Mudah Jatuh Sakit? Cek Ventilasi Udara di Rumah Anda!

Selasa, 18/04/2017 22:29

By : Ali Imron | Consumer

Tips & trick

Mungkin tidak banyak teman2 yang tahu jika sebenarnya rumah bisa jadi sarang penyebaran penyakit? Lho, kok bisa sih? Iya, rumah yang tidak punya saluran udara alias ventilasi yang memadai bisa meningkatkan resiko infeksi pernapasan dan penyebaran berbagai penyakit.
 
Menurut World Health Organization (WHO) kualitas udara yang buruk di dalam rumah diduga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya penyebaran penyakit menular dan kematian di negara-negara berkembang. Anak-anak dan ibu rumah tangga adalah yang paling berisiko mengalaminya. Ventilasi yang baik dapat menjadi salah satu solusi terhadap kondisi yang sering tidak disadari dan terabaikan ini.
 
Seperti apa sih ventilasi yang baik? Pahami dulu fungsinya. Ventilasi berfungsi mengalirkan udara dari luar ke dalam ruangan dan sebaliknya sehingga terjadi pergantian udara yang sehat untuk dihirup. Seiring dengan keluarnya udara dari dalam, ventilasi juga menjadi saluran keluarnya polusi dari dalam rumah.
 
Sirkulasi udara ini bertujuan menciptakan ketersediaan udara bersih yang rendah polusi dengan maksud sekaligus menjaga kelembapan dan suhu yang nyaman bagi penghuni di dalam bangunan. Ventilasi bangunan adalah faktor penting yang bisa berdampak, tidak hanya kepada produktivitas dan kegiatan penghuninya, potensi tersebarnya penyakit infeksi pernapasan juga bisa dikurangi.
 
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membangun ventilasi bangunan:
 
1. Volume dan kualitas udara luar yang dapat masuk melalui ventilasi. Ventilasi yang baik tidak hanya dapat mengalirkan, tapi sebaiknya bisa menyaring udara juga.
 
2. Arah pergerakan udara, sebisa mungkin dari area yang bersih ke area yang kotor. Udara dari luar harus dapat masuk ke tiap ruangan, menggantikan polusi yang terjadi di dalam rumah.
 
3. Luas dan jumlah ventilasi ini juga harus memperhatikan luas, bentuk, dan jumlah ruangan, jumlah orang yang berada dalam bangunan, jenis dan jumlah perabot di dalam ruangan.
 
Umumnya ada dua jenis utama ventilasi, yaitu ventilasi alami dan mekanik. Ventilasi alami biasanya memanfaatkan tiupan angin yang masuk melalui jendela, pintu, dan ventilasi-ventilasi di atas pintu atau jendela. Sementara ventilasi mekanik menggunakan kipas angin yang ditempatkan di dalam ruangan atau dipasang pada dinding untuk mengeluarkan dan memasukkan udara ke dan dari ruangan.
 
Sadari Pentingnya Keberadaan Ventilasi dari Sekarang
 
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sumber polusi tidak hanya berasal dari luar, tapi juga bisa dari dalam rumah. Contoh polusi yang berasal dari dalam ruangan adalah asap rokok, bakteri, karbon dioksida, karbon monoksida, aroma pembersih rumah, printer, pestisida, dan polusi dari kendaraan bermotor yang diparkir di dalam rumah. Berikut beberapa detail yang perlu dicermati untuk  mengetahui peran penting ventilasi:
 
1. Kompor mengeluarkan salah satu gas paling berbahaya jika dihirup terus-menerus oleh manusia, yaitu nitrogen dioksida. Gas ini dapat mengakibatkan kondisi mengi, meski penghirupnya tidak mengidap asma sekalipun.
 
2. Saat membersihkan rumah sekalipun, Anda justru dapat memperburuk kualitas udara dalam rumah jika pembersih yang digunakan mengandung zat yang berbahaya dan Beberapa pembersih mengandung ammonia, klorin, dan volatile organic compounds (VOCs) yang kemudian menguap ke udara sebagai gas. Bahan ini juga dapat terkandung pada cat dinding.
 
3. Hewan piaraan yang tinggal di dalam rumah, apalagi dalam kamar tidur, dapat berdampak kepada kualitas udara di dalam ruangan. Meski sangat Anda sayangi, kehadiran mereka bisa jadi membawa serta polutan udara, seperti tungau debu yang dapat menyebabkan alergi. Tungau debu ini dapat ditemukan pada benda-benda di rumah seperti karpet dan bantal.
 
4. Penghuni yang merokok di dalam rumah berisiko mendatangkan bahaya, seperti risiko asma, bronkitis, dan kanker paru bagi para perokok pasif yang tinggal bersamanya. Asap yang terjebak di dalam rumah/bangunan juga berisiko menyebabkan sakit tenggorokan dan sakit kepala. Residu racun dalam rokok dapat menempel pada beberapa benda di dalam rumah hingga waktu yang lama, seperti pada bantal, kaos.
 
5. Kualitas udara yang buruk berisiko menyebabkan beragam gangguan kesehatan, seperti batuk, sakit tenggorokan, mata berair, atau sesak napas. Seorang pengidap asma mungkin akan mengalami serangan asma. Dalam jangka panjang, kualitas udara buruk yang kronis dapat menyebabkan penghuni dalam bangunan mengalami flu yang tidak kunjung sembuh, bronkitis, sakit kepala yang terus berulang, atau asma kronis.
 
6. Rumah yang terlalu lembap menyebabkan pertumbuhan jamur dan bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan rumah.
 
WHO menyatakan bahwa asap dari pembakaran di dalam rumah, seperti tungku api untuk memasak (dengan kayu bakar) di dapur menyebabkan setidaknya tiga nyawa meninggal per menit. Pembakaran ini menimbulkan bahan kimia berbahaya, seperti karbon monoksida yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan, seperti pneumonia dan bronkitis. Peneliti bahkan menemukan bahwa efek yang diakibatkan pembakaran ini setara dengan mengisap dua bungkus rokok sehari.
 
Untuk meminimalkan risiko-risiko buruk di atas, penempatan ventilasi perlu disertai dengan beberapa langkah berikut:
 
1. Jendela yang terbuka lebar untuk membebaskan udara masuk ke ruangan. Tapi jendela ini juga memungkinkan polusi lain masuk ke bangunan, seperti asap kendaraan bermotor, asap pabrik akibat dari polusi industri, dan debu dari jalan raya. Solusi yang lebih baik adalah jendela yang dilengkapi penyaring, seperti kasa yang dapat mengalirkan udara masuk, tapi bisa mencegah debu masuk ke dalam rumah juga.
 
2. Nyalakan AC untuk menjaga ruangan tidak lembap dan memicu kemunculan
Untuk mengurangi risiko gas berbahaya, cari bahan pembersih dan cat yang bertuliskan ’tidak mengandung VOC’. Jenis pembersih yang berbentuk semprot akan memicu pelepasan gas berisiko ke udara, maka dari itu, lebih baik pilih produk yang berbentuk cairan atau pasta.
 
3. Rumah yang terlalu lembap sering kali diakibatkan oleh aliran air yang tidak terkontrol. Tutup tempat-tempat lokasi air bocor, menetes, atau merembes, seperti gudang, loteng, atau garasi. Periksa dan segera perbaiki jika ada atap yang bocor. Sedapat mungkin keringkan baju di luar ruangan.
 
4. Untuk mencegah gas dari kompor terjebak di dalam dapur, nyalakan kipas angin atau pastikan untuk membuka jendela dalam dapur yang berada paling dekat dengan kompor. Selain mengeluarkan asap atau gas dari kompor dan masakan, ventilasi dapur yang ideal sebaiknya dapat mengurangi suhu dalam dapur yang tinggi dan mengalirkan udara bersih yang lebih dingin dari luar.
 
5. Selain itu, servis dan bersihkan kompor Anda secara teratur untuk mengurangi risiko produksi gas berbahaya.
 
6. Tungau debu berkembang dalam ruangan yang lembap. Perbanyak ventilasi atau nyalakan AC untuk menjaga agar ruangan tetap kering. Sebisa mungkin tidak perlu menutup lantai atau dinding dengan karpet karena berisiko menjadi tempat tungau debu berkembang biak. Bersihkan debu pada perabot rumah secara teratur dengan vacuum cleaner dan lap.
 
7. Langkah utama membebaskan rumah dari kepulan asap rokok adalah dengan membuat semua penghuni berhenti merokok. Namun jika tidak memungkinkan, Anda setidaknya dapat meminta perokok untuk merokok di luar atau meningkatkan ventilasi di rumah agar asap rokok mudah keluar.
 
8. Sedapat mungkin, jaga agar ventilasi dapur dan kamar mandi langsung terhubung dengan udara luar. Dua ruangan ini adalah sumber utama kadar kelembapan tinggi dalam rumah.
 
Kesehatan memang bermula dari rumah. Periksa apakah tempat tinggal atau tempat Anda bekerja telah memenuhi kebutuhan dasar, seperti keberadaan ventilasi. Dan jika Anda sedang mencari tempat tinggal baru, pastikan untuk memeriksa kelayakan saluran udaranya untuk lebih menjamin hidup yang lebih sehat di dalam keluarga.

Comment (s)

Mustapha Sidiq

Selasa, 18/04/2017 22:42

Betul banget nih Mas Ali. Saya jadi inget waktu masa2 ngekos dulu di Surabaya. Ventilasinya gak bagus, saya hampir tiap minggu pasti sakit. Terutama sesak napas. Namanya juga mahasiswa ya, dibetah2in aja. Padahal itu berbahaya :D

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 22:44

Wah, kenapa gak komplain sama ibu kosnya Mas? Bisa bahaya tuh. Untung sehat2 aja ya sekarang hahahaha

Mustapha Sidiq

Selasa, 18/04/2017 22:44

Pernah nanya sih, tapi malah dikasih jawaban "kalo gak betah ya pindah aja mas"

Duh kalo inget jaman dulu bikin greget :D

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 22:45

Sekarang pasti udah tajir melintir ya Mas....

Alhamdulillah perjuangan gak sia2 hehehe

Mustapha Sidiq

Selasa, 18/04/2017 22:46

Gak sampe melintir sih, tapi alhamdulillah ventilasi di rumah lebih layak buat hidup :D

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 22:47

Mungkin bisa kirim trit ini ke ibu kosnya mas hahahahaha

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 22:47

Ide yg bagus tuh XD

Mustapha Sidiq

Selasa, 18/04/2017 22:48

Boleh juga idenya :p

Pakde Droid

Selasa, 18/04/2017 22:51

Dan, saya tiba2 teringat masa ngekos juga. Sepertinya memang juragan kos kurang peduli sama hal ini ya? Padahal kenyamanan penghuninya kan harus diutamakan. 

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 22:52

Iya Mas. Kalo kos2an ala mahasiswa memang bisa dibilang kurang manusiawi, terutama yg di deket2 kampus ya. Kecuali kalo mahasiswa tajir sih bisa cari kosan yg mewah atau malah apartemen. 

Pakde Droid

Selasa, 18/04/2017 22:56

Itulah dia, apesnya saya bukan mahasiswa kaya raya. Jadi cukup sanggup ngekos di kamar sempit dan pengap. Belum kepikiran bahayanya juga sih. 

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 22:56

Tapi pernah kena penyakit2 kayak di trit ini gak mas?

Pakde Droid

Selasa, 18/04/2017 22:57

Alhamdulillah sih, selama 4 tahun ngekos badan saya sehat2 aja. Soalnya saya kebanyakan pulang malam karena kuliah sambil kerja. Jadi begitu pulang ke kosan tidur pintunya dibuka sedikit. Kalo siang2 rasanya pengap dan sesak. 

Ida Sussan

Selasa, 18/04/2017 23:00

Haduh, aku kok jadi inget sama keponakan yg lagi kuliah di semarang ya. Dia suka ngeluh kepalanya pusing setiap bangun tidur. Apa ini karena kamar kosnya kurang ventilasi ya?

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 23:00

Wah, bisa juga tuh Mbak. Coba aja disuruh pindah kosan dan cari yg layak lah ventilasinya

Ida Sussan

Selasa, 18/04/2017 23:01

@Mas Ali udah telat Mas, keponakan saya udah lulus tahun lalu :p

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 23:01

Haduh, alhamdulillah kalo gitu sih Mbak. Bisa keluar dari "neraka"

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 23:02

Ini baru kosan lho ya? Apa kabarnya mereka yg didalam tahanan penjara ya? Amit2 deh...Ih! 

Ida Sussan

Selasa, 18/04/2017 23:03

Jangan sampe deh @Mas Ali, amit juga :(

Naldo Alnoldi

Selasa, 18/04/2017 23:07

Ternyata bisa sefatal ini ya urusan ventilasi udara aja. Thanks Mas @Ali buat infonya

Dani Irwansyah

Selasa, 18/04/2017 23:10

Ventilasi udara memang penting banget. Apalagi yang tinggal di Jakarta, udaranya sangat panas. Bisa pengap dan sesak. Bisa gampang sakit itu.

Ali Imron

Selasa, 18/04/2017 23:12

Pokoknya urusan rumah memang gak boleh disepelekan. Terutama ventilasi yang berkaitan sama organ pernapasan. 

Dani Irwansyah

Selasa, 18/04/2017 23:13

Itulah pentingnya forum seperti ini Mas Ali, biar orang pada aware sama kondisi rumahnya. 

fahrian syah

Kamis, 20/04/2017 08:40

dirumah sih bisa bertahun2 sekali baru bersihin ventilasi

setya adrian

Kamis, 20/04/2017 08:46

setelah baca artikel ini nanti dirumah langsung bersihin ventilasi kayaknya

habib baharudin

Kamis, 20/04/2017 08:49

kalo ruangan udah berdebu gitu biasanya sih dibersihin termasuk ventilasinya

edric chaniago

Kamis, 20/04/2017 09:04

wlwpun jarang dibersihin, alhamdulillah orang dirumah jarang sakit

anonim

Kamis, 20/04/2017 09:09

perokok dirumah sih emang pada diluar, karena rumah gak terlalu besar juga, pengap kalo ada yg ngerokok di dalem

andre ernest

Kamis, 20/04/2017 09:13

bukannya ada yah ac yg bisa ngilangin udara kotor gitu?

syarif fahmi

Kamis, 20/04/2017 09:16

weeeh dirumah mah kayaknya udah jadi sarang laba2 tuh ventilasi

agung gamaludin

Kamis, 20/04/2017 09:19

kalau orang asma mungkin sesaknya berasa ya

hamzah hamsik

Kamis, 20/04/2017 09:23

jaring2 ventilasinya itu loh yg keliatan bgt kalo berdebu