Alternatif Pencahayaan Alami Rumah

Senin, 12/09/2016 09:17

By : Endang Suparman | Consumer

Tips & trick

865


Salah satu upaya mudah untuk menghemat energi atau listrik, yaitu dengan mengaplikasikan skylight pada rumah tinggal. Penggunaan skylight di rumah Indonesai masih  sangat jarang.  Skylight sejatinya merupakan material kaca yang ditempatkan pada bagian atap, agar cahaya alami dapat dengan bebas masuk ke dalam suatu bangunan. Kaca ini dapat dipasang permanen atau fleksibel sehingga dapat dibuka layaknya jendela.

Tidak hanya dapat meningkatkan intensitas cahaya alami untuk masuk ke dalam ruangan, skylight juga dapat berfungsi sebagai ventilasi udara. Tak hanya cahaya, penggunaan skylight dengan bukaan dapat memungkinkan air hujan dapat masuk ke ruangan. Apabila memang ingin menggunakan skylight jenis ini, gunakanlah yang bentuknya seperti jendela.
Model jendela pun perlu dipastikan terlebih dulu bahwa air tidak akan masuk sedikit pun ketika ditutup. Di kawasan perkotaan dengan karakter hunian terbatas karena terbentur ukuran lahan seringkali membuat jendela rumah berhadapan langsung dengan dinding rumah tetangga.

Akibatnya, cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah terbatas dan mengakibatkan ruangan menjadi lembab. Skylight menjadi sebuah solusi yang sangat tepat. Namun, tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan membuat skylight. Material Skylight Pada umumnya, menggunakan bahan  transparan, seperti kaca, fiber, plastik, dan polykarbonat.
Pilih material berbahan ringan, namun tetap kuat. Apabila kaca yang akan dijadikan material skylight, maka pilihlah kaca tempered atau laminated. Kedua jenis kaca ini memiliki daya tahan yang sangat kuat jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Kaca tempered adalah kaca yang telah dipanaskan pada suhu tertentu dan langsung didinginkan seketika.
Bentuk dari kaca skylight pun akan beragam. Beberapa bentuk dari kacanya, yaitu datar, melengkung, piramida, atau berbentuk kuba