Apakah investasi tanah masih menarik?

Kamis, 06/04/2017 22:14

By : Ricky Mahendra | Consumer

Pasar Properti

Hello gaesss.. ketemua lagi dengan saya... siapa gue? Heehhee. Sambil santai-santai di rumah mungil nih, kepikiran dengan harga rumah yang menjulang tinggi. Penyebab utamanya apa? Tak lain adalah karena harga tanah yang meroket.

 
Nah, seandainya saja nih, para member forum ini punya kelebihan uang yang banyak, apakah masih tertarik untuk melakukan investasi di tanah atau pada jenis investasi yang lain? Misalnya saham, reksadana, emas, dan lain-lain. Apakah investasi tanah masih menarik saat ini? Monggo ditunggu jawabannya sambil berleha-leha. Hehehee

Comment (s)

Dani Irwansyah

Kamis, 06/04/2017 22:21

So pasti, investasi tanah ini tetap bagus prospeknya. Apalagi jika lokasinya strategis.

Ricky Mahendra

Kamis, 06/04/2017 22:31

Bung Dani: betul sekali, setiap tahun harga tanah tentu akan terus mengalami kenaikan. Persentasenya bisa mencapai 20-25% tiap tahunnya atau dua kali lipat setelah 5 tahun ke depan. Namun, tetap tergantung di mana lokasi tanah tersebut berada. Kalau di wilayah over value, tentunya harga akan sulit naik. Sedangkan di wilayah under value dengan infrastruktur serta fasilitas yang sedang berkembang, maka kenaikan capital gain-nya akan sangat tinggi.

Dani Irwansyah

Kamis, 06/04/2017 22:33

Yoi broh.. Selain menunggu kenaikan capital gain hingga 5 tahun, kita masih dapat memanfaatkan tanah untuk lahan parkir, cuci steam atau bahkan berkebun. Lagian biaya perawatan juga minim banget dibanding sektor properti seperti rumah, ruko, kantor.

Ricky Mahendra

Kamis, 06/04/2017 22:34

Hahaha betulll.. Apalagi kalau duitnya Bung Dani masih melimpah, bisa sekaligus memberi nilai tambah pada tanah tersebut. Misalnya dengan membangun cluster dan ruko. Dengan begitu, nilai investasi tanah menjadi berkali-kali lipat.

Dani Irwansyah

Kamis, 06/04/2017 22:34

Amiiinn deh kalao ini. Semoga doanya diijabah ya bro :D

Ali Imron

Kamis, 06/04/2017 22:37

Hiks... ini gara-gara pengembang-pengembang besar nih yang men-drive harga tanah sehingga melonjak tinggi. Senin harga naik. Disusul dengan developer-developer lainnya. Ironisnya, justru tanah adalah kebutuhan dasar masyarakat itu sendiri. Jadi makin susah deh cari rumah murah.

Teguh Gagah

Jumat, 07/04/2017 13:36

Sekarang yang terjangkau kantong ya di pinggiran, kalau di pusat kota wah gak tahu harus menunggu sampai kapan.

Ricky Mahendra

Kamis, 06/04/2017 22:39

Iya bro. Tapi gimana lagi kondisinya sekarang sudah terlanjur begitu. Seharusnya dulu pemerintah bikin aturan ketat ya soal ini. Coba kalau tanah di Jakarta harganya 1juta per meter, kita ga bakal susah-susah nyari rumah yang harganya 350 jutaan. Hahahaa. Tapi ya di sisi lain, pasti bakal semakin padet tuh Jakarta.

Ali Imron

Kamis, 06/04/2017 22:40

Baca di Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini pemerintah tengah mencari cara agar masyarakat dalam melakukan investasi tidak selalu berbentuk bidang tanah. Salah satu rencananya yakni wacana pengenaan pajak tanah yang tidak produktif (idle).

Menurut Darmin, saat ini masyarakat lebih menyukai berinvestasi dengan memiliki tanah dan tidak dalam jumlah yang sedikit. Hal tersebut menyebabkan ketimpangan di Indonesia karena tingginya harga tanah. Diharapkan, pengenaan pajak tanah yang tidak produktif itu membuat investasi pembelian tanah menjadi jauh lebih mahal dari saat ini.

Babal Susan

Jumat, 07/04/2017 13:39

Kalau penerapannya lemah ya percuma aja dibuat aturan seperti itu

Dani Irwansyah

Kamis, 06/04/2017 22:41

Wah kudu waspada nih. Ternyata mau dirancang aturan gitu. Tapi ini masih belum jelas kapan diketok palu kan?

Ali Imron

Kamis, 06/04/2017 22:44

Iya gan. Jadi konsepnya mau dirancang seperti pajak progresif pada kendaraan bermotor. 

kebijakan ini diharapkan dapat memutus mata rantai spekulan tanah yang membuat harga bahan baku industri properti mahal. Sebab harga tanah yang tinggi membuat harga jual rumah tidak terjangkau masyarakat.

Tapi kalau yang emang dasarnya punya tanah banyak di beberapa tempat gimana ya? Terutama yang di desa-desa gitu?

fahrian syah

Jumat, 07/04/2017 10:56

kalo orang betawi invest tanah biasanya buat tempat tinggal keturunan sih atau dijadiin kontrakan, atau dijual buat biaya kuliah, biaya nikah dll, biasanya sih gitu

setya adrian

Jumat, 07/04/2017 11:31

jadi pemerintah mau cari cara urusin masalah ini karena pajak dari investasi tanah gak produktif? jadi semua karena pajak? bukan karena supaya harga tanah terjangkau masyarakat?

habib baharudin

Jumat, 07/04/2017 11:56

invest tanah gak ada matinya, mau dibangun ruko, perumahan, atau ditanemin kebon doang juga tetep laku, apalagi kalau strategis

edric chaniago

Jumat, 07/04/2017 11:59

kalau mau beralih paling emas sih, ibu2 tuh biasanya yang masih suka invest perhiasan

anonim

Jumat, 07/04/2017 12:04

kalau udah punya tanah mending sih dibikin kosa atau kontrakan, apalagi kalau tempatnya strategis sama kampus dan perkantoran, wuih ngalir terus itu duit

Salman Resha

Jumat, 07/04/2017 13:28

Tanah itu investasi paling menguntungkan, dalam 5 tahun bisa naik 5 kali lipat tergantung lokasi

Teguh Gagah

Jumat, 07/04/2017 13:35

Bener sekali Pak

Babal Susan

Jumat, 07/04/2017 13:40

Gw punya tanah 200 meter di bekasi gw bikin kontrakan 10 pintu, lumayan buat tamabahan dan persiapan hari tua

syarif fahmi

Jumat, 07/04/2017 13:42

@anonim hmm... kontrakan udah mendarah daging di jabodetabek terkhusus DKI jakarta ya sepertinya

agung gamaludin

Jumat, 07/04/2017 13:46

beralih? kalau bisa invest disemua aspek kenapa engga

hamzah hamsik

Jumat, 07/04/2017 13:49

main saham, emas, okelah... reksadana? kurang ngerti

anonim

Jumat, 07/04/2017 13:51

@syarif, beuhhh sungguh bisnis pribumi yang menggiurkan