.

sekarang zamannya untuk berani maju kedepan, jangan takut menghadapi tantangan. dibutuhkan sebuah keberanian untuk mencapai yang kita inginkan salah satunya memiliki rumah sendiri.

dengan memiliki rumah sendiri, kita akan bebas dan MERDEKA melakukan apa saja yang kita inginkan di rumah, tentunya kegiatan/aktivitas positif yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

MERDEKA...!!!

@rumah123.com #123MaknaMerdeka

Bambang Irwanto Ls

Sabtu, 26/08/2017 11:55

@rumah123.com #123MaknaMerdeka

Mandiri dan Bebas Berekspresi Di Rumah Sendiri


Setelah 9 tahun mengarungi bahtera rumah tangga bersama isteri dan anak tercinta akhirnya dengan penuh perjuangan dan semangat kami bisa memiliki rumah walaupun dengan sistem KPR. 

Dapat rumah minimal modern dengna 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, dan ruang tamu yang cukup luas.  kami merasa senang dan bahagia banget bisa memiliki rumah walaupun dengan cicilan KPR.

kami jadi bebas mau buat apapun di rumah kami sendiri tanpa harus didikte oleh orang tua dan mertua. tidak ada rasa tidak enak dengan orang tua atau mertua saat mau melakukan sesuatu hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.

kami juga jadi belajar mandiri dan bermasyarakat dengan lingkungan yang baru. pokoknya seru deh.





Admin Rumah123

Rabu, 13/09/2017 10:19

Selamat kamu terpilih menjadi salah satu pemenang kuis #123MaknaMerdeka. Kirimkan biodata lengkap (Nama+ Alamat Pengiriman+ Tlf+ email) melalui sosial media Rumah123.com paling lambat 14 hari kerja.

Sher Ly

Sabtu, 26/08/2017 14:00

#123MaknaMerdeka



Perkenalkan saya Sherly, saya berasal dari keluarga pas-pasan, ayah saya meninggal ketika saya masih berumur 15 tahun, sedangkan ibu saya adalah ibu rumah tangga biasa, dan kakak saya baru saja lulus dari sekolah menengah kejuruan. Sebelum ayah meninggal, keluarga kami bisa dibilang keluarga sangat sederhana. Maka ketika ayah saya meninggal, terbayang bagaimana kondisi ekonomi keluarga saya, dengan ibu yang harus memutar otak agar uang yang ada cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sungguh beruntung rumah yang kami tempati adalah rumah milik ayah dan ibu, setidaknya untuk berlindung dari hujan dan panas kami tidak hutang pada orang lain.

Perlahan tapi pasti, saya giat belajar (walaupun tidak menjadi juara disekolah) sampai akhirnya saya lulus sekolah menengah kejuruan. Disaat teman-teman saya langsung kuliah, saya langsung mencari pekerjaan untuk meringankan beban ekonomi di keluarga. Gaji pertama saya dipersembahkan bagi ibu, sampai setahun kemudian akhirnya ada uang yang bisa ditabung dan saya mendaftar masuk kuliah di STIE, bukan kuliah di kampus ternama atau universitas yang keren. Bagi saya yang penting saya punya ijazah dan pengalaman kerja yang bisa diuji dengan lulusan universitas jika saya ingin melamar pekerjaan.

Buat saya makna merdeka saat itu adalah merdeka dari hutang (prinsip utama yang diajarkan oleh orangtua saya adalah jangan sampai berhutang maupun meminjamkan hutang kepada orang lain), itu yang saya jaga dan saya hormati sampai sekarang dan akan saya terapkan kepada anak cucu saya nantinya. Jadi ketika teman-teman saya beradu lomba memiliki banyak fasilitas kartu kredit, KTA, dan sejenisnya, saya lebih memilih menyimpan uang saya dalam bentuk deposito dan tabungan berjangka.

Lalu diumur 29 tahun ini saya memaknai Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini dengan mulai memikirkan masa depan saya, saya memiliki rencana akan menikah ditahun depan, dan tentunya kebutuhan untuk memiliki rumah adalah termasuk yang utama, kenapa? Tidak mungkin bagi saya untuk tinggal satu rumah dengan keluarga saya ataupun keluarga calon suami saya, saat kami sudah menikah nanti. Lalu saya dan calon suami memutuskan untuk mulai mencari rumah, walaupun kecil, walaupun jauh dari tempat kerja, yang penting rumah milik sendiri yang tentunya lebih nyaman.

Kenapa rumah? Kenapa bukan apartemen? Saya lebih memilih rumah, simpelnya karena rumah memiliki lahan/tanah berikut bangunan yang saya miliki, sedangkan apartemen saya hanya memiliki bangunan saja, karena tanah adalah milik bersama. Dan saya sangat bersyukur mempunyai pasangan yang satu pikiran dengan saya, kami sepakat untuk mencicil rumah itu berdua. Saat ini rumah saya sedang dalam tahap dibangun..

Beberapa teman saya ada yang sama satu pikiran dengan saya, ingin mapan terlebih dahulu, baru kemudian menikah. Ada juga yang memang kaya dari lahir, sehingga segala keperluan sudah tersedia, ada pula yang sudah menikah namun tinggal dirumah orangtua/rumah mertua. Semuanya kembali lagi ke pilihan hidup masing-masing orang.

Bagi saya, sangat bersyukur saat ini saya sudah mendapatkan rumah (yang masih tahap pengerjaan dibangun) meskipun itu melalui cicilan KPR di bank selama 15-20 tahun, saya tetap bersyukur karena bisa mandiri dan siap membina rumah tangga bersama calon suami saya.

Salam MERDEKA..

#123MaknaMerdeka

Meity Mei

Sabtu, 26/08/2017 14:15

Merdeka adalah Sukses & Bahagia
Mempunyai rumah adalah impian bagi sebagian orang.. tapi tidak untuk saya.!!
Ketika usia saya 26 tahun, saya sudah bisa membeli rumah secara tunai seharga Rp 125.000.000,-  dengan uang hasil kerja sendiri yang saya tabung setiap bulannya.
Jika saja saat itu saya tidak mendengarkan nasehat orang tua, agar gaji yang saya peroleh setiap bulannya WAJIB ditabung sebagian guna membeli rumah, saya yakin rumah ini hingga kini belum bisa saya miliki dikarenakan harganya sekarang sangat tinggi (tanah permeter paling murah Rp 6.000.000,- looh.!!)
Alhamdulillah saya panjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang mana telah mempermudah jalan saya hingga terwujudnya kepemilikan saya atas rumah tumbuh ini yang terletak disalah satu kawasan elite di Bandar Lampung, yang mana perumahan ini slogannya adalah Perumahan Terlengkap dan Terbesar di Bandar Lampung".
Dirumah ini saya bebas berbuat/ melakukan apapun yang tidak melanggar etika dan norma agama pastinya.
Saya bangga bisa menjadi diri saya sekarang, yang mana saya MERDEKA dari segala masalah dan hidup saya bahagia.
#123MaknaMerdeka @rumah123.com
 

Khusairi Abdy

Sabtu, 26/08/2017 17:04

Akkkkk setuju banget lah min~

Dulu waktu saya masih tinggal di rumah ortu, ngerasa gak bebas banget. Mau jalan-jalan ama temen kadang dilarang, mau keluar malem mingguan dimarahin, bahkan ngajak temen kerumah aja agak susah karena temen canggung ada emak dirumah. Walaupun niat ortu saya baik ya, takut saya kenapa-napa. Kalian ngerasain juga gak sih?

Bagi saya mempunyai rumah sendiri itu merupakan sebuah bentuk kemerdekaan diri. Bukan berarti orang tua kita menjajah kita seperti belanda, tidak. Tapi orang tua kita seakan membatasi apa yang kita lakukan karena mereka menilai kita belum bisa mandiri dan berfikir apa yang kita lakukan itu kurang bermanfaat. Padahal yah, kita juga tau hal-hal yang baik baik untuk kita lakukan dan hal buruk yang harus kita hindari. Nah setelah saya pindah ke rumah saya sendiri, saya ngerasain sendiri apa itu #123MaknaMerdeka.

1. Pergaulan Lebih Luas

Menghabiskan waktu bersama keluarga emang baik sih, tapi ya gak tiap hari juga. Saat saya masih di rumah ortu, kadang saya suka dilarang ikut temen-temen yang lagi jalan-jalan, dan pada akhirnya saya cuma diem di kamar. Mau ngajak temen kerumah pun takut rumah nanti berantakan dan berujung kemarahan emak lagi. Memang sih akhir-akhir ini banyak pergaulan bebas remaja yang terlalu keluar batas membuat ortu saya khawatir saya ikut terjebak dalam lingkaran setan itu. Tapi kan saya juga sudah dewasa, tau mana teman yang harus saya hindari. Pada akhirnya teman-teman saya pun cuma sebatas teman dekat rumah dan tetangga-tetangga saja.

Berbeda saat saya udah punya rumah sendiri, mau tiap hari ngajak temen main kerumah pun bisa. Ya tentunya ngelakuin kegiatan yang bermanfaat dan buat senang-senang, bukan hal yang buruk dan berbahaya ya. Mau jalan ama temen pun juga bebas, malem mingguan ama pacar, dan tiap hari pergi ke tempat-tempat wisata yang keren sesuka hati. Emang sih orang tua kita peduli terhadap kita, tapi kita juga perlu jalan-jalan dan melihat luasnya dunia serta memperluas pergaulan kita sehingga kita menjadi lebih dewasa. Ya, #123MaknaMerdeka itu saat kita bebas bergaul dengan siapa saja.

2. Lebih Mandiri

Saya selama ini tinggal di rumah ortu selalu diatur dan disediakan segala kebutuhan saya. Mau makan, ortu sudah memasakkannya untuk saya. Selalu dibangunkan tiap pagi, mengingatkan waktu shalat dan membereskan kamar saya yang berantakan. Memang enak banget sih tinggal bareng ortu, kita tidak perlu capek ngurus kebutuhan kita, tapi ya resikonya kita jadi terbiasa dimanjakan. Mau sampai tua gak pernah bisa mandiri?

Nah dengan saya tinggal di rumah sendiri, saya "terpaksa" harus mulai belajar mandiri. Saya yang awalnya nggak pernah masak karena Ibu selalu siap menyediakan makanan untuk keluarga, harus mulai belajar menyiapkan makanan untuk diri sendiri. Saya yang awalnya susah bangun pagi, harus mulai membiasakan diri agar bisa bangun pagi. Awalnya memang susah, tapi setelah saya terbiasa hal ini akan terasa menyenangkan dan nikmat. Saya jadi terbiasa masak, nyuci piring, nyetrika baju, beres-beres kamar sendiri bahkan saat dirumah orang tua saya. Ya, #123MaknaMerdeka itu saat kita bisa mandiri dan mengurus kebutuhan kita sendiri.

3. Bebas Dekorasi Rumah.

Saya kan orangnya cepet banget bosannya. Kadang ngeliat kamar yang gitu-gitu aja membangkitkan rasa kreativitas saya untuk merombak lagi kamar agar terlihat lebih menarik dan fresh. Sayangnya kalo dirumah orang tua, boro-boro mau ngerombak seisi rumah, mau ngerombak kamar sendiri aja udah dilarang ama ortu. Dengan berbagai alasan mereka terkadang selalu menentang keinginan saya. "Buang-buang duit ah", "Masih bagus itu, mau diapain lagi.", "Ngapain sih kurang kerjaan ngerombak-rombak kamar.". Pada akhirnya saya gak jadi ngerombak kamar dan memilih untuk menerimanya saja.

Setelah punya rumah sendiri, saya jadi bebas memutuskan mau ngedekorasi kamar kapanpun sesuka hati. Tidak perlu izin siapapun, saya bisa ngedekor tidak hanya kamar saya, tapi bisa seisi rumah. Mungkin bagi kalian ngedekorasi ulang kamar itu kurang penting, tapi bagi saya yang kadang sering bosan, ngedekorasi ulang ruangan saya itu sangat penting. Selain untuk menghilangkan rasa bosan, kadang jika saya di tempat yang lebih fresh dan nyaman, maka ide-ide segar bakal mengalir deras di otak yang memudahkan saya mengerjakan tugas kuliah. Ya, #123MaknaMerdeka itu bebas dekorasi rumah sesuka hati.

4. Membeli Barang Sesuai Keinginan

Manusia pastinya punya begitu banyak kebutuhan dan keinginan, tidak terkecuali saya. Kadang saya liat baju keren dikit aja udah langsung pengen beli. Ada novel keren, langsung pengen bawa pulang. Sayangnya keinginan tidak selalu bisa saya penuhi, selalu saja ortu saya melarang membeli hal-hal yang saya inginkan itu. Ya memang sih tujuannya berhemat, tapi kan ya saya juga perlu memanjakan diri. Kita juga mau memperbaharui barang-barang kita yang sudah buluk dan ketinggalan zaman. Tetapi ortu saya masih saja berpikir saya hanya membuang-buang uang untuk hal yang tidak penting.

Beruntungnya saya bisa mempunyai rumah sendiri. Bebas membelanjakan uang saya membeli barang-barang yang saya inginkan, bebas membeli apa saja untuk memanjakan diri saya. Ya walaupun harus diingat jangan sampai terlalu sering menghamburkan uang untuk barang yang tidak kita perlukan. Dengan punya rumah sendiri juga kita bisa membeli barang-barang yang dulunya dilarang oleh ortu. Ya, #123MaknaMerdeka itu saat kita bisa membeli semua barang yang kita inginkan dengan hati senang.

5. Lebih Produktif

Saat saya dirumah orang tua saya, kebanyakan kerjaan saya cuma makan, nonton tv, dan hal-hal yang kurang ada manfaatnya. Karena dirumah ortu saya terbiasa untuk bermalas-malasan pada akhirnya saya menjadi kurang produktif. Mau olahraga males, belajar males, apalagi bekerja. Pada akhirnya saya dirumah saja menikmati segala fasilitas yang sudah disediakan ortu saya. Enak? enak banget sih, tapi ya hidup saya jadi kurang bermanfaat dan ini sangat bahaya jika terus berlanjut hingga tua nanti.

Namun, setelah saya tinggal di rumah sendiri, saya merasakan perubahan pada gaya hidup saya. Karena suasana yang sepi dirumah sendiri tanpa ada suara emak yang selalu rewel nyuruh anaknya makan, mandi dan sebagainya. Saya merasakan hidup saya menjadi lebih hampa dan perlu melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat. Jadinya saya membeli peralatan olahraga untuk sekedar menghabiskan waktu ataupun terkadang saya menulis tentang sesuatu yang sedang saya pikirkan. Bahkan juga saya sering bermain alat musik dirumah dengan berisiknya tanpa takut ada yang ngomelin. Tugas kuliah pun lebih cepat terselesaikan saat saya di rumah saya sendiri dibandingkan saat dirumah ortu, dimana saat deadline baru saya kerjakan. Ya, #123MaknaMerdeka itu saat kita bisa menjadi lebih produktif dan melakukan hal yang bermanfaat.

Nah itulah cerita #123MaknaMerdeka memiliki rumah sendiri versi saya, kalian bagaimana? yuk share disini~

Utrie Utrie

Sabtu, 26/08/2017 17:28

Bisa mempunyai properti sendiri itu memang  impianku dari awal menikah, tinggal dengan mertua pernah kujalani ada enak dan tidak tentunya, terutama dalam mendekorasi ruangan, sudah di tata sedemikian rupa di belikan pernak-pernik ternyata mertua tidak suka dan di ganti semua di situ saya merasa sedih, mengontrak rumah juga pernah ku jalani tidak ada kebebasan untuk membenahi dan mendorasi karena memang bukan milikku.


Impianku pun bisa menjadi nyata akhirnya bisa membeli properti sendiri dan itu rasanya sangat membuat kami bahagia ya medeka rasanya, merdeka bisa mendekorasi ruangan sesuai yang saya inginkan, bisa mengecat rumah dengan warna yang saya suka, bisa menanam tanaman, bunga di halaman rumah, bisa berkreasi sesuka hati sehinggga kami sekeluarga merasa nyaman, aman, damai, tenteram untuk tinggal di rumah kami sendiri

Merdeka punya properti sendiri memang butuh perjuangan,  perjuangan dengan bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga bisa menabung dan bisa memiliki properti yang menjadi impian kita, jangan pernah menyerah terus berusaha, berbuat baik dan berdoa niscaya apa yang kita perjuangkan pasti bisa kita capai. #123MaknaMerdeka


Yunita

Sabtu, 26/08/2017 18:57

Saya inginnya punya rumah mungil yang cantik seperti gambaran yang tercetak di kartu pos yang menggambarkan keadaan di luar rumah seolah sedang hujan salju tapi tampak dalam cahaya dari dalam rumah berpendar hangat mungkin karena ada perapian di dalamnya untuk menghangatkan tubuh ketika musim dingin tiba. Well, negeri gue yang elok nan menawan ini tak memiliki hujan salju, sehingga mau tak mau keinginan tersebut harus tersisih. Tertinggal satu hal dari gambaran rumah impian yang saya inginkan bak kartu pos itu yang harus ada dalam rumah saya, namanya kehangatan. Siapa yang nggak ingin punya rumah yang bagus dan penuh dengan kehangatan, demikian pula saya. Masalahnya ketika sudah dewasa dan merasakan cari nafkah sendiri, kita akan cenderung berpikir realistis. Contohnya saya, dari rumah dongeng bak kartu pos ke rumah realita yang tersedia, poin terpenting adalah kehangatan penghuninya, yang kedua adalah jauh dari keramaian. Karena bagi saya rumah adalah tempat istirahat baik fisik dan mental, tempat saya berdoa dan meluangkan waktu berbincang dengan Sang MahaKuasa, tempat saya ngobrol santai dengan sahabat-sahabat saya, dan juga tempat menjamu partner-partner kerja saya. Punya rumah sendiri meskipun mungil yang penting disitulah saya merasakan kemerdekaan dan kedamaian. Inilah #123MaknaMerdeka punya properti sendiri versi saya.

Subhan Hanz

Sabtu, 26/08/2017 20:28

Punya rumah sendiri itu menurut gw Merdeka banget, kenapa gw bisa bilang begitu? oke gw kasih tau alasannya ...

Pertama, selama ini gw hidup di rumah orang tua gw mulai dari lahir sampe sekarang gw kuliah semester akhir dan udah mau wisuda :) , jujur aja selama gw hidup di rumah orang tua gw banyak banget kenangan manis dan pahit yg gw lewati dan tentunya banyak banget hal2 yg bikin gw betah tinggal bersama orang tua, tapi disisi lain, gw berfikir kalo punya rumah sendiri dan tinggal berpisah dari orang tua menurut gw bakal lebih menantang, kenapa? karena ketika gw punya rumah sendiri, gw bebas mau ngelakuin apa aja, baik dari mendesain kamar sendiri mau kayak gimana, melihara binatang peliharaan kayak kucing, burung, ikan, dll., ngajak temen main di rumah buat nginep kalo mau nobar bola/reunian, ya pokoknya merdeka banget dh kalo punya rumah sendiri, gw bisa mengatur rumah sendiri like "managing a small country", so that i can feel like a King in a country hahaha meskipun sampai saat ini belum ada Ratunya :( . Ya yang pertama intinya adalah "kebebasan".
Yang kedua, dengan mempunyai rumah sendiri, ini bisa melatih gw supaya bisa hidup lebih mandiri, ya selama ini gw selalu hidup di rumah orang tua yang mana ketika gw mau makan selalu minta disiapin sama orang tua, well kalo nyuci pakaian sejak sma gw udah mulai nyuci sendiri jadi udah terbiasa lah ya, terus untuk kebersihan biasanya kalo abis makan jarang banget nyuci piring dan gelas sendiri wkwkw dan lain2. Jadi intinya dengan memiliki rumah sendiri gw bisa melatih diti gw lebih mandiri untuk mengurus hampir semua kebutuhan dan kewajiban gw sendiri, seperti masak sendiri/beli makanan sendiri, nyuci piring/gelas sendiri, nyapu dan ngepel rumah sendiri ya dengan semua itu gw rasa bisa membangkitkan rasa tanggung jawab yg lebih dan disiplin apabila gw laksanakan dengan telaten.
Yang ketiga, kalo bagian ini gw mau bahas tentang lokasi rumah yang pengen gw pilih, kriteria yang pertama adalah rumah gw mudah untuk diakses dan mudah untuk mengakses segala macam kegiatan (beli makanan, ngambil duit, pergi ke masjid dll) kriteria kedua adalah dikelilingin tetangga yang ramah dan sopan, tentunya ketika kita ingin mempunyai rumah sendiri, tetangga kita pasti bakalan jadi keluarga kita yang kedua jadi mau ngga mau kita harus bersosialisasi dengan baik dengan tetangga kita shg ketika kita ada masalah, tetangga kita bisa membantu dengan senang hati, jadi punya rumah bakalan merdeka banget kalo rumahnya mudah diakses dan mudah mengakses fasilitas yang dibutuhkan serta mmpunyai tetangga yang ramah, sopan dan enak untuk diajak bergaul :)

#123MaknaMerdeka

Mochamad Syamsul Alam

Minggu, 27/08/2017 06:29

Makna merdeka bagi saya yaitu ingin mempunyai rumah yang berkualitas. Maksud berkualitas itu sendiri adalah lengkap terdiri dari halaman depan yang cukup luas dengan berbagai tanaman yang ada, ruang garasi , ruang tamu dengan desain cerah, ruang tengah dengan kursi empuk, televisi dan sebagainya, 4 ruang tidur dengan desain kesejukan , ruang makan,dapur  dan kamar mandi serta toilet. Semoga apa yang saya idam - idamkan bisa tercapai                @Rumah123.com  #123MaknaMerdeka

tri neno

Minggu, 27/08/2017 08:23

#123MaknaMerdeka punya properti sendiri itu:


1. Hidup jadi lebih legah
Karena punya properti sendiri itu membuat hidup jadi lebih legah karena ga harus mikir hal-hal lain seperti uang bulanan buat nyicil semisal propertinya ngontrak dan ga perlu merasa ga enak karena hidup numpang di properti keluarga. Jadinya hidup benar-benar lebih ringan walaupun properti apa adanya yang jelas adalah hasil dari keringat sendiri tidak sia-sia :)

2. Hidup lebih bebas
Punya properti sendiri serasa hidup beanr-benar bebas, bayangkan saja dulu waktu masih numpang dirumah milik nenek serasa apa-apa ga enak karena bukan milik sendiri. Mau bergerak buat ini itu jadi tidak leluasa dengan alasan properti ini kan bukan punya pribadi. Karena propertinya nenek juga rumah jaman dulu yg belum kena renov jadi setiap musim hujan pasti banjir sampai masuk ke dalam. Tetapi semenjak punya properti sendiri ga perlu khawatir kalau musim hujan datang lagi jadinya lebih bebas dan ga was-was lagi.

3. Bisa membanggakan orangtua
Dengan adanya properti sendiri juga saya bisa merasakan raut wajah bahagia dari kedua orangtua, membuat mereka bangga dengan apa yang saya cita-citakan dari dulu. Cita-cita saya dari kecil memang yang pertama ingin membelikan mereka rumah untuk hunian yang lebih nyaman. 

4. Bebas dalam hal desain interior
Memiliki properti sendiri juga bisa membuat kita lebih menentukan ingin mendesain dengan gaya kesukaan, jadi imajinasi-imajinasi muncul agar properti kelihatan lebih menarik dan indah dipandang serta nyaman untuk ditempati. Kalau dulu masih tinggal di properti nenek mau mendesain sendiri takutnya keluarga yang lain tidak setuju. Karena selera kan masing-masing berbeda. Tapi skrg udah merdeka banget :)

Kalau menurut saya pribadi ke empat diataslah makna merdeka punya properti sendiri versi saya. Milik sendiri memang jauh lebih baik dan lebih nyaman :) #123MaknaMerdeka

Twitter: https://twitter.com/triNENO_
Fb: https://www.facebook.com/terineno

Ega Mahendra

Minggu, 27/08/2017 13:56

Berikut adalah ulasanku untuk menyemarakkan HUT RI Ke-72 bersama Rumah123.com Merdeka!

Makna kemerdekaan bagi saya adalah terbebas dari semua penjajahan. Penjajahan yang dimaksud bukanlah aksi yang hanya dilakukan para penjajah untuk menguasai wilayah kita saja. Namun, kini penjajahan dapat diartikan lebih luas, salah satunya adalah penjajahan pada era globalisasi ini.

Bagamaimana bisa terjadi penjajahan pada era globalisasi ini, sedangkan kita sudah nyatanya memproklamasikan kemerdekaan? Hal tersebut pasti menjadi pertanyaan bagi kita semua. Dengan adanya korupsi, narkoba, sex bebas dan kemajuan teknologi, nyatanya kita masih belum terbebas dari penjajahan. Ambil satu contoh saja pada perkembangan teknologi. Kita, masyarakat Indonesia sebagian besar hanya menikmati produk-produk orang dari luar Indonesia kebanyakan. Mulai dari alat elektronik, hingga kendaraan bermotor. Sangat jarang, produk-produk Indonesia tampil sebagai dominan pada wilayah-wilayah masyarakat, khususnya perkotaan. Bukan maksud saya menentang, tetapi sadarlah untuk menciptakan produk asli Indonesia dan bersaing dengan produk-produk yang berada di luar negeri sana. Bahkan, tak perlu kita untuk bersaing di luar sana jika belum bisa mendominasi negara kita sendiri. Saya yakin, jika hal tersebut terealisasi Indonesia akan menjadi salah satu negara maju di dunia. Indonesia akan mengubah wajahnya, bersama generasi penerus-penerusnya.

Kesimpulannya, banyak sebenarnya hal-hal yang harus diperjuangkan kembali dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia ini. Bukan hanya mempertahankan, tetapi juga menyisir di berbagai aspek kehidupan apa yang perlu dibenahi. Menuju Indonesia Merdeka! Maju-Bersama Bersama-Maju! Bangsaku adalah properti kami!

#123MaknaMerdeka

Evita Peron

Senin, 28/08/2017 05:11

MERDEKA versi saya adalah memilki rumah sederhana yang sehat. Tinggal di jantung Indonesia dengan setumpuk permasalahan ketika berada diluar, membuat saya mendambakan hunian yang nyaman dan membuat keluarga saya seakan terisi kembali energinya setelah seharian berjuang melawan polusi dan macet. 

Merdeka itu ketika bisa tinggal di rumah yang layak dengan ventilasi yang sesuai dengan standar rumah sehat, yaitu 10% dari total luas bangunan. Merdeka itu ketika memiliki hunian yang luasnya cukup untuk setiap anggota keluarga, yaitu 8m persegi per orang. 
Merdeka itu ketika melihat anggota keluarga bebas melakukan aktivitas yang mereka sukai di rumah tanpa terganggu hiruk pikuk ramainya jalan raya, ya! merdeka adalah saat diri ini punya spot dengan meja dan kursi menghadap jendela yang berhiaskan taman kecil diiringi gemericik air dari kolam ikan, untuk menghilangkan segala lelah. 

Itulah makna merdeka menurut saya, bagaimana dengan kalian? 

#123MaknaMerdeka

Ardiansyah Muhammad

Senin, 28/08/2017 08:37

BUKAN TENTANG MERDEKA!

Agustus mengingatkan kita dengan bulan penuh kebahagiaan bagi bangsa dan warga negara Indonesia. 72 tahun yang lalu Indonesia meraih kemerdekaannya, berkat kerja keras penuh cucuran keringat dan darah. Para pejuang kemerdekaan telah mengorbankan harta, tahta, bankan nyawa demi tercapainya sebuah kemerdekaan. Lelah selama 350 tahun berada dalam tirani penjajah, diperbudak dan diperlakukan tidak semestinya, kita pun melawan. Sebuah perjalanan yang tidaklah singkat untuk tercapainya sebuah kemerdekaan. Kita sudah berganti-ganti penjajah, portugal, spanyol, belanda, inggris, dan jepang telah kenyang mengeruk kekayaan negeri kita. Tergapainya kemerdekaan menjadi anugrah yang terindah bagi bangsa kita, tak lagi diperbudak dan disiksa, tak lagi menundukkan kepala dan harga dirinya. 17 Agustus 1945 kita akhirnya merdeka, dan diakui sebagai bangsa dan negara Indonesia. 

Kemerdekaan memanglah hal yang sangat diidamkan oleh banyak orang, dengan merdeka nya seseorang akan menjadikan dirinya dapat secara bebas melakukan hal yang diinginkan. Kemerdekaan memberikan kesempatan yang luas bagi seseorang untuk mengeksplor dirinya, berkreasi dan juga mengungkapkan ide dan pikirannya. Setiap orang yang tak nyaman terbelenggu oleh tirani orang lain yang memiliki kekuasaan mutlak akan dirinya, oleh karena itu merdeka adalah harga mati yang harus diperjuangkan adanya. Setidaknya begitulah semua orang berpikir tentang bagaimana merdeka bagi dirinya, namun... bagi diriku berbeda.

Bagiku merdeka bukan tentang kebebasan semata, bagiku merdeka bukan hanya tentang sekedar tak ada yang menguasai kita. Bagiku merdeka adalah bagaimana kita memiliki martabat serta harga diri, merdeka bagiku adalah saat aku diakui ada. Merdeka bagiku adalah saat orang lain sadar akan keberadaanku, sadar akan perilakuku, sadar bahwa aku bukan hanya seonggok daging saja, tapi juga punya jiwa. Bayangkan jika kita bebas melakukan apa yang kita inginkan tapi tak ada seorangpun yang sadar terhadap keberadaan kita, bayangkan jika kita berkreasi tapi tak ada yang menganggap itu kreasi kita, bayangkan jika kita berbuat onar sekalipun tak ada yang menganggap bahwa itu ada, ya... sekali lagi bagiku merdeka adalah tentang bagaimana kita diakui dan dianggap ada. 

Salah satu momen kemerdekaan bagiku adalah saat aku diijikan oleh Tuhan yang Maha Esa, untuk memiliki rumah sendiri walaupun sederhana. Memiliki rumah sendiri dan juga berkeluarga menjadikanku lengkap sebagai seorang manusia dan seorang manusia, aku merdeka, sekali lagi bukan karena aku bebas melakukan apa saja. Saat aku memiliki rumah sendiri dan berkeluarga, aku bukan lagi dipanggil sebagai "anaknya pak M", tapi aku dikenal sebagai individu baru sebagai "Pak Ardi", ya tentunya karena aku tinggal di lingkungan baru yang memang tak kenal bapakku, ha ha. Intinya bagiku saat memiliki rumah sendiri aku diakui menjadi pemiliki rumah itu, menjadi bagian dari masyarakat baru yang kutinggali, membangun hubungan, dan berperan serta sebagai anggota mereka dan diakui keberadaannya oleh mereka, hal itu yang membuatku merdeka, diakui keberadaanya oleh orang lain di sekitar kita, sebagai seorang manusia dan seorang kepala rumah tangga. MERDEKA!


Ardiansyah Muhammad

Senin, 28/08/2017 08:43

BUKAN TENTANG MERDEKA!

Agustus mengingatkan kita dengan bulan penuh kebahagiaan bagi bangsa dan warga negara Indonesia. 72 tahun yang lalu Indonesia meraih kemerdekaannya, berkat kerja keras penuh cucuran keringat dan darah. Para pejuang kemerdekaan telah mengorbankan harta, tahta, bankan nyawa demi tercapainya sebuah kemerdekaan. Lelah selama 350 tahun berada dalam tirani penjajah, diperbudak dan diperlakukan tidak semestinya, kita pun melawan. Sebuah perjalanan yang tidaklah singkat untuk tercapainya sebuah kemerdekaan. Kita sudah berganti-ganti penjajah, portugal, spanyol, belanda, inggris, dan jepang telah kenyang mengeruk kekayaan negeri kita. Tergapainya kemerdekaan menjadi anugrah yang terindah bagi bangsa kita, tak lagi diperbudak dan disiksa, tak lagi menundukkan kepala dan harga dirinya. 17 Agustus 1945 kita akhirnya merdeka, dan diakui sebagai bangsa dan negara Indonesia. 

Kemerdekaan memanglah hal yang sangat diidamkan oleh banyak orang, dengan merdeka nya seseorang akan menjadikan dirinya dapat secara bebas melakukan hal yang diinginkan. Kemerdekaan memberikan kesempatan yang luas bagi seseorang untuk mengeksplor dirinya, berkreasi dan juga mengungkapkan ide dan pikirannya. Setiap orang yang tak nyaman terbelenggu oleh tirani orang lain yang memiliki kekuasaan mutlak akan dirinya, oleh karena itu merdeka adalah harga mati yang harus diperjuangkan adanya. Setidaknya begitulah semua orang berpikir tentang bagaimana merdeka bagi dirinya, namun... bagi diriku berbeda.

Bagiku merdeka bukan tentang kebebasan semata, bagiku merdeka bukan hanya tentang sekedar tak ada yang menguasai kita. Bagiku merdeka adalah bagaimana kita memiliki martabat serta harga diri, merdeka bagiku adalah saat aku diakui ada. Merdeka bagiku adalah saat orang lain sadar akan keberadaanku, sadar akan perilakuku, sadar bahwa aku bukan hanya seonggok daging saja, tapi juga punya jiwa. Bayangkan jika kita bebas melakukan apa yang kita inginkan tapi tak ada seorangpun yang sadar terhadap keberadaan kita, bayangkan jika kita berkreasi tapi tak ada yang menganggap itu kreasi kita, bayangkan jika kita berbuat onar sekalipun tak ada yang menganggap bahwa itu ada, ya... sekali lagi bagiku merdeka adalah tentang bagaimana kita diakui dan dianggap ada. 

Salah satu momen kemerdekaan bagiku adalah saat aku diijikan oleh Tuhan yang Maha Esa, untuk memiliki rumah sendiri walaupun sederhana. Memiliki rumah sendiri dan juga berkeluarga menjadikanku lengkap sebagai seorang manusia dan seorang manusia, aku merdeka, sekali lagi bukan karena aku bebas melakukan apa saja. Saat aku memiliki rumah sendiri dan berkeluarga, aku bukan lagi dipanggil sebagai "anaknya pak M", tapi aku dikenal sebagai individu baru sebagai "Pak Ardi", ya tentunya karena aku tinggal di lingkungan baru yang memang tak kenal bapakku, ha ha. Intinya bagiku saat memiliki rumah sendiri aku diakui menjadi pemiliki rumah itu, menjadi bagian dari masyarakat baru yang kutinggali, membangun hubungan, dan berperan serta sebagai anggota mereka dan diakui keberadaannya oleh mereka, hal itu yang membuatku merdeka, diakui keberadaanya oleh orang lain di sekitar kita, sebagai seorang manusia dan seorang kepala rumah tangga. MERDEKA!

#123MaknaMerdeka

Ramadhany Dwi Fitrianty

Senin, 28/08/2017 09:19

Merdeka punya properti sendiri itu ibarat merdeka dari segala keterbatasan walaupun hanya rumah kecil yang sederhana, saya pernah merasakan tinggal dirumah orang tua, tinggal di rumah mertua, bahkan pernah tinggal dirumah kontrakan. Hal yang tidak bisa dilakukan ditempat itu sekarang bisa saya lakukan dirumah sendiri, tanpa banyak aturan untuk saya, suami dan anak-anak, seperti mendekor rumah, mengisi peralatan rumah tangga, bebas melakukan hobi, anak-anak aman bermain, bebas memarkir kendaraan didepan rumah atau hanya sekedar beristirahat tanpa ada rasa sungkan atau ragu.


Selain memberi rasa lebih aman, merdeka punya properti sendiri juga membantu saya merdeka dari segi finansial, rumah yang dimiliki bisa digunakan sebagai investasi atau jaminan modal untukku membuka usaha impian yaitu mempunyai toko bakery, jauh berbeda bila dibandingkan dengan tinggal dirumah kontrakan, harga rumah yang selalu naik dari waktu ke waktu akan mengakibatkan harga sewa rumah yang terus naik, sedangkan rumah yang saya ditempati masih pada lokasi dan ukuran yang sama, sehingga berakibat saya akan semakin sulit untuk menabung dan impian memiliki rumah dan usaha sendiri akan semakin menjauh. 
#123MaknaMerdeka @Rumah123.com

Ardi Darmawan

Senin, 28/08/2017 19:49

Generasi milenial semakin susah punya rumah. Selama 2017, artikel mengenai masalah ini bertebaran di berbagai portal berita, termasuk situs Rumah123.com sendiri. Berdasarkan artikel tersebut, kenaikan gaji tahunan generasi milenial hanya 10 persen. Tidak sebanding dengan kenaikan harga tanah yang mencapai 20 persen. Begitulah properti dari masa ke masa. Perlu diperjuangkan, baik dari tangan penjajah, dari koruptor, maupun dari cengkeraman inflasi.

Saya generasi milenial yang cukup beruntung, memperoleh kesadaran akan pentingnya properti ketika baru mulai bekerja. Merantau ke Jakarta pada 2009, gaji pertama saya Rp 2,7 juta. Itu juga masih dipotong Rp 400 ribu tiap bulan gara-gara laptop kantor yang saya bawa dicuri orang. Ada kenaikan kecil setiap tahun, tapi tetap tergerus oleh biaya kos, makan, transportasi, dan banyak lagi. Akhirnya pada 2015 gaji saya mencapai Rp 4,5 juta. Lalu saya teringat sebuah artikel yang menuliskan bahwa minimal cicilan rumah adalah 30 persen dari gaji. Bukankah biasanya cicilan 1,5 juta? Berarti gaji saya sudah memenuhi syarat. Tanpa pikir panjang, saya bergegas mengajukan KPR ke bank. Uang mukanya? Tentu didapat dari hasil menabung secara disiplin selama bertahun-tahun.

Hari ini, saya mengetik di kamar yang fotonya sempat terpampang di situs jual-beli rumah. Sebuah iklan yang tentu sudah dihapus karena rumah itu sudah saya beli. Keberhasilan memiliki properti ini saya raih bukan karena besar-kecilnya gaji, ada-tidaknya bantuan orangtua, atau pintar-tidaknya mengurus KPR. Semua ini semata-mata karena perjalanan tanpa lelah untuk mengejar impian yang lebih besar dari sekadar mobil baru atau nongkrong di kafe. Bukankah itu pula yang membuat Indonesia merdeka? Bukan senjata canggih dan pasukan besar, melainkan perjuangan untuk mempertahankan tempat tinggal warisan ibu pertiwi. Sebuah impian yang kita sebut kemerdekaan.

#123MaknaMerdeka 

Admin Rumah123

Rabu, 13/09/2017 10:17

Selamat kamu terpilih menjadi salah satu pemenang kuis #123MaknaMerdeka. Kirimkan biodata lengkap (Nama+ Alamat Pengiriman+ Tlf+ email) melalui sosial media Rumah123.com paling lambat 14 hari kerja.

sutrisno haryadi

Selasa, 29/08/2017 09:23

Makna Merdeka menurut saya adalah ketika saya mendapatkan hal-hal yang saya inginkan untuk kehidupan saya, keinginan mempunyai rumah yang layak lah yang saya inginkan sejak kecil, alhamdulillah terwujud ketika saya duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kedua orang tua saya akhirnya tidak khawatir apabila terjadi hujan,karna sebelumnya kami mempunyai rumah yang bisa di katakan tidak layak, setiap hujan rumah kami selalu kebocoran akibat atap rumah yang bocor atau dinding rumah yang sudah tidak bagus lagi, rasanya ingin menangis kalau hujan datang bukan kami tidak mensyukuri pemberian tuhan melaikan kondisi lah yang membuat kami sedih, terlebih kalau hujan di tengah malam , disaat semua orang terlelap untuk tidur beberapa dari kami harus bangun karna air membasahi tubuh kami. Kami selalu berdoa kepada Tuhan yang maha Esa agar kami diberikan kelancaran dalam menghadapi hidup dan diberikan rejeki agar bisa membenahi rumah kami. Dan alhamdulillah kami sekeluarga di berikan rejeki untuk membenahi rumah kami agar tidak lagi kebocoran ketika hujan, tidak harus bangun melam ketika hujan datang , kami sangat bersyukur bisa mendapat kenikmatan seperti ini
@rumah123.com
#123MaknaMerdeka

Via Al

Selasa, 29/08/2017 13:58

Selama 5 tahun sejak pernikahan tinggal di Pondok Mertua, harus bisa memahami kebiasaan mertua, harus cepat beradaptasi dengan lingkungan rumah mertua dan peka terhadap kebutuhan mertua.

Ada apa dengan property sendiri

Alhamdulillah sejak 2007 memutuskan nekad membeli rumah, dengan membayar uang muka dari hasil perjuangan menabung bersama suami. Itulah makna merdeka:

1.Bebas  mengurus, mengatur, mendekorasi dan mengembangkan rumah sendiri.

2.Lebih mandiri dan produktif berkarya

3.Yang terpenting tidak merepotkan orang lain.

Jangan tunda Investasi Masa depan

Sekarang tidak terasa sudah 10 tahun menyicil rumah dan barusan saja lunas, sertifikat hak milik sudah di tangan. Nilai rumah pun sekarang sudah berkali lipat. Benar-benar investasi masa depan.

Saran yang hendak membeli rumah (pengalaman pribadi):

1.Perhatikan dan cek reputasi developer

2.Mencari testimoni tetangga

3.Kapan serah terima unit karena sempat ada keterlambatan dari pembangunan.

#123MaknaMerdeka @rumah123.com

Anton Oi

Selasa, 29/08/2017 20:42

Kemerdekaan adalah meraih hak kendali penuh tanpa campur tangan orang lain. Maka sebagai pelajar tentu makna kemerdekaan yang didapat adalah kendali penuh atau kebebasan untuk :
1.Merdeka menuntut ilmu sesuai ilmu itu sendiri tanpa perubahan ilmu pengetahuan dengan tujuan propaganda dan lain sebagainya.
2.Merdeka mendapatkan pendidikan yang layak sesuai standar pendidikan yang diterapkan
3.Merdeka mengisi masa setatusnya sebagai pelajar dengan berbagai hal yang positif tanpa melanggar peraturan
4.Merdeka untuk menentukan cita-cita selanjutnya dan memperjuangkannya
 Dan itulah makna merdeka menurut saya
#123MaknaMerdeka

Dessy Patricia

Selasa, 29/08/2017 23:12

Siapa sih yang gak pingin punya dan tinggal di rumah sendiri?

Punya rumah sendiri adalah suatu bentuk kemerdekaan. Itu merupakan pencapaian yang besar untuk beberapa orang. Namun, terkadang keinginan ini tak terwujud karena ada banyak kendala. 

Saya ingin sharing bagaimana keluarga kami dari memiliki rumah yang kecil berukuran type 36 dan KPR sampai sekarang sudah cukup besar untuk menampung kami yang berjumlah 6 orang.

Pada tahun 1994, orang tua saya menikah dan setahun kemudian lahirlah saya. Orangtua saya memutuskan untuk membeli rumah kecil berukuran type 36. Hanya selang setahun kemudian setelah saya lahir, ibu saya hamil lagi. Pada 3 tahun berikutnya, ibu hamil anak ketiga. Berarti akan bertambah lagi anggota keluarga di rumah ini. Disitu Ayah merasa, rumah yang mungil ini tidak cukup untuk kami berlima. Ayah ingin menambah luas rumah. Namun Tuhan belum mengijinkan kami membangun lagi. Ayah dan Ibu ternyata memiliki keterbatasan finansial. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang semakin meningkat, selain Ayah bekerja di kantor, ibu saya mencoba untuk berusaha dan berkerja apa saja. Orang tua saya percaya bahwa rejeki ada Tuhan yang mengatur dan memberi, yang penting kita tetap berusaha.

Setahun kemudian, Tuhan memberikan berkat yang luar biasa buat keluarga kami. Selain adikku yang ketiga lahir, orangtua ku sudah mulai mencicil untuk membeli bahan bangunan kebutuhan untuk pengembangan rumah kami. Tak lama 6 bulan kemudian, kami sudah bisa merasakan kebahagiaan memiliki rumah yang cukup besar untuk kami berenam. Adikku sangat senang sekali ketika dia sudah memiliki kamar sendiri. Terutama Ayah dan Ibuku yang sangat bergembira dimana pengorbanan mereka dengan menabung dan bekerja untuk membangun rumah sudah terwujud. Satu persatu beban pikiran terangkat. Ayah dan Ibu hanya perlu fokus untuk menyekolahkan kami, memenuhi kebutuhan lainnya dan pastinya mempersiapkan masa depan.

Saya sendiri tau bagaimana rasanya menempati rumah yang bukan punya kita. Dulu saya pernah tinggal di rumah nenek dan menyewa kos2an ketika jaman sekolah dulu. Beda rasanya ketika berada di rumah sendiri. Di rumah sendiri, kita merasakan kebebasan. Kebebasan disini maksudnya tidak ada peraturan yang mengikat sama seperti kita mengontrak atau menumpang. Kita juga bebas mengganti warna tembok, merubah susunan ruangan hingga mengadakan pesta di rumah, tanpa harus meminta izin kepada siapapun karena itu adalah rumah sendiri. Ibu saya senang sekali mengubah setiap sudut rumah sesuka hati. Setiap tahun, kami pasti mengecat warna rumah dengan warna yang berbeda-beda setiap tahunnya. Selain itu, ada rasa aman dan nyaman di dalam keluarga. Ada kepastian masa depan dalam keluarga. Bonus manfaat lainnya adalah investasi. Ini suatu hal yang penting untuk jaminan masa depan. Investasi di bidang properti akan terus naik nilainya setiap tahunnya. Rumah adalah salah satu aset masa depan.

Pada suatu sore sekitar 3 hari yang lalu, saya bertanya kepada Ayah saya. Bagaimana rasanya memiliki rumah sendiri yang nyaman seperti ini?

Ayah menjawab, “Rumah adalah tempat melindung,  membangun kebahagiaan dan cita-cita bersama keluarga. Melihat kaian yang nyaman dan bahagia di dalam rumah saja sudah merupakan kebahagiaan yang tak terkatakan dan kepuasan sendiri buat Ayah dan Ibu. Karena sudah menjadi kewajiban buat Ayah untuk membahagiakan kalian.”

Rumah merupakan kebutuhan dasar sebuah rumah tangga yaitu terpenuhinya kebutuhan papan (tempat tinggal). Buat teman-teman yang masih berjuang untuk mewujudkan impian rumah sendiri, tetap semangat jangan putus asa. Tetap positive thinking. Karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Karena kita adalah pejuang, baik untuk sendiri maupun keluarga.

Dan di bulan Agustus yang meriah ini, kami dengan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih di teras rumah,

Banyak langkah yang bisa kita lakukan demi mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Punya rumah sendiri tak lagi sekedar mimpi. Berikut beberapa tips nya:

1. Cari tahu KPR apa yang paling cocok untukmu. Cari bank dengan bunga KPR terendah!

2. Tak perlu yang berada di pusat kota yang pasti harganya mahal. Cukup Memilih rumah di pinggiran kota lebih terjangkau :)

3. Buatlah perencanaan keuangan dan disiplin menabung demi angsuran/DP!

4. Cari kerja sampingan untuk menambah penghasilan.

Demikian sharing saya. SALAM MERDEKA!!

@Rumah123.com  #123MaknaMerdeka


 

Dessy Patricia

Selasa, 29/08/2017 23:23

Siapa sih yang gak pingin punya dan tinggal di rumah sendiri?

Punya rumah sendiri adalah suatu bentuk kemerdekaan. Itu merupakan pencapaian yang besar untuk beberapa orang. Namun, terkadang keinginan ini tak terwujud karena ada banyak kendala. 

Saya ingin sharing bagaimana keluarga kami dari memiliki rumah yang kecil berukuran type 36 dan KPR sampai sekarang sudah cukup besar untuk menampung kami yang berjumlah 6 orang.

Pada tahun 1994, orang tua saya menikah dan setahun kemudian lahirlah saya. Orangtua saya memutuskan untuk membeli rumah kecil berukuran type 36. Hanya selang setahun kemudian setelah saya lahir, ibu saya hamil lagi. Pada 3 tahun berikutnya, ibu hamil anak ketiga. Berarti akan bertambah lagi anggota keluarga di rumah ini. Disitu Ayah merasa, rumah yang mungil ini tidak cukup untuk kami berlima. Ayah ingin menambah luas rumah. Namun Tuhan belum mengijinkan kami membangun lagi. Ayah dan Ibu ternyata memiliki keterbatasan finansial. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang semakin meningkat, selain Ayah bekerja di kantor, ibu saya mencoba untuk berusaha dan berkerja apa saja. Orang tua saya percaya bahwa rejeki ada Tuhan yang mengatur dan memberi, yang penting kita tetap berusaha.

Setahun kemudian, Tuhan memberikan berkat yang luar biasa buat keluarga kami. Selain adikku yang ketiga lahir, orangtua ku sudah mulai mencicil untuk membeli bahan bangunan kebutuhan untuk pengembangan rumah kami. Tak lama 6 bulan kemudian, kami sudah bisa merasakan kebahagiaan memiliki rumah yang cukup besar untuk kami berenam. Adikku sangat senang sekali ketika dia sudah memiliki kamar sendiri. Terutama Ayah dan Ibuku yang sangat bergembira dimana pengorbanan mereka dengan menabung dan bekerja untuk membangun rumah sudah terwujud. Satu persatu beban pikiran terangkat. Ayah dan Ibu hanya perlu fokus untuk menyekolahkan kami, memenuhi kebutuhan lainnya dan pastinya mempersiapkan masa depan.

Saya sendiri tau bagaimana rasanya menempati rumah yang bukan punya kita. Dulu saya pernah tinggal di rumah nenek dan menyewa kos2an ketika jaman sekolah dulu. Beda rasanya ketika berada di rumah sendiri. Di rumah sendiri, kita merasakan kebebasan. Kebebasan disini maksudnya tidak ada peraturan yang mengikat sama seperti kita mengontrak atau menumpang. Kita juga bebas mengganti warna tembok, merubah susunan ruangan hingga mengadakan pesta di rumah, tanpa harus meminta izin kepada siapapun karena itu adalah rumah sendiri. Ibu saya senang sekali mengubah setiap sudut rumah sesuka hati. Setiap tahun, kami pasti mengecat warna rumah dengan warna yang berbeda-beda setiap tahunnya. Selain itu, ada rasa aman dan nyaman di dalam keluarga. Ada kepastian masa depan dalam keluarga. Bonus manfaat lainnya adalah investasi. Ini suatu hal yang penting untuk jaminan masa depan. Investasi di bidang properti akan terus naik nilainya setiap tahunnya. Rumah adalah salah satu aset masa depan.

Pada suatu sore sekitar 3 hari yang lalu, saya bertanya kepada Ayah saya. Bagaimana rasanya memiliki rumah sendiri yang nyaman seperti ini?

Ayah menjawab, “Rumah adalah tempat melindung,  membangun kebahagiaan dan cita-cita bersama keluarga. Melihat kaian yang nyaman dan bahagia di dalam rumah saja sudah merupakan kebahagiaan yang tak terkatakan dan kepuasan sendiri buat Ayah dan Ibu. Karena sudah menjadi kewajiban buat Ayah untuk membahagiakan kalian.”

Rumah merupakan kebutuhan dasar sebuah rumah tangga yaitu terpenuhinya kebutuhan papan (tempat tinggal). Buat teman-teman yang masih berjuang untuk mewujudkan impian rumah sendiri, tetap semangat jangan putus asa. Tetap positive thinking. Karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Karena kita adalah pejuang, baik untuk sendiri maupun keluarga.

Dan di bulan Agustus yang meriah ini, kami dengan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih di teras rumah,

Banyak langkah yang bisa kita lakukan demi mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Punya rumah sendiri tak lagi sekedar mimpi. Berikut beberapa tips nya:

1. Cari tahu KPR apa yang paling cocok untukmu. Cari bank dengan bunga KPR terendah!

2. Tak perlu yang berada di pusat kota yang pasti harganya mahal. Cukup Memilih rumah di pinggiran kota lebih terjangkau :)

3. Buatlah perencanaan keuangan dan disiplin menabung demi angsuran/DP!

4. Cari kerja sampingan untuk menambah penghasilan.

Demikian sharing saya. SALAM MERDEKA!!

@Rumah123.com  #123MaknaMerdeka

Melissa Febrianti

Selasa, 29/08/2017 23:30

Makna Merdeka versiku adalah ketika diriku memiliki kamar mandi sendiri dikamarku,sehingga tidak perlu berebut untuk mandi dengan yg lain. Dan memiliki kebebasan mendekor kamar sendiri. 

Diriku adalah anak dari 3 bersaudara. Rumahku dihuni oleh ramai orang. Ada kakek,Ibu dan Ayah,Abangku beserta istrinya dan 2 orang anaknya serta adikku dan diriku yg belum menikah. Sehingga rumahku selalu ramai. Tapi tiap pagi juga terjadi keributan dan keramaian,karena apa? Karena berebut kamar mandi buat mandi. Dirumah cuma ada 2 kamar mandi. Dipagi hari,jika tidak bangun awal2 untuk mandi akan dipastikan bisa telat kerja. Apalagi pagi hari banyak yg mau antri pakai kamar mandi. Ada yg mau kerja,anak2 yg mau pergi sekolah. Apalagi jika adikku mandi sangat lama sekali. Bisa dipastikan akan terjadi antrian. 
Tapi itu dulu,sekarang diriku sudah merdeka sejak Bapakku merenovasi rumah dan diriku mendapat kamar tidur sendiri beserta kamar mandi di dalamnya. Senang sekali rasanya,tiap pagi jadi tidak perlu berebut atau antri kamar mandi lagi. Sekarang hampir setiap kamar tidur ada kamar mandinya. Dan yg membuatku senang adalah diriku bisa mendekorasikan kamar tersebut sesuai dengan keinginanku. Diriku senang sekali dengan walpaper dinding yg cantik2. Jadi diriku suka membelinya dan mengganti walpaper dinding kamar tanpa ada yg melarang lagi dan tanpa perlu bertengkar mulut dengan adikku tentang perbedaan selera walpaper dinding ketika kami masih kamar bersama. 
@Rumah123.com #123MaknaMerdeka 

DEVI VIRGIA PERWITA

Rabu, 30/08/2017 00:44

KAN KU WUJUDKAN KEMERDEKAAN YANG SESUNGGUHNYA UNTUK KEDUA ORANGTUA-KU


Negara kita Indonesia memang telah merdeka, 17 Agustus 2017 lalu kita merayakan yang ke-72. 
Namun cukupkah merdeka negara kita saja? Belum.

Merdeka itu harus terus menerus diperjuangkan. Sampai nafas terakhir. 
Usiaku kini 25 tahun. Dari usiaku 6tahun, ayah ibuku mengalami kesulitan ekonomi, sehingga kami tinggal mengontrak dari rumah satu ke rumah lain setiap tahunnya. Entah sudah berapa rumah yang kami tinggali sampai saat ini. 

Usia yang sudah matang bukan? Tapi merdeka apa yang kami dapatkan?
Ya kalau boleh kami belum merdeka. 
Sebagai anak tidak mampu, aku pun harus putus sekolah. Mencari pekerjaan tak semudah yang aku bayangkan ternyata. Tertolak dimana mana membuatku merasa aku semakin jauh dari kata merdeka.
Tapi melihat gigihnya perjuangan pahlawan kita dulu, aku yakin, perjuanganku tidak akan sia-sia asal aku tidak berhenti.

Merdeka yang aku inginkan akan terus kuperjuangkan hingga titik terakhir. 
Sampai kuwujudkan kemerdekaan itu bagi kedua orangtuaku yang aku sayangi.
Saat aku kecil, mereka membahagiakanku tanpa henti, aku merasa masa kecilku adalah masa-masa paling merdeka. Bahagia, tercukupi, disayangi, aman, nyaman.

Tapi kehidupan punya perjuangannya sendiri-sendiri. Setiap orang berjuang demi kemerdekaannya sendiri juga demi orang lain yang mereka sayangi.
Begitupun denganku.
Dan akhirnya, setelah gagal mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan yang kumiliki, aku berjuang dan berjuang. Dan dengan tekad bulat, semangat gigih, pantang menyerah seperti sifat dan sikap para pahlawan Indonesia yang kukagumi, aku bisa mendapatkan penghasilan dengan bisnis online yang kugeluti.
Ku tabung uangnya sedikit demi sedikit. 
Bukan untuk kuhamburkan seperti kebanyakan anak muda sekarang yang mengartikan kebebasan dengan salah.
Tapi dengan satu tujuan, memerdekakan kedua orangtuaku serta keluargaku dari kemiskinan, memerdekakan masa tua orangtua ku di rumah kami sendiri yang layak, mengalahkan segala rintangan yang membuat keluargaku belum merasakan kemerdekaan yang semestinya.

Memang sekarang belum terlihat hasilnya, karena aku masih berjuang, tapi dengan doa orangtuaku dan semangat yang kudapat dari setiap memandang wajah kedua oangtuaku, aku yakin tidak ada perjuangan yang sia-sia.
Meskipun impian mempunyai rumah sendiri untuk kedua orangtuaku belum terwujud dalam waktu dekat ini, namun aku tidak akan putus asa!

Karena kemerdekaan bagiku bukan saja saat impian atau tujuan hidupku berhasil diwujudkan. Namun selama semangatku terus berkobar, perjuanganku tetap berlanjut, harapanku tak berhenti dan tetap menyala, disitulah q merasakan semangat arti dari kata merdeka.
Dear @rumah123.com , bagi saya makna merdeka punya properti sendiri itu adalah wujud nyata kemerdekaan yang saya bawa di hadapan kedua orangtua saya, 19 tahun kami hidup tanpa punya rumah sendiri, dihina sudah pasti, tidak punya kebebasan sudah pasti, setiap sudah menempati suatu rumah lalu kami renovasi karena kami menempatinya maka pasti kami rawat, kami perindah, kami perbaiki, tapi tidak bisa kami miliki. Air mata saya menetes setiap ibu bercerita tentang impiannya memiliki dapur di luar rumah dengan taman kecil di samping rumah dengan halaman depan yang sedikit luas agar cucunya nanti bisa bermain disana. 

Rumah di masa tua, dengan kebahagiaan nyata, tawa canda bahagia yang bermakna dan berjuta cerita di dalamnya, aku harus mewujudkannya selagi aku muda dan kuat bekerja. Mewujudkan rumah impian bagi kedua orangtuaku adalah kemerdekaan bagiku. Rumah sederhana sejuk namun penuh kebahagiaan, senyuman dan ketenangan ibu yang tak lagi akan mendengar hinaan serta rumah dengan taman kecil yang sejuk dan menenangkan untuk kami berkumpul kala mengobrol sambil menyeruput kopi. Mungkin inilah makna merdeka yang sederhana namun begitu berarti sekali untukku. Terutama untuk kedua orangtuaku yang kusayangi.  #123MaknaMerdeka #HUTRI72

Kenzo Raditya

Rabu, 30/08/2017 03:36

Makna merdeka menurutku adalah ketika kita sebagai manusia merasakan kebebasan yang seutuhnya di dalam hidup ini, manusia bisa dikatakan bahagia ketika ia sudah memiliki kebebasan yang utuh, tak ada manusia yang bahagia jika hidupnya tidak bebas. Aku sangat ingin membuat kedua orang tua ku bahagia. Aku ingin sekali membeli rumah untuk kedua orang tua ku, sehingga mereka tidak perlu lagi tinggal di rumah nenek ku yang sudah lama meninggal, setelah beliau meninggal, rumah peninggalan ini jadi perebutan oleh saudara-saudara ayahku. Aku adalah mahasiswa semester 4. Setiap hari aku selalu berpikir untuk mencari cara agar bisa mencari uang lalu menabung, untuk masa depan ku, dan juga untuk membeli rumah yang aku harapkan setiap hari. Aku yakin suatu saat nanti aku dapat membeli rumah untuk kedua orang tua ku. Belum lama ini harapan ku terkabul, namun bukan aku yang membeli rumah, namun kakak ku yang membelikan rumah untuk kedua orang tua ku. Lewat rumah123 kakak ku bisa membelikan rumah untuk kedua orang tua ku, jadi kami sekeluarga merasa bahagia, karena kebebasan yang kami dapat setelah memiliki rumah. Rumah123 sangat membantu keluarga ku dalam mencapai harapan yang kami tuju selama ini, untuk memiliki rumah sendiri. @rumah123.com #123MaknaMerdeka

Novianti

Rabu, 30/08/2017 08:31

Hidup mandiri adalah cita-cita saya setelah menikah. Ya, saya punya komitmen dengan suami bahwa setelah menikah kita harus hidup terpisah dari kedua orangtua kita. Usia saya saat menikah adalah 23,5 tahun sedangkan suami saya 29 tahun, kami menikah pada Mei 2013. Saat menikah saya sudah bekerja sebagai seorang guru di salah satu sekolah swasta dengan penghasilan 1 juta per bulan, dan itupun saya masih menempuh kuliah S2 di perguruan tinggi swasta. Suami saya seorang wiraswasta yang berjualan makanan dan minuman sederhana atau istilah kerennya di Solo adalah Hidangan Istimewa Kampung (HIK), dengan penghasilan yang tidak menentu. Kami tinggal di kontrakan ukuran 4x6 meter, cukup sempit untuk ukuran keluarga. Tapi ngga masalah karena kami memang ingin mandiri hidup pisah dari orangtua. Ngga tinggal serumah dengan orangtua bukannya kami tidak sayang, ini adalah cita-cita kami yang memulai hidup mandiri dan mengetahui satu sama lain. Sebenarnya suami saya sudah punya rumah yang bisa untuk kami tinggal, tapi saya menolaknya karena itu rumah warisan dari neneknya.
Kemudian, kami ingin punya rumah sendiri, awalnya kami takut karena kami tidak punya cukup uang untuk membeli rumah di Solo yang harganya sudah mahal dibanding dengan di kampungku. Perjuangan untuk mendapatkan tanah cukup berliku, dengan bantuan beberapa calo rumah, kami sempat 2 kali kena tipu dan kehilangan sejumlah uang. Sampai akhirnya, saya mengatakan pada suami saya, bahwa kita buat slow aja cari tanahnya, ngga usah buru-buru. Nah saat kami ngga nyari itu, kemudian ada yang menawarkan tanah kepada kami, waktu itu kami hanya punya tabungan 20 juta dan harga tanahnya 45 juta. Alhasil, kami pun mencari pinjaman ke bank. Akhirnya kebeli juga itu tanah, setengah merdeka rasanya, paling tidak kami sudah punya tanah.
Selang satu tahun kemudian ketika pinjaman kami lunas, kamipun memutuskan untuk meminjam kembali ke bank 50 juta untuk membangun rumah dengan jangka waktu pinjaman 60 bulan. Waktu yang lama sekali pikirku, tapi ngga apalah yang penting rumah kami bisa berdiri.
Dengan uang tersebut, kami hanya bisa membangun rumah asal jadi ya yang penting tembok sudah, pintu sudah, dan atap, bangunan masih kasar, lantai masih tanah. Sampai titik itu kami sudah sangat bersyukur, setelahnya bila ada sedikit uang kami memperbaiki rumah supaya terlihat lebih bagus. Inilah merdeka yang aku rasakan, bisa merasakan perjuangan membangun rumah dari nol, tanpa bantuan dari kedua orangtua. Terutama aku, aku yang dulunya hanya bisa minta pada ayahku, dan aku bisa membuktikan padanya bahwa aku bisa punya properti dari jerih payahku.  Benar-benar sangat bersyukur, dan merasakan merdeka ketika aku bisa membuktikan kepada keluarga bahwa aku dan suamiku bisa mewujudkan mimpi kita. @rumah123.com #123MaknaMerdeka

Admin Rumah123

Rabu, 13/09/2017 10:27

Selamat kamu terpilih menjadi salah satu pemenang kuis #123MaknaMerdeka. Kirimkan biodata lengkap (Nama+ Alamat Pengiriman+ Tlf+ email) melalui sosial media Rumah123.com paling lambat 14 hari kerja.

Ardi yan

Rabu, 30/08/2017 10:55

#123MaknaMerdeka punya properti sendiri versi saya.


Punya rumah sendiri itu jelas akan mengurangi beban pikiran kita, dan terlebih lagi punya rumah sendiri itu seolah-olah penghargaan dari jeri payah kita selama ini. Seperti halnya para pahlawan yang telah berkorban untuk memerdeka kan negeri ini, begitupun kita yang rela memangkas pengeluaran kita untuk ditabung. Dan yang namanya rumah milik sendiri itu akan membebaskan diri kita dari banyak hal, seperti tagihan sewa rumah, rasa was-was akan diusir karena telat bayar sewa,kurang nyaman karena tinggal di rumah orang tua/mertua dan masih banyak lagi. Intinya punya properti sendiri itu: 1. Nyaman dan tentram 2. Bebas ngelakuin apa saja(dekorasi/renovasi) sama rumah kita 3. Menambah rasa percaya diri dan kebanggaan sendiri 4.investasi jangka panjang. 
Sekian dan terima kasih.

Joseph Hermanto

Rabu, 30/08/2017 11:09

Wahai si tukang nyewa, 

Duit, gadget ada,  mobil terbarupun punya, 
Tetapi setiap tahun wira wiri tidak punya tempat pasti, 
Seperti tupai yg punya banyak makanan,  
Tetapi hobinya loncat kesana kemari. 

Cobalah hidup lebih pasti, 
Tidak harus selalu pindah kesana kemari, 
Menabung untuk membeli rumah sendiri, 
Bukannya hidup hanya sekedar untuk gengsi. 

Belajarlah untuk mengerti istilah "Rumahku adalah Istanaku",
Karena sekecil-kecilnya rumah sendiri, 
Kamu adalah rajanya, 
Sebesar-besarnya rumah sewa, 
Yang punya adalah rajanya. 

Punya rumah sendiri, 
Peraturan buat sendiri, 
Mau modif sampai corat coret dinding gak ada yg peduli, 
Sampai rusak pun tidak harus ganti,
Semuanya ikut kemauanku sendiri... MERDEKA... 

Tetapi jangan lupa jika kamu sudah punya istri, 
Walaupun kamu rajanya masih ada sang MAHA DEWI, 
Jangan membuatnya bersedih apa lagi sakit hati, 
Cobalah untuk selalu mengerti dan saling mencintai, 
Supaya kata MERDEKA di rumah sendiri bukan hanya sekedar basa basi. 
#123MaknaMerdeka @Rumah123

handoko

Rabu, 30/08/2017 11:38

.
Ini Cerita Tentang Merdeka nya kami setelah punya rumah sendiri

Dahulu kami tinggal di sebuah rumah kontrakan di Larangan Selatan, Kota Tangerang.
Sejak tahun 2009, anak kami yang pertama mulai bersekolah, di sebuah TK di kawasan Bintaro.
Kami menggunakan jasa antar jemput untuk anak ke sekolah dengan biaya 500 ribu per bulan.
Setiap hari anak kami dijemput paling pagi dan diantar pulang paling siang karena jarak rumah kami ke sekolah paling jauh.

Saya sering berpikir, betapa kasihan anak saya yang masih kecil harus menjalani pulang-pergi dengan jarak relatif jauh.
Hingga pada tahun 2010 dimulailah usaha saya untuk 'hunting' rumah yang lokasinya di dekat sekolah anak kami.
Saya sangat terbantu sekali dengan adanya situs internet rumah123.com yang menyediakan iklan rumah online. 
Saya dapat mencari rumah berdasarkan pilihan lokasi dan range harga dengan mudah dan cepat.
Hebatnya lagi semua itu saya lakukan tanpa harus meninggalkan kantor dan berpanas-panas keliling kampung.

Singkat cerita kami pun mendapatkan rumah yang sesuai dengan kriteria yang kami cari, dekat dengan sekolah anak dan harganya sesuai kantong.
Walaupun kami harus mengencangkan ikat pinggang untuk membayar angsuran, tapi kini kami merdeka karena sudah punya rumah sendiri.
Kami telah memerdekakan anak kami, karena kini waktu tempuh ke sekolah hanya 5 menit. 
Saat pagi kami tidak harus terburu-buru dan bisa meluangkan waktu untuk olah raga sejenak. 

Itulah #123MaknaMerdeka bagi kami, setelah punya rumah sendiri

.
.

Risa Kusumawati

Rabu, 30/08/2017 11:45

    Ini cerita real saya dengan pacar saya, saat menjalan hubungan kita berdua sama-sama sedang kuliah dan sedang bekerja, sebelumnya kami berniat menikah setelah lulus kuliah tetapi saat itu dia melihat iklan properti mengenai rumah subsidi yang ada di daerah khususnya di kabupaten bogor dan kebetulan dia sangat tertarik dan dia bilang bahwa investasi di bidang properti sangat menguntungkan karena tiap tahun pasti ada kenaikan harga, saat itu kami memutuskan untuk membeli rumah terlebih dahulu dan mulai mencari informasi tentang tempat dan harga rumah subsidi tersebut, salah satu informasi yang menjadi rujukannya adalah dari website rumah123.com. Setelah mendapat informasi dia mulai mengajukai permohonan untuk kredit rumah subsidi, dan memanfaatkan  program dari bpjs ketenagakerjaan yang bisa meminjamkan untuk dp perumahan subsidi untuk para pesertanya, info itu pun kami dapat dari website rumah123.com. setelah melewati prosedur dan persyaratannya akhirnya kami mendapatkan rumah yang kami idamkan. Merdeka bagi kami adalah memiliki properti idaman di tempat yang sesuai, di saat usia masih muda, dan pembayaran kpr akan lunas sebelum  memasuki usia pensiun dan sebelum anak-anak kami nantinya masuk kuliah dan disaat itulah kami memulai hidup mandiri itulah makna merdeka bagi kami #123MaknaMerdeka

Wahyu Esty

Rabu, 30/08/2017 13:30

Merdeka itu kalau sudah bisa punya rumah sendiri yang didesain sendiri. Mau mengisi perabotan rumah sendiri. Dan membuat rumah paling nyaman dan aman untuk keluarga. Rumah rapi, tertata, yang dirindukan dan tak ingin meninggalkannya lama-lama. Rumah yang seperti surga, merekapun merdeka dan bebas berekspresi di rumah.
Dari rumah yang nyaman, akan menjadi pribadi yang baik di lingkungan. Yang bisa menghargai satu sama lain sehingga di luar rumahpun menjadi orang baik. Kalau semua rumah bisa memberi kenyamanan pada penghuninya. Mereka akan menjadikan semua tempat dimana saja aman dan nyaman. Maka akan sangat aman dunia ini. Karena semua dimulai dari rumah dan keluarga.
#123MaknaMerdeka

Caesar Arrasyiid

Rabu, 30/08/2017 13:46

Nikmatnya punya properti sendiri. 

Saat ini saya masih tinggal bersama dengan orang tua. Rumah pun bisa dibilang bukan rumah sendiri karena sebenarnya itu pemberian dari alm. Kakek. Saya masih kuliah dan belum menikah. Senang rasanya melihat rumah-rumah cluster di daerah pondok indah, bintaro, green lake city, karena designnya yang cukup megah dan mewah. Melihatnya saja sudah senang apalagi punya sendiri. Saya punya keinginan ingin sekali membelikan rumah pertama kali itu untuk orang tua saya, sebab ibu saya sekarang single mom, ayah saya meninggal tiga tahun yang lalu dan kehidupan mulai berubah saat beliau tidak ada. Tulang punggungnya adalah saya dan ibu saya. Rumah sendiri itu enak sebab kita bisa melakukan aktivitas tanpa adanya rasa canggung atau ragu. Rumah itu adalah tempat yang akan selalu menyambut kita dari segala aktifitas di luar untuk kembali ke rumah. Rumah sendiri itu sangat enak karena di sana lah kita bisa merasakan kenyamanan, kenikmatan, dan rasa tenang ketika kita berada di dalamnya. Tak peduli sebagus apapun rumah di luar sana pasti tetaplah rumah sendiri itulah yang paling kita rindukan. Rumah sendiri itu bebas, bebas dari segala tagihan bulanan atau tahunan seperti mengontrak rumah dengan jangka waktu tertentu dan jika sudah jatuh tempo harus bersiap untuk membayar lagi, atau jika dirasa harganya sudah mulai mahal maka, pikiran akan selalu terpaku pada harga kontrakan rumah yang lebih murah, resikonya hidup nomaden berpindah-pindah. Rumah sendiri itu nikmat karena dari rumah itulah bukti perjuangan hidup kita untuk mendapatkannya, sejarah untuk keluarga nanti yang akan di ceritakan kepada anak cucu saat usia sudah mulai senja. Cerita itu yang akan diulang berkali-kali karena cerita itu mempunya banyak nilai sejarah yang menarik setiap kali diceritakan. Sampai akhirnya nanti rumah itu akan diwariskan kepada anak kita karena kita akan kembali kepada rumah yang sebenar-benarnya menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi manusia di dunia yaitu liang lahat, yang hanya berukuran 2 x 1 meter. Semoga rumah sendiri itu yang nanti saya akan dapat bisa sebagai batu loncatan agar banyak kegiatan positif yang menghasilkan pahala sebagai bekal untuk rumah abadi di akhirat. 

Arasibeatbox@gmail.Com

https://www.rumah123.com
#123maknamerdeka

Eva Parningsih

Rabu, 30/08/2017 16:54

PERJUANGAN sebagai #123MaknaMerdeka
Saya terlahir bukan dari keluarga mampu, sejak kecil harus tau arti berjuang untuk memiliki sesuatu yang saya inginkan atau bersabar atasnya, walau hanya untuk sebuah boneka. Tapi saya tidak pernah mengeluh atas keadaan, masih ada teman yang bisa dipinjami boneka atau mainan nya, memang sih kadang kurang berasa merdeka nya kalau pinjam, tapi saya ingat ibu dan bapak saya selalu berusaha memberikan yang terbaik walau tidak pada saat itu juga.
Kesabaran dan perjuangan mengantarkan saya pada sebuah pekerjaan saat lulus sekolah, kebayang kan dapat gaji pertama sudah ditungguin wishlist yang mau saya beli dengan hasil keringat sendiri. Ternyata rasanya begitu mengesankan bisa membeli properti sendiri .
Sampai masanya saya menikah di tahun 2014, saya dibawa untuk tinggal di rumah suami. Merdeka nya bisa hidup di rumah sendiri apalagi dengan orang tercinta, tanpa perlu memikirikan budget tempat tinggal seperti bayar sewa kontrakan dan sebagainya .
Tapi ya, namanya juga hidup. Selalu ada cobaan dan rintangan. Oktober 2015 rumah saya terbakar, semua properti yang kami miliki habis terbakar tanpa tersisa kecuali pakaian yang kami pakai saat itu. Saya masih bersyukur, anak kami yang masih berusia 3 bulan langsung diselamatkan oleh pengasuhnya karena saya dan suami bekerja saat itu.
Mau disesali, rumah juga gak mungkin kembali. Maka dari itu, mengikuti semangat para pahlawan untuk memerdekakan Indonesia dahulu. Saya dan suami bangkit, sedikit demi sedikit kami berjuang untuk kehidupan kami. Akhirnya dengan modal tabungan yang kami punya dan bantuan dari beberapa lembaga pemerintah, kami membangun rumah kami kembali dan Mei 2016 kami bisa kembali menempatinya. Menata dari awal semua design rumah dan isinya bersama sama. Karena tidak ada yang lebih baik dari tinggal dirumah sendiri..
Dari semua yang terjadi, saya jadi tau #123MaknaMerdeka adalah bebas menikmati hasil dari proses perjuangan melewati masa masa sulit, mendapatkan sesuatu yang menjadi hak milik dengan usaha sendiri . Karena tidak ada yang lebih merdeka dari kita bebas melakukan apapun dengan properti sendiri.
Saat ini tinggal menjaga apa yang kita punya,ikut membantu melestarikan kekayaan Indonesia. Dan kembali menabung untuk masa depan, karena website rumah123.com buat saya semangat untuk beli properti lagi sebagai investasi . :)

Sendy Firma

Rabu, 30/08/2017 17:59

Merdeka.....


Mendengar kata merdeka, yang ada di benak saya adalah adanya kebebasan untuk melakukan suatu hal, namun masih dengan aturan yang harus ditaati. Seperti halnya konsep kemerdekaan dalam negara Indonesia, setelah merdeka, kita bebas untuk melakukan kehidupan bernegara namun ada aturan-aturan yang harus ditaati, seperti misalnya dengan adanya UUD 1945. Hal ini tidak jauh berbeda dengan konsep kemerdekaan dalam hal kepemilikan suatu properti. Walaupun ada aturan-aturan yang mengikat, setiap individu tetap harus dibebaskan dan diberikan haknya untuk membeli dan memiliki status kepemilikan terhadap properti yang mereka inginkan. Walaupun hal yang dianggap sederhana, kenyataannya masih banyak diantara kita yang kesulitan untuk memiliki properti yang mereka inginkan. Diluar masalah harga, terkadang kita dipersulit syarat-syarat lain untuk memiliki suatu properti. Namun, dibawah ini saya memiliki contoh seperangkat kursi dan meja yang bisa saya dapatkan dengan harga yang cukup terjangkau. Tanpa kesulitan yang berarti untuk membelinya, berarti saya sudah merasakan hak saya dalam kemerdekaan memeroleh suatu barang khususnya properti.

Fahma Fauziah

Rabu, 30/08/2017 21:16

Merdeka secara properti bagiku tak hanya memiliki tempat tinggal sendiri. Bagiku tak sesederhana itu. Merdeka secara properti bagiku adalah tempat tinggal yang juga diisi dengan kehangatan keluarga. Rumah besar bagiku menjadi tak begitu berarti jika dalam rumah itu tidak memberi kehangatan bagi orang yang menempatinya. Sekalipun rumah dengan tampilan sederhana, dengan kehangatan keluarga, rumah tersebut seperti istana dimataku. Merdeka secara properti juga tak hanya soal kebebasan bagiku. Tetapi merdeka secara properti adalah bagaimana seseorang dapat berkreasi dengan leluasa di dalam rumah tersebut. Dan tentu saja hal tersebut didukung oleh tempat tinggal yang baik dan juga sehat.  

Aryandi Putra

Rabu, 30/08/2017 21:49

#123MaknaMerdeka

Apa hubungannya merdeka dengan rumah? Hmmm. kalau buat saya yang jomblo gini alias bujangan, punya rumah sendiri itu rasanya merdeka banget. Ga kepikiran untuk bayar kos tiap bulan (kebetulan sekarang jadi anak kos, hehe), bisa bebas mau nyanyi2 atau ribut di kamar sama temen2 tanpa harus ganggu kamar sebelah kosan, pokoknya bebas deh. Merdekaaaa... hehehe. Saya punya kepribadian INFJ dan salah satu karakteristik INFJ itu adalah ambivert, bunglon, jadi dia itu introvert dan extrovert. Seneng sendiri, tapi juga suka rame2. Seneng ngumpul2 sama temen, tapi harus punya privasi sendiri. Malah punya hobi aneh yaitu "sendiri di tengah keramaian". Dan kalau lagi bareng2 temen tuh, suka lama2 capek sendiri, dan tiba2 butuh "me time". Itulah alesan kenapa saya ga mau puny temen sekamar kalau ngekos. Suka risih sendiri. Tapi kalau sendiri juga kesepian, hmmmm... 

Ngomong2 soal jomblo, pasti pengen donk buat nikah. Dan biasanya, yang ditanyain sama calon mertua itu gini, "kerjaan dimana? nanti mau ngasih makan anak saya gimana? udah punya rumah belum?" Pasti deh ada pertanyaan soal rumah. Wajar donk, orang tua pasti pengen anaknya terjamin, tinggalnya nanti bakalan dimana. Khan rumah termasuk kebutuhan primer, ya toh? pangan sandang papan. Jadi punya rumah itu udah merdeka banget, minimal kita bisa pede kalau ketemu calon mertua, "nih pak, saya udah punya rumah". Cieeeee, eh tapi ngomong2, calonnya saya belum ada ya... lupa... aahahaha

Nah balik lagi nih soal rumah. Kalau di jakarta seperti domisili saya sekarang mungkin susah ya cari rumah yang terjangkau. Paling yang terjangkau adanya di bogor, tanggerang. Itupun juga sudah ramai penduduknya dan harganya naek terus. Biasanya yang lagi hits sekarang itu KPR perumahan baru atau cluster gitu, mulai dari yang konvensional atau syariah. Cuma ya itu tadi, tempatnya jauh dari kantor saya sekarang. Kayaknya untuk yang sekarang2 ini saya lebih milih rumah yang udah ada deh, bukan rumah baru.

Masalahnya, untuk cari rumah itu kadang jodoh2an. Giliran dicari ga dapet2, udah keliling ga ada yg sreg, giliran ketemu eh mahal, giliran pengen balik lagi ke tempat tadi, eh udah dibeli orang, Untungnya zaman sekarang tuh udah canggih, ada situs rumah123.com. Eh, buat saya itu adalah salah satu makna kemerdekaan loh, merdeka dari rasa galau... #apasih. Iya donk, soalnya kita gak usah bingung2 lagi kalau cari rumah, ga usah keliling2 lagi muter2 ke perumahan, ke kompleks, buat cari tulisan "rumah ini dijual". Merdeka itu khan juga bisa diartikan merdeka dari kesulitan, tadinya nyari rumah itu susah, sekarang tinggal klik2 deh, gampang khan? Di situs ini, kita bisa cari rumah2 yang sesuai dengan kebutuhan kita, mau budgetnya berapa, lokasinya dimana, punya berapa kamar. Selain itu gak cuma jual, kita juga bisa nyewa. Yah mungkin awalnya nyewa dulu, terus pas ada uangnya baru deh beli. Selain itu, di rumah123.com juga nyediain KPR, jadi yang dananya masil belum cukup, bisa KPRan dulu deh. Hayoooo, merdeka banget ga sih?

Betewe, di rumah123.com ini juga tersedia aplikasi android dan iOSnya. Jadi ga usah repot2 deh harus buka di dekstop, komputer gitu. Kalau bukanya di hp khan abis browsing bisa langsung cuss, sampe tempatnya ga cocok bisa browsing lagi di app rumah123 trs cuss lagi survey rumahnya. Jadi ga perlu repot2 ke warnet dulu. Emang sih bisa buka websitenya lewat google chrome di hp, cuma khan kurang smooth gitu, dan tampilannya terbatas, ga maksimal gitu. Kadang ada yang screennya kepotong atau apalah, lebih nyaman pake appnya. Kebetulan saya juga programmer android sih, hehehe.

Jadi, sekarang gampang khan cari rumah? Setidaknya merdeka di situ dulu deh, ga perlu repot2 lagi. Kemudian, mudah2an dapet rumah yang diinginkan. Merdeka 2 kali nih. Udah punya rumah, abis itu cari tangganya, rumah tangga.... Merdeka 3 kali donk. Saya doain buat yang belum punya rumah semoga bisa dapat rumah idamannya. Yang udah punya tangga, semoga bisa dapet rumahnya, yang udah punya rumah semoga bisa dapet tangganya... #apasih... Eh, penulis juga minta didoain lohhh, udah jomblo belum punya rumah juga.... ngenes yak.... Ya kali2 aja abis nulis ginian dapet jodoh.... eeeh #ngarep

@Rumah123.com  #123MaknaMerdeka

Nur Utami

Kamis, 31/08/2017 11:51

#123MaknaMerdeka punya properti sendiri .
Menurut saya, punya properti sendiri merupakan suatu kemerdekaan tersendiri bagi yang mempunyainya.
Merdeka disini bisa diartikan dengan kesuksesan/keberhasilan hidup seseorang. Perjuangan yang selama hidup dinanti-nantikan, di impi-impikan oleh orang-orang sejak dari remaja bahkan anak-anak.
Meskipun dengan mempunyai properti sendiri telah merdeka, tetap akan terasa kurang tanpa ada orang-orang yang berharga bagi hidup seseorang tersebut, seperti orang tua atau keluarga.
Oleh sebab itu, makna merdeka punya properti sendiri yang sesungguhnya yaitu dapat menikmati properti milik sendiri dengan orang-orang yang berharga/berarti dalam hidup ini.
Dengan begitu, selain kepada kita, kebahagiaan juga datang kepada semua orang yang ada didekat kita.
Jika semua merasakan kebahagiaan, betapa berartinya kemerdekaan yang telah tercapai.

Haris Fatahillah

Kamis, 31/08/2017 15:03

Merdeka itu berarti kembali berjuang membangun negeri tanpa henti. Memiliki sebuah properti seperti meja yang sederhana ini adalah cara saya untuk bisa berkontribusi membangun negeri. Dari meja sederhana ini, dari dalam pikiran, saya bisa bebas berekspresi dan menebar inspirasi yang dituangkan melalui sebuah karya tulis tentang negeri yang indah ini. Dari meja sederhana ini juga adalah tempat saya untuk memberikan sebuah informasi tentang pariwisata, keindahan alam, ragam budaya, kuliner dan apapun itu yang dimiliki negeri ini.


#123MaknaMerdeka

Lia Fitri

Kamis, 31/08/2017 15:11

#123MaknaMerdeka

Haii kenalkan namaku Lia Fitri.. Usiaku 26 tahun.. Tahun ini adalah tahun "KEMERDEKAAN" buat aku karena setelah lebih dari 5 tahun merantau di kota besar aku berhasil mengumpulkan DP dan KPR ku sudah di approved oleh bank. Walapun hunian yang sanggup aku beli bukanlah di Jakarta namun pinggiran Jakarta, tapi aku sangat senang sekali, karena gak sia-sia aku menabung mengumpulkan uang untuk DP rumah selama 5 tahun ini dan akhirnya bisa punya rumah sendiri.

Cerita sedikit, selama ini aku hidup di kostan ya setiap tahunnya harga kostan selalu naik, itulah yang membuatku berpikir aku harus punya hunian sendiri minimal kalopun aku ga tempati bisa aku sewakan dan uang sewanya utk bayar cicilan tiap bulannya. Aku melihat ibu kost ku sangat enak sekali hidupnya, setiap bulan menerima uang dari kami warga kost dan ga perlu kerja sama skali. Ini juga yang memotivasiku untuk segera #NekatBeliRumah.

Alhamdulilah, tahun ini udah bisa terealisasi walaupun rumahnya belom jadi, hehehe.. Tapi Insha Allah 2 tahun lagi aku udah bisa menghuninya dan ga terbelenggu lagi sama bayar kostan yang mahal.

Terima kasih untuk Rumah123.com yang udah membuka mataku, menyadarkan betapa pentingnya untuk punya rumah sedini mungkin! Kalo a ada Rumah123.com mungkin sampe sekarang masih belom kepikir untuk beli rumah.

Emang berat nabung untuk DP, untuk bayar cicilan tiap bulan, tapi aku yakin itu semua sebanding dengan hasilnya. Ingat harga properti itu akan terus naik tiap tahunnya. Jadi, mumpung masih muda dan kuat yuk beli rumah! Inget pepatah "Bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian"

Di bulan kemerdekaan bangsa ini adalah kemerdekaanku juga! Ga akan aku lupain bulan Agustus 2017 ini.


Thanks Rumah123.com

Admin Rumah123

Rabu, 13/09/2017 10:18

Selamat kamu terpilih menjadi salah satu pemenang kuis #123MaknaMerdeka. Kirimkan biodata lengkap (Nama+ Alamat Pengiriman+ Tlf+ email) melalui sosial media Rumah123.com paling lambat 14 hari kerja.

Ikhsan Ahmad

Kamis, 31/08/2017 16:26

#123MaknaMerdeka untuk saya dan keluarga adalah tepat di bulan ini saya dan keluarga kecil saya pindah ke rumah yang baru.
Walaupun gak besar, tapi kami sangat nyaman karna rumah kami sendiri dan bisa kumpul bareng keluaga kecil kami.
Selama ini saya, istri dan 1 anak kami masih tinggal di rumah mertua.
Bukannya tidak bersyukur, justru kamu sangat bersyukur bisa tinggal di rumah orang tua. Tapi kami tidak ingin merepotkan mereka dengan kehadiran keluarga kecil kami.. Niat kami pindah adalah kami ingin belajar mengerjakan segala sesuatunya sendiri, tanpa bantuan dari manapun.
Setelah kurang lebih 2 tahun saya dan istri menabung mengumpulkan uang muka, alhamdulilah tahun ini bisa terealisasi dan kami sudah bisa menempati rumah baru kami. Ini semua juga pastinya berkat doa dari mertua kami yang kami sayangi.

Sekarang kami sedang belajar untuk menjadi keluarga yang seutuhnya, doakan kami ya. Semoga dengan adanya rumah baru ini, keluarga kami semakin kompak!

Itulah makna merdeka untuk saya dan keluarga kecil saya.

 

Admin Rumah123

Rabu, 13/09/2017 10:28

Selamat kamu terpilih menjadi salah satu pemenang kuis #123MaknaMerdeka. Kirimkan biodata lengkap (Nama+ Alamat Pengiriman+ Tlf+ email) melalui sosial media Rumah123.com paling lambat 14 hari kerja.

denik eka

Kamis, 31/08/2017 22:22

Bagiku merdeka adalah bebas. Bukan yang tanpa batas tapi bebas penuh kreatifitas. Dan untuk menjadi kreatif tentunya sebuah tempat yang nyaman dan tenang sangat dibutuhkan. Apalagi kalau bukan rumah sendiri? Rumah adalah tempat untuk segala aktifitas sekaligus berkarya. Yang pasti saat di rumah aku tidak pernah memakai topeng, aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa perlu khawatir pada cibiran dunia luar. Aku bisa menangis dengan keras ataupun tertawa dengan lepas. Aku bisa merasakan hangatnya kebersamaan bersama keluarga atau seru-seruan bareng teman. Saat aku lelah berjuang di dunia luar, rumah adalah tempat yang sangat ingin aku tuju. Aku bisa melepas segala penat, aku bisa merenung, memikirkan banyak rencana masa depan atau solusi segala masalah yang aku hadapi. Aku bebas melakukan apa saja yang aku inginkan di rumah. Aku merdeka saat aku berada di rumah.

@rumah123.com #123MaknaMerdeka

Rima Triani

Kamis, 31/08/2017 22:37

"Kayaknya kita belum mampu deh... "

Sedih ya kalau impian punya rumah sendiri belum bisa kesampean. 
Siapa sih yang gak kepengen punya rumah sendiri? 
Begitu juga gue, karena salah satu definisi merdeka buat gue itu adalah bisa punya rumah sendiri nanti kalau udah berkeluarga. Itu impian gue 7 tahun lalu waktu masih single.

Kenapa merdeka? Merdeka bisa bikin "rules" sendiri di rumah, merdeka bisa "dandanin" sesuai keinginan, merdeka dari komen2 "kurang sedap" dari tetangga ataupun saudara sendiri kalau masih nebeng sama orang tua (pasti ada aja sih yang negatif begini nih

Admin Rumah123

Rabu, 13/09/2017 10:28

Selamat kamu terpilih menjadi salah satu pemenang kuis #123MaknaMerdeka. Kirimkan biodata lengkap (Nama+ Alamat Pengiriman+ Tlf+ email) melalui sosial media Rumah123.com paling lambat 14 hari kerja.

Trisanti Olivia

Kamis, 31/08/2017 22:49

#123MaknaMerdeka punya properti sendiri versiku sebagai pecinta lomba foto adalah bisa bebas merealisasikan imajinasiku dan karya2 fotoku pada tiap sudut ruangan dalam rumahku, aku bebas mengatur dan melakukan apapun yang aku inginkan pada rumahku seperti bebas memberi kreasi pada dinding di rumahku sebagai background utk foto dan bebas memberikan sentuhan dengan tema yang bisa aku sesuaikan dengan kebutuhanku pada setiap sudut ruang yang ada. Aku bebas mengekspresikan diriku yang sebenar2nya tanpa takut orang lain terganggu akan hal itu. Aku bebas berkarya di rumahku sendiri. Aku bebas menikmati proses dan hasil dari karyaku di rumahku sendiri. Aku bebas, aku puas.. Aku merdeka!!! @rumah123.com #123MaknaMerdeka

Bunda Luna

Kamis, 31/08/2017 23:39

#123MaknaMerdeka Bagi saya rumah adalah sebuah investasi jangka panjang, bukan hanya tempat berteduh. Sejak ditinggal alm. suami pada tahun 2008, otomatis saya mengemban tugas ganda yakni sebagai seorang ibu sekaligus ayah.
Sebagai cadangan tabungan anak, alasan saya membeli property sebuah rumah type 45 pada tahun 2014 lalu untuk tempat tinggal kami berdua. Bukan perkara yg mudah untuk memperoleh acc kredit dari sebuah bank , setelah sebelumnya muncul beberapa kali penolakan.
Memiliki rumah sendiri diusia 30 an menjadi salah satu goals saya. Alhamdulillah keinginan itu dapat terwujud. Dari hasil keringat sendiri, sedikit demi sedikit menabung, dan menyimpannya dalam bentuk property yg bernilai jual. Terletak di tengah kota, dengan tetangga yg baik hati dan seperti keluarga sendiri. Lokasi juga strategis dekat dengan RS, pasar / pusat pertokoan, dan pusat kota.
Bila suatu saat saya ingin menjual rumah ini pun, harganya semakin tinggi. Lewat situs @rumah123com bisa membantu saya menjualnya dengan penawaran harga yg bagus.
demikianlah #123MaknaMerdeka bagi saya adalah saat kita bisa mencapai goals/ impian yg kita idam2kan selama ini.

Novita Gunawan

Kamis, 31/08/2017 23:54

Merdeka itu kalau bisa punya SATU rumah, biar kamarnya cuma DUA, dan meski ditinggali hanya TIGA orang, tapi kepemilikan sendiri. Apalagi kalau punya rumahnya itu berkat kerja keras sendiri, biarpun masih nyicil - bukan dari hibah apalagi hasil rebutan warisan sama saudara. Itu baru MERDEKA! Tak ada lagi kisah tak enak pulang malam sehabis nonton bioskop midnite, atau tak nyaman bangun kesiangan padahal hari libur akibat malamnya begadang maraton GOT dari season pertama. Yang mana semua itu terjadi kala kamu sudah menikah, bahkan sudah punya anak, tapi masih numpang di rumah orang tua atau mertua. Itu seperti jadi orang tua dengan rasa remaja, sudah legal untuk melakukan banyak hal, tapi terbentur rasa ga enakan. Makanya, biar cuma punya satu rumah sederhana, yang dalamnya cuma ada dua kamar tidur buat aku suami dan anak, dan kami diami cuma bertiga, asal rumahnya punya sendiri, pasti rasanya merdeka dalam hati.

#123MaknaMerdeka

Dian Marlini S

Selasa, 05/09/2017 13:55

Sebelum menikah saya sudah membeli rumah sendiri, karena saya ingin pertama untuk investasi, kedua untuk jika nikah nanti tidak numpang di rumah orang tua atau mertua. Karena dengan memiliki rumah sendiri, kita bebas berekspresi dengan diri sendiri, mau ngapain juga bebas dari gangguan/perasaan gak enak. Meskipun rumah sederhana, tetapi merdeka dari segala keterbatasan.
#123MaknaMerdeka