Filosofi Di Balik Pembangunan Rumah Gadang Adat Minangkabau

Senin, 17/04/2017 07:06

By : Dyah KD | Consumer

Eksterior

Bagi masyarakat Minang rumah gadang merupakan simbol tradisi sekaligus tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan keluarga besar pemilik rumah atau lazim disebut satu perut (paruik). Mulai dari proses perencanaan, pencarian bahan, tata cara membangun, pilihan model sampai ornamen dekorasi rumah gadang mengandung makna dan falsafah.

 
Sebenarnya ada beberapa tipe rumah gadang, tetapi yang paling dikenal adalah rumah gadang bagonjong. Rumah adat ini memiliki ciri khas berupa bentuk atap yang menyerupai tanduk kerbau. Dibalik pesona rumah gadang bagonjong, ternyata terdapat makna dan filosofi di tia-tiap tahap pembangunannya.

Tahap pertama adalah prosesi memilih pohon. Menurut Yusman, Kepala Urusan Pembangunan Nagari Sumpur, material kayu yang digunakan untuk membangun rumah gadang diantaranya adalah kayu jua untuk tonggak, kayu surian, dan bambu untuk rusuk dan pengisi dinding, serta kayu bayua untuk lantai.

Tahap kedua adalah prosesi maelo tonggak yaitu menarik batang pohon bersama-sama dari hutan ke lokasi pembangunan di kampung yang dapat memupuk spirit kebersamaan warga. Sementara itu, fondasi bangunan berupa batu-batu datar di permukaan tanah yang akan menopang tonggak struktur juga disiapkan.

Tahap ketiga adalah prosesi batagak tonggak tuo yaitu mendirikan struktur bangunan yang terdiri dari 42 buah tiang utama. Acara ini mengandung banyak hal penting diantaranya adalah pidato tetua kampung, di mana interpretasi isinya merupakan semacam acuan untuk membangun rumah gadang.

Setelah struktur dengan sistem knock down ini berdiri, bagian lantai dan dinding mulai diisi sedangkan isi ruang dalam cenderung terbuka tanpa dinding penyekat kecuali untuk kamar-kamar tidur. Terakhir adalah prosesi “naik atap” yaitu membangun konstruksi dan penutup atap.

Hal unik lain yang harus diperhatikan dalam pembangunan rumah gadang adalah daya tahan terhadap tanah di Minang yang rawan gempa dan material yang mudah terbakar. Karena itulah, setiap langkah dalam proses didokumentasi agar pusaka dan pengetahuan ini dapat dipelajari lagi serta dilestarikan oleh generasi muda.

 

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul ‘Rumah Gadang, Kebanggan Urang Minang’ oleh Imelda Anwar yang terbit di majalah Asri edisi Juni 2015*

Comment (s)

Ricky Mahendra

Senin, 17/04/2017 07:13

Ternyata untuk membangun rumah aja banyak filosofinya ya. Keren! Kalau saya bangun mah tinggal bangun doang. Wkwkwkkw

Dyah KD

Senin, 17/04/2017 08:14

@Ricky. itulah kerennya mereka, semua dipikirkan gak cuma fungsi, tapi juga filosofis. Gak kayak kamu. Hahaha 

Ricky Mahendra

Senin, 17/04/2017 08:15

Untuk membangun gini, butuh waktu berapa lama dan berapa dananya ya?

Dyah KD

Senin, 17/04/2017 08:17

Wah saya gak tau nih, Ricky. Cuman copy paste aja artikel itu karena menarik dan mungkin bisa menjadi penambah wawasan pengunjung forum ini. 

Ricky Mahendra

Senin, 17/04/2017 08:19

Oke deh. Tapi rumah Gadang yang kayak gitu mungkin untuk sekarang hanya bisa diterapin di Minangkabau sana. Kalau di Jakarta, walaupun bisa, mungkin udah jarang banget, walaupun itu orang Minang sekalipun, untuk bikinnya. Lebih suka yang minimalis karena lahannya kan terbatas di sini.

Salman Resha

Senin, 17/04/2017 10:07

Rumah ini juga anti Gempa.....

hamzah hamsik

Senin, 17/04/2017 14:24

dijakarta jarang liat yg pakai tiang gitu, kalau atap lancip ala minangkabau sih sering liat di restoran padang

agung gamaludin

Senin, 17/04/2017 14:49

pernah liat di taman mini, penasaran dalemnya kayak apa sih

syarif fahmi

Senin, 17/04/2017 15:27

kalau liat rumah ini... ini pasti orang padang yang huni... sama kalau liat rumah adat lainnya

anonim

Senin, 17/04/2017 15:33

gw sih kurang minat rumah adat, agak kurang eksplorasi buat di dekor, tapi keren juga ya itu anti gempa bumi

edric chaniago

Senin, 17/04/2017 15:37

kalau ke daerah padang masih banyak gak ya yang pakai rumah adat gini?

habib baharudin

Senin, 17/04/2017 16:12

proses pembangunannya ada pidato tetua kampung segala, berarti sampe dihadirin para warga sekitar gitu ya...

setya adrian

Senin, 17/04/2017 16:21

kalau rumah minangkabau prosesinya sampai ngelibatin warga gitu ya, kalau disini mah ngadain acara selamatan rumah, itu juga kalau udah jadi

fahrian syah

Senin, 17/04/2017 16:26

narik batang pohon dari hutan, pondasinya dari bebatuan. rumah adat yang sense nature banget ya

Naldo Alnoldi

Kamis, 20/04/2017 07:10

Sebagai orang Jawa, kayaknya susah untuk bikin rumah gadang ini. Hehehehe

Aditya Trias

Rabu, 31/05/2017 09:40

Selamat pagii.


Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbedabeda  tapi tetap satu :)
Nah ini contohnya, tiap daerah pasti ada keunggulan sendiri-sendiri. Dari artikel ini kita mengetahui bagaimana orang orang minangkabau membuat rumah gadang dengan penuh filosofi, dan tidak biasa untuk pembuatan rumahnya penuh dengan banyak perjuangan serta perhitungan. Artikel yang kerenn, Nice Info ;)
#123Kebaikan

fb : Aditya Badut
twitter : @aditya_trias

suwandi

Jumat, 02/06/2017 20:13

artikel nya bagus buat menambah pengetahuan saya  #123Kebaikan

fb : suwandi ayong
twitter : @suwandi_ayong

Robitotul Itabee

Kamis, 08/06/2017 12:36

Alhamdulillah...tambah ilmu..tambah pengetahuan..terimakasih banyak..

#123kebaikan
fb : robitotul itabee
twitter : @zaffan_aliffah